Senin, 05 Oktober 2026
04:00 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Bakiak

Bakiak

Bagikan:
250px-OLAHRAGA_TRADISIONAL_BAKIAK.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Olahraga tradisional Bakiak

Bakiak merupakan alas kaki tradisional yang terbuat dari kayu ringan pada bagian telapaknya, sedangkan pengikat kakinya dibuat dari potongan ban bekas yang dipaku pada kedua sisinya. Alas kaki ini dikenal luas oleh masyarakat karena bentuknya sederhana, mudah dibuat, dan memiliki harga yang terjangkau. Pada masa kondisi ekonomi sulit, bakiak menjadi pilihan masyarakat karena biaya pembuatannya relatif murah dibandingkan jenis alas kaki lainnya.[1]

Selain harganya yang ekonomis, bakiak juga memiliki daya tahan yang cukup baik. Bahan kayu yang digunakan membuat bakiak kuat untuk dipakai dalam kegiatan sehari-hari, sedangkan pengikat dari ban bekas menjadikannya lebih lentur dan nyaman digunakan. Kombinasi kedua bahan tersebut menyebabkan bakiak tahan terhadap air serta dapat digunakan pada kondisi cuaca panas maupun dingin. Oleh sebab itu, bakiak banyak digunakan oleh masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan lingkungan kerja yang memerlukan alas kaki sederhana tetapi tahan lama.[2]

Keberadaan bakiak diperkirakan mendapat pengaruh dari budaya Jepang yang telah lama mengenal sandal kayu tradisional bernama Geta. Hal tersebut terlihat dari kesamaan bentuk dasar serta penggunaan kayu sebagai bahan utama. Namun, dalam perkembangannya, bakiak memiliki ciri khas tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan budaya masyarakat Indonesia. Saat ini, bakiak tidak hanya digunakan sebagai alas kaki, tetapi juga sering dimanfaatkan dalam berbagai permainan tradisional dan perlombaan pada kegiatan masyarakat.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Purwanto, Didik; Agusniatih, Andi; Fitriana, Fitriana; Fahrizal, Fahrizal (2023-09-12). "Penerapan Permainan Tradisional Bakiak dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini: Studi Kasus di TK Al-Khairaat Kabupaten Parigi Moutong". Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (dalam bahasa Inggris). 7 (4): 5052–5059. doi:10.31004/obsesi.v7i4.4922. ISSN 2549-8959.
  2. 1 2 "Asal-usul lomba Bakiak, Permainan Tradisional Saat Agustusan". Tempo. 30 Juli 2023 | 13.43 WIB. Diakses tanggal 2025-01-21.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=


Ikon rintisan

Artikel bertopik alat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan