Rabu, 14 Oktober 2026
20:21 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Barium oksida

Barium oksida

senyawa kimia

Bagikan:
Barium oksida
250px-NaCl_polyhedra.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Barium_oxide.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama
Nama lain
Barium monoksida
Barium protoksida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/Ba.O checkY
    Key: QVQLCTNNEUAWMS-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/Ba.O/rBaO/c1-2
    Key: QVQLCTNNEUAWMS-FXUTYLCTAB
  • [Ba]=O
Sifat
BaO
Massa molar 153.326 g/mol
Penampilan padat putih
Densitas 5.72 g/cm3, padat
Titik lebur 1.923 °C (3.493 °F; 2.196 K)
Titik didih ~ 2.000 °C (3.630 °F; 2.270 K)
3.48 g/100 mL (20 °C)
90.8 g/100 mL (100 °C)
Bereaksi membentuk Ba(OH)2
Kelarutan Dapat larut dalam etanol, asam mineral yang encer dan alkali; tidak dapat larut dalam aseton dan amonia cair
-29.1·10−6 cm3/mol
Struktur
Kubik, cF8
Fm3m, No. 225
Oktahedral
Termokimia
Entropi molar standar (So) 70 J·mol−1·K−1[1]
Entalpi pembentukan standar (ΔfHo) −582 kJ·mol−1[1]
Bahaya
Berbahaya Xn
Frasa-R R20/22
Frasa-S S2, S28
Titik nyala Non-flammable
Senyawa terkait
Anion lain
Barium hidroksida
Barium peroksida
Kation lainnya
Kalsium oksida
Stronsium oksida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Barium hidroksida (BaO) adalah senyawa higroskopik putih yang tidak mudah terbakar. Senyawa ini memiliki struktur kubik. Senyawa ini digunakan di dalam tabung sinar katode. Barium hidroksida dapat membahayakan kulit, dan jika ditelan dalam jumlah yang besar dapat mengakibatkan iritasi. Jika ditelan dalam jumlah yang terlalu besar juga dapat mengakibatkan kematian.

Pembuatan

Barium oksida dibuat dengan memanaskan barium karbonat. Senyawa ini juga dapat dibuat dengan mendekomposisi barium nitrat.[2] Senyawa ini sering kali terbentuk dari proses dekomposisi garam barium lainnya.[3]

2Ba + O2 → 2BaO
BaCO3 → BaO + CO2

Keamanan

Barium oksida dapat mengakibatkan iritasi. Jika bersentuhan dengan kulit atau mata juga dapat menyebabkan rasa sakit dan menimbulkan warna merah. Namun, bahan ini lebih berbahaya lagi jika ditelan. Senyawa ini dapat mengakibatkan mual, diare, lumpuh otot, aritmia kardiak, dan dapat mengakibatkan kematian.

Barium oksida sebaiknya tidak dibuang ke alam karena dapat mengancam organisme di air.[4]

Referensi

  1. 1 2 Zumdahl, Steven S. (2009). Chemical Principles 6th Ed. Houghton Mifflin Company. ISBN 0-618-94690-X.
  2. ↑ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002, ISBN0-07-049439-8
  3. ↑ "Compounds of barium: barium (II) oxide". Web Elements. The University of Sheffield. 2007-01-26. Diakses tanggal 2007-02-22.
  4. ↑ "Barium Oxide (ICSC)". IPCS. Oktober 1999. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Februari 2007. Diakses tanggal 2007-02-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan