Kamis, 08 Oktober 2026
23:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Barito Pacific

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Barito Pacific Tbk
250px-Logo_BaritoPacific.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama sebelumnyaPT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan (1979-1996)
PT Barito Pacific Timber Tbk (1996-2007)
JenisPerusahaan publik
BEI: BRPT
IndustriProperti
PendiriPrajogo Pangestu
Kantor pusat,
Indonesia Sunting ini di Wikidata
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Agus Salim Pangestu[1]
(Direktur Utama)
Prajogo Pangestu[1]
(Komisaris Utama)
Produk
PendapatanPenurunan US$ 2.760 billion (2023)[2]
Penurunan US$ 558.140 million (2023)[2]
Penurunan US$ 77.423 million (2023)[2]
Total asetKenaikan US$ 10.150 billion (2023)[2]
Total ekuitasKenaikan US$ 4.112 billion (2023)[2]
PemilikPrajogo Pangestu (71,19%)
Jumlah karyawan
3.344 (2023)[2]
Situs webwww.barito-pacific.com Sunting ini di Wikidata

PT Barito Pacific Tbk adalah sebuah perusahaan petrokimia dan energi yang berkantor pusat di Jakarta.[2][3] Perusahaan ini terutama berbisnis melalui dua anak usahanya, yakni Chandra Asri Pacific dan Barito Renewables Energy.[4][5]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh Prajogo Pangestu pada bulan April 1979 dengan nama PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan untuk berbisnis di bidang perkayuan. Perusahaan ini kemudian menjadi salah satu perusahaan perkayuan terbesar di Indonesia, dengan menguasai Hak Pengusahaan Hutan (HPH) seluas 5 juta hektar di berbagai daerah.[6] Perusahaan ini pun memiliki lima pabrik untuk memproduksi plywood, blockboard, particle board, dan produk olahan kayu yang diekspor ke Asia, Eropa, dan Amerika.

Pada tahun 1993, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Tiga tahun kemudian, perusahaan ini mengubah namanya menjadi PT Barito Pacific Timber Tbk. Krisis keuangan Asia 1997 kemudian membuat industri perkayuan tidak menentu, sehingga perusahaan ini memutuskan untuk menghentikan produksi plywood dan beralih ke bisnis lain secara perlahan.[7] Pada tahun 2007, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang dan mengakuisisi 70% saham Chandra Asri yang saat itu merupakan satu-satunya produsen olefin di Indonesia.[8] Setahun kemudian, perusahaan ini juga mengakuisisi Tri Polyta Indonesia, sebuah produsen polipropilen.

Pada tahun 2011, perusahaan ini menggabungkan Chandra Asri ke dalam Tri Polyta Indonesia, dan mengubah nama Tri Polyta Indonesia menjadi Chandra Asri Petrochemical. Anak usaha dari Siam Cement Group, SCG Chemicals, kemudian juga resmi memegang 30% saham Chandra Asri Petrochemical. Pada bulan Maret 2017, bersama Indonesia Power, perusahaan ini mendirikan Indo Raya Tenaga untuk membangun PLTU Jawa-9 dan PLTU Jawa-10 di Banten.

Pada bulan Juni 2018, perusahaan ini mengakuisisi 66,67% saham Star Energy Geothermal yang saat itu merupakan produsen listrik berbasis panas bumi terbesar di Indonesia. Pada bulan September 2018, perusahaan ini mendivestasi sejumlah anak usahanya yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.[2][3] Pada tahun 2022, perusahaan ini mengalihkan mayoritas saham Star Energy Geothermal ke Barito Renewables Energy.[9]

Anak usaha

Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini memiliki 16 anak usaha, yakni:

Referensi

  1. 1 2 "Dewan Direksi". PT Barito Pacific Tbk. Diakses tanggal 25 Oktober 2024.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Laporan Tahunan 2023" (PDF). PT Barito Pacific Tbk. Diakses tanggal 25 Oktober 2024.
  3. 1 2 "Sekilas Perusahaan". PT Barito Pacific Tbk. Diakses tanggal 25 Oktober 2024.
  4. ↑ https://swa.co.id/swa/trends/eksplorasi-star-energy-untuk-kelistrikan-indonesia
  5. ↑ https://www.tribunnews.com/bisnis/2019/12/06/candra-asri-siap-bangun-komplek-petrokimia-kedua
  6. ↑ Tempo: Indonesia's Weekly News Magazine, Volume 8,Masalah 26-34
  7. ↑ Barito Pacific Terpuruk
  8. ↑ Prajogo Pangestu Bawa Barito dari Bisnis Kayu Hingga Setrum
  9. ↑ Abigail, Patricia Yashinta Desy (4 November 2022). "Barito Pacific (BRPT) Alihkan Saham Star Energy Rp 19,46 Triliun". Katadata. Diakses tanggal 30 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan