Jumat, 16 Oktober 2026
00:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Batik Bali

Batik Bali

gaya batik khas kebudayaan etnis Bali

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Batik Bali" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2026)
250px-Old_Balinese_Perada_batik_from_the_collection_of_Balique_Arts_of_Indonesia..JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail kecil dari Batik Perada Bali. Emasnya hampir hilang seluruhnya tetapi bekas lem gelap masih ada. 60 hingga 80 tahun. dari koleksi Seni Balique Indonesia.

Batik Bali adalah hasil penyebaran Batik dari Pulau Jawa. Bali mempunyai potensi yang besar sebagai tempat bertumbuh dan berkembangnya batik, karena masyarakat Bali diketahui secara luas mempunyai kepandaian yang tinggi dalam olah seni. Seni batik di Bali mulai berkembang sekitar tahun 1970-an dan kemudian mengalami perkembangan pesat, antara lain didukung oleh kekayaan budaya Bali dan perkembangan pariwisata.[1]

Batik di Bali dibuat untuk berbagai keperluan sandang termasuk dalam upacara adat ritual keagamaan, maupun untuk Kehidupan umum sehari-hari, serta juga memenuhi kebutuhan wisatawan sebagai cendera mata. Batik Bali memiliki ciri khas pada penggambaran motif, pola yang rumit dan penggunaan warna yang lebih cerah dan tidak monoton.[2] Ornamen Bali yang diterapkan pada kain umumnya memiliki bentuk yang luwes dan melengkung, dengan corak yang rumit serta berlapis-lapis.

Lihat Juga

Motif Batik Bali

Motif batik Bali sangat ditentukan berdasarkan suatu hal, selain karena mempunyai ragam hias tradisonal yang kaya, kreativitas senimannya kuat, juga industri pariwisata mampu menyerap dengan cepat hasil karya batik, sehingga dinamika kreativitas cukup cepat dan tinggi. Motif batik Bali terinspirasi dari lingkungan alam dan budaya bali serta pengaruh dari luar daerah, yang divisualisasikan sebagai motif naturalis, dekoratif, dan abstrak. Unsur flora dan fauna banyak digunakan dalam penggambaran motif, antara lain naga, rusa, burung bangau, kura-kura, serta berbagai jenis tumbuhan. Beberapa motif yang berkembang dalam batik Bali antara lain Buketan, Abyorhokokai, Singa Barong, Ulam Sari Mas, Jagatan Pisang, Naga, Kembang Sepatu, Kala, Mentari, dan Matahari. Perpaduan antara motif Bali dengan motif dari daerah lain di Indonesia maupun pengaruh budaya luar juga terlihat dalam perkembangan batik Bali.[1] Perpaduan antara motif Bali dengan Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan scbagainya, juga terjadi di Bali, karena banyak seniman pendatang yang berkarya di Bali. Adapun motif batik Bali yang mengandung makna nilai-nilai solidaritas antara lain motifnya, yaitu:

  • Sekar Jagad Bali
  • Teratai Banji
  • Poleng Biru.

Motif Sekar Jagad Bali bermakna keanekaragaman Bali dalam kesatuan motif yang indah. Motif ini terinspirasi dari motif Sekar Jagad di Jawa. Komposisi motif Sekar Jagad Jawa yang dikreasi­ kan ulang dengan dimasukkan unsur-unsur alam dan budaya Bali, sehingga menjadi batik yang berciri khas Bali. Motif Teratai Banji yang bermakna kesucian jiwa yang tulus, hidup rukun damai dan bersatu dalam keteraturan agama dan keseimbangan alam sehingga dapat menggapai kebahagiaan hidup pribadi maupun bersama. Makna motif Poleng Biru adalah keseimbangan dalam menjalani kehidupan, sehingga dapat hidup rukun dan harmonis dalam diri sendiri, keluarga, bermasyarakat dan dengan lingkungan alam, sehingga menerbitkan optimisme hidup yang bahagia dan sejahtera.[3]

Tautan Referensi

  1. 1 2 Senoprabowo, Abi; Prabowo, Dwi Puji; Khamadi, Khamadi (2023-01-30). "Digitalisasi Ornamen Kala, Mentari, dan Merak sebagai Inovasi Motif Batik Kontemporer Khas Bali". Jurnal Desain. 10 (2): 365–375. doi:10.30998/jd.v10i2.14284. ISSN 2339-0115.
  2. ↑ "Mengenal Batik Khas Bali: Warna, Motif, dan Cara Pembuatannya". Tempo. 2023-11-27. Diakses tanggal 2026-09-15.
  3. ↑ Jatra : Jurnal Sejarah dan Budaya, Vol. 13
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan