Sabtu, 17 Oktober 2026
22:36 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Batu Ballah

Bagikan:

Batu Ballah adalah sebuah cerita yang berasal dari Kabupaten Sambas di Provinsi Kalimantan Barat. Cerita rakyat Sambas ini berkisah tentang sebuah gua ajaib bernama Batu Ballah Batu Betangkup. Ibu tiga anak bernama Mak Tanjung pergi mencari kayu bakar meninggalkan dua anaknya, Melur dan Pekan. Pekan memakan semua sisa ikan bakar yang disediakan untuk Ibu tanpa izin, sehingga menimbulkan kekecewaan mendalam pada sang Ibu.[1]

Batu Ballah ini mengisahkan sebuah keluarga miskin dengan seorang ibu dengan tiga anaknya. Untuk menghidupi ketiganya, ibu itu tidak putus asa, ia selalu bekerja keras. Suatu hari ibunya berpamitan kepada ketiga anaknya untuk mencari ikan tembakul yang sangat disukai oleh ketiga anaknya. Dengan susah payah akhirnya ikan tembakul tersebut didapatkan lalu pulanglah ke rumah. Sesampainya di rumah kemudian ia meminta ke ketiga anaknya untuk memasak ikan itu. Kemudian ibunya pergi mandi dan berpesan kepada anaknya untuk menyisakan ikan bagian telurnya. Ketiga anaknya makan dengan lahap, dan adiknya lupa akan pesan ibunya, ia menghabiskan semua ikan itu. Sesampaikan di rumah ibunya sangat marah, kemudian ia pergi dalam keadaan marah. Ia berlari ke sungai menuju sebuah batu besar yang menganga lebar seperti mulut, tanpa disadarinya ia terjepit di batu tersebut. Begitulah asal-usul cerita Batu Ballah.[2]

Referensi

  1. ↑ "Cerita Rakyat Sambas Batu Ballah Batu Betangkup | PDF". Scribd. Diakses tanggal 2024-08-21.
  2. ↑ "Batu Ballah". Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan