Minggu, 04 Oktober 2026
19:53 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Bank Bali

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang salah satu bank pendahulu Bank Permata. Untuk bank pembangunan daerah Bali, lihat Bank BPD Bali.
Bank Bali
IndustrIPerbankan dan komponennya
Entitas pendahuluBank Dharma Usaha
PendiriDjaja Ramli
Dibubarkan18 Oktober 2002
Status akhirDileburkan
PenerusBank Permata
Tokoh kunci
Rudy Ramli (Presiden Direktur)
ProdukKeuangan

PT Bank Bali Tbk adalah bank yang pernah ada di Indonesia hingga 2002. Bank ini didirikan pada tanggal 17 Desember 1954 dengan nama "PT Bank Persatuan Dagang Indonesia" (BPDI). Bank mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 5 Januari 1955 dan memperoleh izin usaha pada tanggal 19 Februari 1957. Bank juga memperoleh izin untuk melakukan kegiatan valuta asing pada tanggal 8 Mei 1956. Pada tanggal 20 Agustus 1971, BPDI berubah nama menjadi Bank Bali. Pada 1999, Direktur Utama Bank Bali Rudy Ramli, yang mewarisi bank dari ayahnya pada 1992, dipaksa membayar komisi Rp546 miliar kepada PT Era Giat Prima, perusahaan yang dikelola Wakil Bendahara Partai Golkar Setya Novanto, untuk mengumpulkan Rp904 miliar dari sisa uang dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Skandal Baligate mengakibatkan Rudy kehilangan kendali atas bank yang ditempatkan di bawah manajemen BPPN sebelum diambil alih oleh Standard Chartered.

Pada tahun 2002, bank ini dileburkan menjadi Bank Permata bersama empat bank lainnya, Bank Universal, Bank Artamedia, Bank Patriot dan Bank Prima Express.[1] Sebelumnya, pada tahun 1999, bank ini terlibat dalam sebuah skandal korupsi besar-besaran.

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ "Profil Korporasi". Diakses tanggal 3 Desember 2015.
Ikon rintisan

Artikel bertopik bank atau perbankan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan