Kamis, 08 Oktober 2026
17:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Balakresna

Balakresna

Bagikan:
250px-Raja_Ravi_Varma%2C_Yasoda_Adorning_Krishna.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Yasoda mendandani Kresna, karya Raja Ravi Varma.

Balakresna (Dewanagari: बाल-कृष्ण; ,IAST: bālakṛṣṇa,; secara harfiah berarti "Kresna kecil") adalah salah satu bentuk pemujaan kuno dalam Kresnaisme dan suatu unsur dalam sejarah penyembahan Kresna pada zaman kuno. Tradisi ini dianggap sebagai suatu bagian dari sejumlah tradisi yang kemudian berbaur dalam tahap perkembangan sejarah dan memuncak pada bentuk penyembahan Radha Kresna sebagai Swayam Bhagawan. Tradisi monoteis lainnya adalah Bhagawatisme dan Penyembahan Gopala, yang bersama Penyembahan Kresna Basudewa membentuk dasar-dasar tradisi agama monoteis pemuja Kresna pada masa kini.[1] Penyembahan Balakresna, anak ilahi, meskipun memiliki ciri signifikan agama Kresna, sering kali kurang mendapat perhatian,[2] namun merupakan salah satu wujud Kresna yang populer di berbagai wilayah India pada masa kini.[1] Bukti-bukti awal penyembahannya dapat ditemukan sekurang-kurangnya pada abad ke-4 Masehi menurut bukti dari Megasthenes dan dalam kitab Arthasastra oleh Kautilya, di mana Vāsudeva (sebagai putra Basudewa) disembah sebagai dewa tertinggi dalam format monoteistik yang kuat, di mana dewa tersebut sempurna, kekal dan penuh karunia.[3]

Beberapa kejadian ajaib yang dilakukannya telah terkenal. Diyakini bahwa Putana, monster raksasa, terbunuh saat Kresna yang masih bayi mengisap jiwanya dengan cara mengisap puting susu beracun yang ditawarkannya.[4]

Balakresna sering kali digambarkan sebagai anak kecil yang merangkak dengan tangan dan lututnya atau menari dengan segenggam mentega di tangannya.[5][6]

Dalam Bhagawadgita, disebutkan bahwa Kresna mengajarkan agama monoteistik universal tentang Tuhan berkepribadian dan mengungkapkan jati dirinya sebagai Tuhan Yang Mahakuasa, Swayam Bhagavan. Penggabungan historis Kresna dengan Wisnu telah mentransfer sejumlah gelar Wisnu, demikian pula kekuasaannya, kepada Kresna. Kisah masa kanak-kanak dalam legenda Kresna menjadi fokus kultus kebaktian abad pertengahan yang mulai berkembang dalam sejumlah gerakan pada abad pertengahn di India.[4]

Catatan kaki

  1. 1 2 KLOSTERMAIER, Klaus K. (2005). A Survey of Hinduism. State University of New York Press; 3 edition. hlm. 206. ISBN 0791470814.
  2. ↑ BASHAM, A. L.; Singer, Milton; Ingalls, Daniel H. H. (May, 1968). "Review:Krishna: Myths, Rites, and Attitudes.". The Journal of Asian Studies. 27 (3). www.jstor.org: 667–670. doi:10.2307/2051211. Diakses tanggal 2008-05-24.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Hastings 2003, hlm. 540–42 harvnb error: tanpa target: CITEREFHastings2003 (bantuan)
  4. 1 2 Miller, Barbara Stoler; Hawley, John C. (1997). Love Song of the Dark Lord. New York: Columbia University Press. ISBN 0-231-11097-9.{{cite book}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. ↑ Students' Britannica India By Dale Hoiberg, Indu Ramchandani p.251
  6. ↑ Satsvarupa dasa Goswami (1998). "The Qualities of Sri Krsna" (Dokumen). GNPress. hlm. 152 pages.{{cite document}}: Parameter tidak dikenal |isbn= diabaikan

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan