Minggu, 01 November 2026
21:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bahasa Mahan

Bahasa Mahan

suatu atau beberapa bahasa kuno (yang mana disebut "Japonik Mahan" dan/atau "Koreanik Mahan" oleh pakar linguistik tergantung konteks) yang pernah dituturkan di Konfederasi Mahan

Bagikan:
Bahasa Mahan
Japonik Mahan, Koreanik Mahan
Dituturkan diKonfederasi Mahan
WilayahSemenanjung Korea
Eraabad ke-1 SM hingga abad ke-7 M[1][2]
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Kode bahasa
ISO 639-3Tidak ada (tidak ada)
GlottologTidak ada
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Mahan diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [3][4]
Lokasi penuturan
500px-Langues_Han.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta bahasa-bahasa Samhan, termasuk Mahan.
  Mahan
  Gaya
  Silla
  Tamna
  Usan
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Mahan adalah suatu atau beberapa bahasa kuno (yang mana disebut Japonik Mahan dan/atau Koreanik Mahan)[a] yang diduga pernah dituturkan di Konfederasi Mahan di Semenanjung Korea. Bahasa ini hampir tidak memiliki bukti tertulis.

Penamaan

Bahasa ini dapat disebut sebagai Mahan,[5] Han-Paekche,[6] Paekche Kuno,[7] Japonik Paekche[8] atau Paekche Bangsawan.[9]

Sebagian cendekiawan membagi Mahan menjadi dua tahap:[2]

  • Mahan (sastra): abad ke-1 M hingga ke-4 M;
  • Mahan (Paekche): abad ke-4 M hingga ke-7 M.

Ki-Moon Lee beranggapan bahwa ini hanyalah suatu dialek bahasa Paekche dengan substratum dari bahasa Buyeo.[10][1] Hal ini berbeda dengan Martine Robbeets, yang meyakini bahwa Mahan Paekche terpisah dari bahasa Paekche dan Buyeo.[2]

Penggolongan

Berdasarkan catatan-catatan Tionghoa Kuno, Lee dan Ramsey memisahkan bahasa-bahasa di Dong Yi menjadi tiga kelompok:[11]

Mereka menganggap Puyo dan Samhan sebagai bagian dari rumpun bahasa yang sama.[13]

Namun, hubungan bahasa ini tidak diterima oleh semua orang. Selain itu, beberapa pakar kebahasaan menganggapnya sebagai bahasa Koreanik,[14][15] sementara yang lain percaya bahwa bahasa ini merupakan suatu bahasa Japonik Semenanjung.[16][17]

Aleksandr Vovin mencatat bahwa toponimi Japonik pada Samguk Sagi sebagian besar terkonsentrasi di wilayah lembah Sungai Han yang dulunya merupakan bagian dari Paekche dan kemudian dicaplok oleh Goguryeo. Lebih lanjut, dia menemukan bahwa Mahan sangat mirip dengan bahasa Pra-Koguryo, sehingga ia menyimpulkan bahwa perbedaan tersebut mungkin hanyalah sedikit.[18]

Soo-Hee Toh, dengan mempertimbangkan nama-nama tempat, berhipotesis bahwa Mahan, Ye-Maek, dan Gaya adalah bahasa yang sama.[19]

Perbandingan leksikon

Aleksandr Vovin, yang mendukung Mahan sebagai bahasa Japonik, membandingkan kata-kata dari bahasa Mahan dengan kata-kata dari bahasa-bahasa Japonik Kepulauan.[20]

Perbandingan Mahan dengan bahasa-bahasa Japonik Kepulauan
Glosa Mahan Jepang Kuno Proto-Ryūkyū Proto-Japonik Kepulauan
benteng *kuma kömë- ('mengunci') *kume- *kɘmay- ('mengunci')
pembentukan *yamru *ya-marö ('cabang') -- *ya-maro

Catatan penjelas

  1. ↑ tergantung konteks karena penggolongan yang belum mapan atau pernah terdapat dua bahasa yang berbeda rumpun: Japonik dan/atau Koreanik.

Rujukan

Catatan kaki

  1. 1 2 Lee & Ramsey (2011), hlm. 44.
  2. 1 2 3 Robbeets (2020), hlm. 6.
  3. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  5. 1 2 Lee & Ramsey (2011), hlm. 35.
  6. ↑ Robbeets (2007), hlm. 19.
  7. ↑ Soo-Hee Toh (2005), hlm. 12.
  8. ↑ Vovin (2017), hlm. 6, 12.
  9. ↑ Vovin (2014), hlm. 10.
  10. ↑ Soo-Hee Toh (1986). Chungham National University (ed.). "The Paekche Language: Its Formation and Features". Korean Linguistics. 4 (1): 33–46. doi:10.1075/kl.4.04sht. Diakses tanggal 10 September 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Lee & Ramsey (2011), hlm. 34–35.
  12. ↑ Logie (2012).
  13. ↑ Lee & Ramsey (2011), hlm. 49–50.
  14. ↑ Robbeets (2007), hlm. 19–20.
  15. ↑ Robbeets (2020), hlm. 3–5.
  16. ↑ Vovin (2013), hlm. 224.
  17. ↑ Vovin (2017), hlm. 5–6.
  18. ↑ Vovin (2017), hlm. 32.
  19. ↑ Soo-Hee Toh (2005), hlm. 19.
  20. ↑ Vovin (2017), hlm. 12.

Daftar pustaka

Japonik
Kepulauan
Japanesik
Ryukyu
Utara
Amami
Okinawa
Selatan
Miyako Raya
Yaeyama Raya
Japonik Jeju†
250px-Japanese_dialects-en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Japonik
Semenanjung
†
tahap lampau
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan