Minggu, 18 Oktober 2026
04:16 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Baharuddin Marah Sutan

Bagikan:

Baharuddin Marah Sutan atau juga dieja Baharoedin (lahir di Bukittinggi pada 31 Mei 1911 – meninggal 1988) adalah seorang pelukis dan kritikus seni Indonesia.[1][2][3] Ia sering melukis potret dan bereksperimen dengan teknik kolase yang mendapat perhatian pelukis-pelukis muda. Semasa pendudukan Jepang, ia bekerja di Balai Pustaka sebagai pemimpin Seksi Pembuatan Klise dan Ilustrasi untuk buku-buku. Pada awal kemerdekaan Indonesia, ia bersama Chairil Anwar, Rivai Apin, Asrul Sani, dan Mochtar Apin mendirikan organisasi Gelanggang Seniman Merdeka.[4][5][6][7]

Baharuddin berlatih melukis di Keimin Bunka Shidōsho (Pusat Kebudayaan Jepang) pada masa pendudukan Jepang dan mulai ikut pameran-pameran seni lukis hingga tahun 1945. Pada 1946, ia bersama Mochtar Apin mengerjakan permintaan Biro Urusan Pemuda Indonesia memproduksi 19 linocut folio untuk menyambut ulang tahun pertama kemerdekaan Indonesia. Folio tersebut menggambarkan berbagai gambaran yang berkaitan dengan perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Baharuddin membuat sepuluh cetakan, sementara Mochtar Apin sisanya; seluruhnya dicetak 36 eksemplar.[8]

Sekitar tahun 1950-an, Baharuddin memperbarui desain kulit buku-buku yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, tipografinya, serta tata letaknya. Sejak berdirinya Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (kini IKJ), ia juga mengajar di Akademi Seni Rupa dan Akademi Sinematografi milik lembaga tersebut.

Karya tulis

  • Raden Saleh 1807–1880: Perintis Seni Lukis di Indonesia (1973)

Referensi

  1. ↑ "Meninggal Karena Sakit Lumpuh". Tempo. 17 Desember 1988 | 00.00 WIB. Diakses tanggal 2026-05-27.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ developer, mediaindonesia com. "Menghidupkan Sanento Yuliman". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-05-27.
  3. ↑ "Indonesia|Regional Overview|Knowing|Asian Art Resource Room". Indonesia|Regional Overview|Knowing|Asian Art Resource Room (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-27.
  4. ↑ Supangkat, Jim (2005). Provocative Bodies: Interpreting the Works of Mochtar Apin, 1990-1993 (dalam bahasa Inggris). Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-99091-0-7.
  5. ↑ Effendy, Mochtar (2000). Ensiklopedi agama dan filsafat. Penerbit Universitas Sriwijaya. ISBN 978-979-587-151-4.
  6. ↑ Beberapa seniman Yogyakarta. Taman Budaya, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 1990.
  7. ↑ Yuliman, Sanento (2001). Dua seni rupa: sepilihan tulisan Sanento Yuliman. Yayasan Kalam. ISBN 978-979-95480-6-1.
  8. ↑ Linoleographs- Baharoedin & Mochtar Apin

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan