Sabtu, 24 Oktober 2026
13:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Bandar Udara Iskandar

Bandar Udara Iskandar

bandar udara di Indonesia

Bagikan:
Bandar Udara Iskandar

Iskandar Airport
330px-IskandarAirport1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi
JenisPublik / Militer
PemilikTNI Angkatan Udara
PengelolaDirektorat Jenderal Perhubungan Udara
MelayaniPangkalan Bun
LokasiPangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Indonesia
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Ketinggian dpl23 mdpl
Koordinat2°42′18″S 111°40′23″E / 2.70500°S 111.67306°E / -2.70500; 111.67306
Peta
PKN di Kabupaten Kotawaringin Barat
PKN
PKN
Lokasi di Kabupaten Kotawaringin Barat
Tampilkan peta Kabupaten Kotawaringin Barat
PKN di Kalimantan Tengah
PKN
PKN
Lokasi di Kalimantan Tengah
Tampilkan peta Kalimantan Tengah
PKN di Kalimantan
PKN
PKN
Lokasi di Kalimantan
Tampilkan peta Kalimantan
PKN di Borneo
PKN
PKN
Lokasi di Borneo
Tampilkan peta Borneo
PKN di Indonesia
PKN
PKN
Lokasi di Indonesia
Tampilkan peta Indonesia
Landasan pacu
Arah Panjang Permukaan
m kaki
13/31 2,120 6,955 Aspal
Statistik (2023)
Penumpang359,792 (Kenaikan 4.0%)
Kargo (per ton)688 (Penurunan 12.1%)
Pergerakan pesawat4,307 (Penurunan 8.1%)
Sumber: DJPU[1][2]
Pangkalan Udara TNI AU Iskandar
250px-Logo_LANUD.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Lanud
NegaraIndonesia Indonesia
Cabang40px-Lambang_TNI_AU.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Udara
Tipe unitLanud Tipe C
PeranPangkalan Angkatan Udara
Bagian dariKomando Operasi Angkatan Udara I
LanudPangkalan Bun
PelindungTentara Nasional Indonesia
Moto"Prayatna Kerta Gegana"
Situs webwww.tni-au.mil.id

Bandar Udara Iskandar (IATA: PKN, ICAO: WAGI) terletak di Kota Pangkalanbun, Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin dan merupakan satu satunya bandara di Kalimantan Tengah yang memiliki stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) avtur. Panjang landasan pacu (run way) Bandara Iskandar sehingga menjadi 13/31 berukuran panjang 2.120 meter, lebar 45 meter.[3] Untuk ukuran kota kabupaten di luar Pulau Jawa, keberadaan Bandar Udara Iskandar cukup memadai.selain untuk keperluan militer angkatan udara, Bandara ini melayani beberapa penerbangan dan cargo antar kota di Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Jawa.Tanggal 4 January 2015 bandara Iskandar menjadi posko utama dalam pencarian Indonesia AirAsia Penerbangan 8501 yang jatuh di Selat Karimata.[4] Bandara Iskandar sudah mampu di darati pesawat terbang jenis Airbus A320-200 seri NEO maupun seri biasa seperti milik maskapai Citilink (meskipun statusnya Carter) dan Batik Air (A320-200).[5]

Maskapai dan tujuan

MaskapaiTujuan
Batik Air Jakarta–Soekarno–Hatta,[6] Semarang,[7] Surabaya[8]
NAM Air Jakarta–Soekarno–Hatta, Semarang, Surabaya

Pengembangan Bandar Udara Iskandar

Tahun 2017, Bandar Udara Iskandar kembali mengajukan dana pengembangan bandara dari pemerintah pusat. Dana ini akan dipergunakan untuk menambah panjang run way dari panjang 2.120 m menjadi 3.570 m pembangunan Terminal Baru yang memiliki Desain Seperti Terminal Khas Kalimantan Tengah dan fasilitas lainnya.

Potensi

Potensi berkembangnya Bandar Udara Iskandar, selain didukung oleh daya tarik Taman Nasional Tanjung Puting,Habitat alami orang utan, sebagai tujuan wisata konservasi yang telah go Internasional, juga didukung oleh perkembangan pesat investor dan industri di sektor agronomi dan agrobisnis lainnya di daerah Kotawaringin Barat dan sekitarnya. Selain dari Kabupaten Kotawaringin Barat, masyarakat Kabupaten Sukamara, Lamandau dan sebagian besar dari Kabupaten Seruyan, mengandalkan Bandara Iskandar Pangkalan Bun untuk bepergian keluar pulau.

Pembangunan Bandar Udara Internasional

Kapasitas penumpang penerbangan Domestik dan Internasional semakin meningkat, saat ini Bandara Iskandar masih mampu untuk mendukung moda udara.

Sejarah Landasan Udara Iskandar

250px-Bandara_Iskandar_-_Pangkalan_Bun.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bandara Iskandar

Bandara Iskandar dahulunya bernama Lapangan Terbang Subah Uyah, bandara tersebut merupakan warisan/peninggalan pemerintah kolonial Jepang yang masih berupa tanah di padatkan.pada tahun 1947 Pangeran Muhammad Noor, yang saat itu menjabat gubernur kalimantan, mengajukan permintaan kepada AURI unuk membangun sebuah stasiun radio guna menyebarkan beita bahwa indonesia telah medeka sejak tahun 1945. Soerjadi Soerjadarma mengambil inisiatif mengirimkan ke 13 orang ke kalimantan, dua di antaranya adalah teknisi radio dari AURI, sedangkan 11 orang lainnya adalah putra kalimanta. Kesebelas putra kalimantan itu adalah Iskandar sebagai komandan pasukan, Ahmad kosasih, Bachri,J Biak,C Williem, Imanuel, Amirudin, Ali Akbar, M Dahlan, JH Darius, dan Marawi. Pada tanggal 17 oktober 1947(yang kemudian menjadi hari Korpaskhas TNI-AU) dini hari. Pesawat lepas landas dari Maguwo, Djogjakarta menyebrangi laut Jawa dan belantara hutan rimba kalimantan menuju Kotawaringin Barat,Tepatnya Di desa Sambi, Kalimantan Tengah sebagai daerah saaran penerjunan. menggunakan pesawat C-47 Dakota RI-002 (Monumen Palagan Sambi yang sampai saat ini masih tetap Utuh berdiri di sebelah bundaran pancasila) yg di awaki kapten pilot Bob Freeberg dengan kopilot Makmur Suhodo sera dibantu jump master Amir Hamzah dan pemadu jalan mayor Tjilik Riwut bersama 13 pejuang prajurit penejun. Selepas mendarat dengan selamat,mereka menghadapi pasukan Belanda yang sedang melangsungkan agresi militer 1 yang pada saat itu Berupaya merebut landasan udara Jepang yg telah berhasil di ambil alih oleh pemerintah Indonesia. Ke 13 orang tersebut tewas dan yg tersisa menjadi tawanan pihak Belanda. Untuk mengenang jasa para penerjun tersebut, maka nama komandan penerjun Iskandar di abadikan mejadi nama landasan tersebut.

Pangkalan TNI AU Iskandar

Lanud Iskandar sebenarnya merupakan lanud terluas di Indonesia. Luasnya yang mencapai 3000,6 hektar melebihi luas Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Lanudal Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur. Hanya saja, dari luas tersebut, baru sekitar 200 hektar saja yang dimanfaatkan sebagai kantor dan landasan pacu pesawat. luasnya area yang dimiliki lanud ini, akhirnya menjadikannya sebagai hutan kota. Pasalnya, wilayah di sekitar lanud ini masih dikelilingi oleh hutan yang cukup asri.[9] Lanud Iskandar ini masih tipe C di bawah kendali Koopsau I TNI AU.[10]

Komandan

  • Letkol Pnb Jhonson Henrico Simatupang, M.Han. (2014—2015)
  • Letkol Pnb Ucok Enrico Hutadjulu, S.H., M.M., CHRMP. (2015—2017)
  • Letkol Pnb Ade Fitra (2017—2019)
  • Letkol Pnb Didik Setiya Nugroho, S.E., M.Han. (2019—2020)
  • Letkol Nav Rudy Kurniawan, S.E., M.Han. (2020—2023)
  • Letkol Pnb Ignatius Widi Nugroho, S.T., M.M.D.S. (2023)
  • Letkol Pnb David Moningka, S.A.P., M.Han. (2023—2025)
  • Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han.[11] (2025—sekarang)

Referensi

  1. ↑ "Bandar Udara Iskandar". Ministry of Transportation. Diakses tanggal 6 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Statistik Angkatan Udara 2023" (PDF). DGCA. Diakses tanggal 3 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑
  4. ↑ . Diakses tanggal 4 Januari 2015
  5. ↑ . Airbus 320 Neo Pertama yang Touch down di bandara Iskandar
  6. ↑ "Instagram".
  7. ↑ "Batik Air Ajak Explore di Indonesi Aja dengan Rute Baru Semarang - Pangkalan Bun". KONTAN.CO.ID. Diakses tanggal 2024-05-15.
  8. ↑ "Batik Air Layani Penerbangan di Kobar Mulai Februari 2024". www.borneonews.co.id. Diakses tanggal 2024-01-28.
  9. ↑ "Lanud Iskandar, Landasan TNI AU Terluas nan Bersejarah yang Tak Banyak Dikenal" website nasional.kompas.com
  10. ↑ "Lanud Soedirman dan Iskandar Beralih Komando". jatimnet.com. 19 Maret 2021. Diakses tanggal 6 Juli 2025.
  11. ↑ Jabatan Danlanud Iskandar Resmi Dijabat Mayor Pnb Nugroho Tri Widyanto
Sumatra
Bandara internasional
Bandara domestik
Jawa
Bandara internasional
Bandara domestik
Nusa Tenggara
Bandara internasional
Bandara domestik
Kalimantan
Bandara internasional
Bandara domestik
Sulawesi
Bandara internasional
Bandara domestik
Maluku dan Papua
Bandara internasional
Bandara domestik
  • Bandar udara domestik melayani penerbangan domestik, pribadi, dan carteran.
  • Nama bandar udara yang diberi tanda * bisa mengeluarkan Visa on Arrival (VoA)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan