Selasa, 27 Oktober 2026
14:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Bemban

Bemban

spesies tanaman

Bagikan:
Bemban
250px-Dona_canni_100526-2110_sap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bemban, Donax canniformis
dari tepian Kapuas, Kalbar
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Monokotil
Klad:Komelinid
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
D. canniformis
Nama binomial
Donax canniformis
(G. Forst.) K. Schum.
Sinonim

Thalia canniformis G. Forster, 1780
Actophanes canniformis (G. Forst.) K. Schumann
Donax arundastrum Loureiro

Artikel takson sembarang

Bemban atau bamban (Donax canniformis) adalah sejenis terna yang menghasilkan serat bahan anyam-anyaman. Tumbuhan ini dikenal pula dengan nama-nama lain seperti bamban (Bjn.); bumban (Sya.); bomban, banban (Bat.); bangban (Sd.); wuwu (Jw.); kelangisan (Bal.); burung, borong (Sulsel); mundung, wuwudu (Goront.); moa (Manado, Ternate, Ambon); biawa, biara (Halm.);bili (bahasa Aceh) dan lain-lain.[1]

Pengenalan

250px-Dona_canni_100526-2120_sap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Close up bunga bemban

Terna yang berumpun, membentuk semak setinggi 1,5–4 (–5) m; dengan batang bulat torak berwarna hijau tua, beruas panjang-panjang antara 1–2,5 m. Daun-daun tunggal bertangkai 8–20 cm, dengan helaian bundar telur lebar hingga jorong, 10–25 × 10–45 cm. [2]

Perbungaan sering bercabang di pangkal, panjang hingga 20 cm. Kelopak berwarna putih, bundar telur menyegitiga, gundul, 3–3,5 mm. Tabung mahkota 8–10 mm; taju mahkota bentuk garis, 1–1,4 cm × 2–3 mm. Buah putih hingga krem pucat, diameter 1–1,5 cm, kering, tidak memecah. Biji 1 atau 2, coklat.[2]

Penyebaran dan kegunaan

250px-Dona_canni_100526-2112_sap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumpun bemban di tepi air

Bemban sering ditemukan tumbuh liar di tepi-tepi air atau di tempat yang basah; juga di hutan-hutan bambu. Tumbuhan ini diketahui menyebar di Asia Tenggara (Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam) dan Kepulauan Nusantara (Indonesia, Filipina), ke arah utara hingga Taiwan, dan ke arah barat hingga India.[2]

Batang bemban, dibuang bagian bukunya, disayat memanjang bagian kulitnya yang berwarna hijau untuk dijadikan bahan anyaman. Bagian tengahnya (empulur) biasanya dibuang. Setelah diolah dan dijemur, warnanya berubah menjadi coklat mengkilap, indah dan kuat sebagai bahan anyaman keranjang atau tikar.[1]

Daun bemban dimanfaatkan sebagai obat bisul, mengempeskan bengkak, dan cairannya untuk tetes mata. Cairan yang keluar dari batang bemban yang masih muda dimanfaatkan untuk menyembuhkan gigitan ular. Daun, batang dan akar Donax canniformis mengandung saponin dan flavonoida, di samping itu daunnya juga mengandung polifenol.[1][3]

Catatan kaki

250px-Dona_canni_101102-8391_lap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batang-batang bemban (hijau, kiri) siap dijadikan helaian panjang bahan anyaman (bawah); diletakkan di dekat keranjang-keranjang anyam dari bemban
  1. 1 2 3 Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 1:606-607 Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta
  2. 1 2 3 Flora of China: Donax canniformis; diakses pada 18 Juli 2010
  3. ↑ Depkes. Tanaman Obat: Bamban, Donax cannaeformis (G.Forst.) K. Schum[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan