Selasa, 22 September 2026
02:04 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Barel beta

Barel beta

330px-Sucrose_porin_1a0s.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Barel beta dengan 18-untai. Porin spesifik sukrosa dari S. typhimurium. Protein ini terletak di dalam protein membran dan memungkinkan sukrosa untuk berdifusi melalui membran. (PDB: 1A0S)
250px-Rbp_1brp.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Barel β dengan 8-untai. Protein pengikat retinol manusia yang terikat pada retinol (vitamin A) berwarna biru. (PDB: 1RBP)

Dalam struktur protein, barel beta (barel β) adalah lembaran beta (lembaran β) yang terdiri dari pengulangan basa yang berputar dan melilit untuk membentuk struktur toroida dengan untai pertama yang menempel ke untai terakhir (ikatan hidrogen). Untai-beta pada banyak barel beta tersusun secara antiparalel. Struktur barel beta dinamakan atas kemiripannya terhadap barel (tong) yang digunakan untuk menyimpan cairan. Kebanyakan barel beta merupakan protein membran luar yang larut dalam air dan sering kali mengikat ligan hidrofobik di pusat barrel, seperti pada lipokalin. Sisanya tersebar di membran sel dan lazim ditemukan di porin. Protein porin dengan struktur mirip barel dikodekan oleh sebanyak 2-3% gen pada bakteri gram-negatif.[1] Lebih dari 600 protein dengan berbagai fungsi seperti oksidase, dismutase, dan amilase mengandung struktur barel beta.[2]

Dalam banyak kasus, untai-untai tersebut mengandung asam amino polar dan nonpolar (hidrofilik dan hidrofobik) secara bergantian, sehingga residu hidrofobik terarah ke dalam barel untuk membentuk inti hidrofobik, sementara residu polar terarah ke luar barel pada permukaan yang terpapar pelarut. Porin dan protein membran lainnya yang mengandung beta barrel memiliki pola ini secara terbalik dengan residu hidrofobiknya terarah ke luar barel (bersentuhan dengan lipid sekitar) dan residu hidrofiliknya terarah ke sisi dalam pori yang encer.

Barel beta dapat diklasifikasikan berdasarkan dua parameter: jumlah untai pada lembaran-beta, n, dan "angka geser", S, sebagai ukuran dari pergeseran untai dalam lembaran-beta.[3] Kedua parameter tadi terkait dengan sudut kemiringan untai beta relatif terhadap sumbu barel.[4][5][6]

Jenis

250px-MupwithSBT.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah protein urin mayor tikus. Struktur barel membentuk kantong pengikatan untuk feromon tikus, 2-sec-butyl-4,5-dihydrothiazole.[7] (PDB: 1MUP)

Atas-dan-bawah

Barel atas-dan-bawah adalah topologi barel paling sederhana dan terdiri dari sejumlah untai beta, masing-masing terikat oleh ikatan hidrogen ke untai sebelum dan setelahnya di sekuens primernya.

Bolu gulung

Lipatan atau barel bolu gulung, dikenal juga sebagai swiss roll atau jelly roll, umumnya terdiri dari delapan untai beta yang tersusun dalam dua lembar berisi empat untai. Untai-untai yang berdekatan pada sekuens tersusun secara bergantian di antara kedua lembar, sehingga mereka "dibungkus" dalam tiga dimensi untuk membentuk bentuk barel.

Contoh

Porin

Porin memiliki enam belas atau delapan belas untai atas-dan-bawah struktur beta barel yang berfungsi sebagai transporter ion dan molekul kecil yang tidak dapat berdifusi melalui membran sel. Struktur ini muncul pada membran luar bakteri gram-negatif, kloroplas, dan mitokondria. Pori pusat protein, yang terkadang dikenal sebagai eyelet, dilapisi oleh residu bermuatan yang disusun sedemikian rupa sehingga muatan positif dan negatif muncul di sisi berlawanan dari pori. Sebuah loop panjang antara dua untai beta sebagian menghalangi saluran pusat; ukuran dan konformasi loop membantu membedakan molekul yang dapat melewati transporter.

Lihat juga

Referensi

  1. Wimley WC (Agustus 2003). "The versatile beta-barrel membrane protein". Current Opinion in Structural Biology. 13 (4): 404–411. doi:10.1016/S0959-440X(03)00099-X. PMID 12948769.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Lu Y, Yeung N, Sieracki N, Marshall NM (Agustus 2009). "Design of functional metalloproteins". Nature. 460 (7257): 855–862. Bibcode:2009Natur.460..855L. doi:10.1038/nature08304. PMC 2770889. PMID 19675646.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Murzin AG, Lesk AM, Chothia C (Maret 1994). "Principles determining the structure of beta-sheet barrels in proteins. I. A theoretical analysis". Journal of Molecular Biology. 236 (5): 1369–1381. doi:10.1016/0022-2836(94)90064-7. PMID 8126726.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Murzin AG, Lesk AM, Chothia C (Maret 1994). "Principles determining the structure of beta-sheet barrels in proteins. II. The observed structures". Journal of Molecular Biology. 236 (5): 1382–1400. doi:10.1016/0022-2836(94)90065-5. PMID 8126727.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Liu WM (Januari 1998). "Shear numbers of protein beta-barrels: definition refinements and statistics". Journal of Molecular Biology. 275 (4): 541–545. doi:10.1006/jmbi.1997.1501. PMID 9466929.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Hayward S, Milner-White EJ (Oktober 2017). "Geometrical principles of homomeric β-barrels and β-helices: Application to modeling amyloid protofilaments" (PDF). Proteins. 85 (10): 1866–1881. doi:10.1002/prot.25341. PMID 28646497. S2CID 206410314.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. {{cite journal}}: Kutipan kosong

=== Bacaan lanjutan

===

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan