Rabu, 14 Oktober 2026
10:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Bangsa Laut (purba)

Bangsa Laut (purba)

kelompok etnik historis dugaan

Bagikan:
Untuk suku semi-nomaden laut yang ada di Indonesia, lihat Suku Laut (Indonesia).
330px-Medinet_Habu_Ramses_III._Tempel_Nordostwand_Abzeichnung_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangsa Laut bertempur melawan pasukan Mesir.
N35
G1
N25
t Z2ss
N35
G40
M17M17Aa15
D36
N35AN36
N21
Bangsa Laut (n3 ḫ3s.wt n<.t> p3 ym)
Hieroglif Mesir

Bangsa Laut atau Orang Laut adalah kumpulan pelaut yang menyerbu dan menjarah pada milenium kedua SM. Mereka belayar ke Laut Tengah timur, menyebabkan kerusuhan politik, dan berupaya memasuki atau menguasai wilayah Mesir pada akhir dinasti ke-19 dan khususnya selama tahun kedelapan pemerintahan Ramses III pada dinasti ke-20. Firaun Mesir Merneptah secara eksplisit menyebut mereka "negara (atau 'bangsa') asing[1]) dari laut" (bahasa Mesir n3 ḫ3s.wt n<.t> p3 ym[2][3]) dalam Prasasti Karnak Besar.[4] Beberapa sejarawan berpendapat bahwa Bangsa Laut pernah menyerbu Siprus, Het, dan Levant.

Catatan kaki

  1. ↑ As noted by Gardiner V.1 p.196, other texts have
    N25
    X1 Z4
    ḫ3sty.w "foreign-peoples"; both terms can refer to the concept of "foreigners" as well. Zangger in the external link below expresses a commonly held view that "sea peoples" does not translate this and other expressions but is an academic innovation. The Woudhuizen dissertation and the Morris paper identify Gaston Maspero as the first to use the term "peuples de la mer" in 1881.
  2. ↑ Gardiner V.1 p.196.
  3. ↑ Manassa p.55.
  4. ↑ Line 52. The inscription is shown in Manassa p.55 plate 12.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sea Peoples.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan