Selasa, 03 November 2026
06:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Batuan intrusif

Batuan intrusif

Bagikan:
250px-Intrusive_big.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram QAPF untuk klasifikasi batuan intrusif.

Batuan intrusif terbetuk saat magma menembus ke batuan yang sudah ada, mengkristal, lalu mengeras di bawah tanah untuk membentuk sebuah intrusi, seperti batolit, sill, korok, lakolit, dan sumbat vulkanik.[1][2][3]

Intrusi adalah salah satu dari dua cara batuan beku terbentuk. Proses lainnya adalah ekstrusi, seperti letusan gunung berapi atau peristiwa-peristiwa serupa. Sebuah intrusi adalah badan batuan beku apapun, yang terbentuk dari magma yang mendingin dan membeku di dalam kerak planet. Sebagai kontras, sebuah ekstrusi terdiri dari batuan ekstrusif, dan terbentuk diatas permukaan kerak.

Beberapa geologi menggunakan istilah batuan plutonik sebagai sinonim dari batuan intrusif, namun geolog lainnya membagi batuan intrusif bedasarkan ukuran kristalnya, menjadi batuan plutonik berbulir kasar (biasanya terbentuk lebih dalam di kerak bumi pada batolit atau stok) dan batuan subvulaknik atau hipabisal berbulir sedang (biasanya terbentuk lebih tinggi di kerak bumi pada korok dan sill).[4]

Referensi

  1. ↑ Intrusive Rocks: Intrusive rocks, accessdate: March 27, 2017.
  2. ↑ Igneous intrusive rocks: Igneous intrusive rocks Diarsipkan 2018-05-12 di Wayback Machine, accessdate: March 27, 2017.
  3. ↑ Britannica.com: intrusive rock | geology | Britannica.com, accessdate: March 27, 2017.
  4. ↑ Philpotts, Anthony R.; Ague, Jay J. (2009). Principles of igneous and metamorphic petrology (Edisi 2nd). Cambridge, UK: Cambridge University Press. hlm. 52. ISBN 9780521880060.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan