Sabtu, 31 Oktober 2026
21:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Baharuddin Marah Sutan

Bagikan:

Baharuddin Marah Sutan atau juga dieja Baharoedin (lahir di Bukittinggi pada 31 Mei 1911 – meninggal 1988) adalah seorang pelukis dan kritikus seni Indonesia.[1][2][3] Ia sering melukis potret dan bereksperimen dengan teknik kolase yang mendapat perhatian pelukis-pelukis muda. Semasa pendudukan Jepang, ia bekerja di Balai Pustaka sebagai pemimpin Seksi Pembuatan Klise dan Ilustrasi untuk buku-buku. Pada awal kemerdekaan Indonesia, ia bersama Chairil Anwar, Rivai Apin, Asrul Sani, dan Mochtar Apin mendirikan organisasi Gelanggang Seniman Merdeka.[4][5][6][7]

Baharuddin berlatih melukis di Keimin Bunka Shidōsho (Pusat Kebudayaan Jepang) pada masa pendudukan Jepang dan mulai ikut pameran-pameran seni lukis hingga tahun 1945. Pada 1946, ia bersama Mochtar Apin mengerjakan permintaan Biro Urusan Pemuda Indonesia memproduksi 19 linocut folio untuk menyambut ulang tahun pertama kemerdekaan Indonesia. Folio tersebut menggambarkan berbagai gambaran yang berkaitan dengan perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Baharuddin membuat sepuluh cetakan, sementara Mochtar Apin sisanya; seluruhnya dicetak 36 eksemplar.[8]

Sekitar tahun 1950-an, Baharuddin memperbarui desain kulit buku-buku yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, tipografinya, serta tata letaknya. Sejak berdirinya Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (kini IKJ), ia juga mengajar di Akademi Seni Rupa dan Akademi Sinematografi milik lembaga tersebut.

Karya tulis

  • Raden Saleh 1807–1880: Perintis Seni Lukis di Indonesia (1973)

Referensi

  1. ↑ "Meninggal Karena Sakit Lumpuh". Tempo. 17 Desember 1988 | 00.00 WIB. Diakses tanggal 2026-05-27.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ developer, mediaindonesia com. "Menghidupkan Sanento Yuliman". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-05-27.
  3. ↑ "Indonesia|Regional Overview|Knowing|Asian Art Resource Room". Indonesia|Regional Overview|Knowing|Asian Art Resource Room (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-27.
  4. ↑ Supangkat, Jim (2005). Provocative Bodies: Interpreting the Works of Mochtar Apin, 1990-1993 (dalam bahasa Inggris). Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-99091-0-7.
  5. ↑ Effendy, Mochtar (2000). Ensiklopedi agama dan filsafat. Penerbit Universitas Sriwijaya. ISBN 978-979-587-151-4.
  6. ↑ Beberapa seniman Yogyakarta. Taman Budaya, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 1990.
  7. ↑ Yuliman, Sanento (2001). Dua seni rupa: sepilihan tulisan Sanento Yuliman. Yayasan Kalam. ISBN 978-979-95480-6-1.
  8. ↑ Linoleographs- Baharoedin & Mochtar Apin

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan