Sabtu, 10 Oktober 2026
16:08 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Bahasa Jawa Kedu

Bahasa Jawa Kedu

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
Bahasa Jawa Kedu
ꦧꦱꦗꦮꦏꦼꦣꦸ
Basa Jawa Kêdu
Dituturkan diIndonesia, Suriname, Belanda, Kaledonia Baru
WilayahKedu (Jawa Tengah)
Penutur
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
Posisi bahasa Jawa Kedu dalam dialek-dialek bahasa Jawa Sunting klasifikasi ini

Catatan:

Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
Status resmi
Diatur olehBalai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Kode bahasa
ISO 639-3–
Glottologkedu1234
Lokasi penuturan
Locator_karesidenan_kedu.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Jawa Kedu atau Dialek Kedu (bahasa Jawa:ꦧꦱꦗꦮꦏꦼꦣꦸ translit. Basa Jawa Kêdhu) adalah sebuah dialek bahasa Jawa modern yang dituturkan di wilayah Keresidenan Kedu, tersebar di Kabupaten dan Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purworejo, bagian tenggara Kabupaten Wonosobo dan ujung timur Kabupaten Kebumen. Dialek Ini merupakan perpaduan Dialek Surakarta-Yogyakarta dengan Dialek Banyumasan, sehingga penutur dialek kedu terlihat seperti menuturkan kedua dialek secara bersamaan, walaupun juga terdapat variasi kosakata lokal. Bahasa Jawa Kedu juga merupakan turunan dari Bahasa Jawa Pertengahan dan memiliki banyak kemiripan dengan dialek bahasa Jawa modern lainnya terutama rumpun dialek Tengah dan Kulon karena posisi dialek kedu berada di perbatasan kedua dialek.

Kosakata

Dialek Kedu terkenal dengan cara bicaranya yang khas, sebab merupakan pertemuan antara dialek Surakarta-Yogyakarta (bandek) dan dialek Banyumasan (ngapak). Sebagian masyarakat Kedu menggunakan logat bandek akan tetapi dari penuturan dan sebagian kosakatanya terkesan agak ngapak sehingga agak sulit dipahami oleh penutur Bahasa Jawa dialek Semarang-Surakarta-Yogyakarta. Bahasa Jawa Kedu juga punya banyak kosakata khas, Berikut ini kosakata yang menandakan ciri khas dialek Kedu yang berbeda dengan Bahasa Jawa Baku:

  • Nyong : saya
  • Aku: saya (sebagian Magelang dan Purworejo)
  • de'e/deke/samang/peyang: kamu
  • Iro/Siro/Riko : kamu/Anda (sebagian Purworejo
  • arak/arek/arep/gak : akan atau hendak
  • njagong/njagog/gogok: duduk
  • Piye/ kepiye/ priye/priwe: bagaimana
  • iki/kiye: ini
  • nono : tidak ada
  • nyah : nih
  • omah/umah : rumah
  • maning/menìng/maneh/meneh : lagi
  • biyangane : ibu
  • maring/ring : ke
  • wae/hae : saja
  • klular-klulur : kelamaan
  • klalen : lupa
  • pacitan : suguhan (makanan)
  • srateni : peduli
  • kemruweg : perut keroncongan
  • hondha : motor (semua merek)
  • montor : mobil
  • gasik : lebih awal
  • luweh: terserah
  • jidhor : rasain
  • batir/konco : teman
  • temenan : beneran
  • gandhul: pepaya
  • mboco/moco: membaca
  • mberuh (émbuh ora wèruh): tidak tahu
  • ambek/mbek: bersama atau dengan
  • krongsi: kursi
  • sae: baik
  • awi: silahkan
  • njo: ayo
  • sikak: (kata umpatan)
  • ngigol/gigol/gigal: benda yang jatuh
  • njuk/njur/ banjur : trus
  • jo ngasi: jangan sampai
  • ndak: apakah
  • ndak iyå?: apa benar/iya?
  • tèyèng: bisa
  • tekå-tekå : tiba-tiba
  • mayar : mudah
  • krêmùn : gerimis
  • jathil : tidak akan mau
  • rêmpon : berbincang-bincang
  • gandhêm : ungkapan istimewa
  • boek : kaus kaki
  • ndhais : sukurin
  • mbêtu : keras kepala
  • ndekok : tidur
  • dhemenan : selingkuhan
  • enyeng : agak gila
  • gambreng : cengeng
  • gatis : sok ingin tahu
  • gleyor : kacang panjang
  • gong : bodoh
  • guthil : pelit
  • jampeng : dipanggil tidak mendengarkan
  • jothak/jothakan : bertegur sapa
  • jrendhal : ketela pohon
  • kêmêthak : berlagak sok keren
  • kadhek : selagi
  • krêkês-krêkês = demam
  • lohùng = lumayan
  • macak = berdandan
  • mlotho = sombong
  • ngganyuk = bengong
  • obrogan = rusakan
  • owol = barang bekas / rosokan
  • sipil = sangat mudah

dll

Bahasa Jawa Kedu juga memiliki banyak kemiripan kosakata dengan bahasa Jawa Banyumasan walaupun lebih sering menggunakan vokal "O" seperti bahasa Jawa Surakarta-Yogyakarta.

Dialek Kedu juga memiliki pengantar seperti: eeee, oooo, ha kok, ehalah, ha-inggih dan kadang diawali kata "ha" yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa Kedu saat sedang mengobrol. Hal tersebut menandakan jika orang Jawa Kedu memang gayeng (menyenangkan) dalam bertutur kata.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan