Selasa, 29 September 2026
23:08 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Axel Honneth

Axel Honneth

Bagikan:
Axel Honneth
250px-Axel_Honneth_2016-04-18.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Honneth in 2016
Lahir18 Juli 1949 (umur 77)
Pendidikan
Alma mater
Filsafat
EraFilsafat Kontemporer
WilayahFilsafat Barat
Institusi
Mahasiswa doktoral
Minat utama

Axel Honneth (lahir 19 Juli 1949 di Essen, Jerman) adalah seorang filsuf generasi ketiga dari Mazhab Frankfurt. Dia berguru langsung kepada Jurgen Habermas.[4] Salah satu karya yang ditulis oleh Honneth adalah mengenai politik rekognisi dalam buku berjudul The Struggle for Recognition: The Moral Grammar in a Critical Social Theory. Dia juga merupakan professor bidang filsafat di Colombia University dan Universitas Goethe Frankfurt.

Karier

Honneth mengawali masa studinya di Universitas Bonn dan Bochum. Setelah menyelesaikan studinya, Honneth melanjutkan studi doktoralnya di Universitas Berlin. Setelah menyelesaikan doktoralnya, Honneth berkesempatan berguru langsung kepada Jurgen Habermas di Max Planck Institute for the Study of Scientific Technical World.[5] Di sana Honneth bekerja sebagai peneliti yang berada di bawah arahan dari Habermas.[6]

Honneth kemudian pindah ke Frankfurt sebagai asisten filsafat Habermas. Pada saat itu, Habermas menjabat sebagai guru besar dan direktur dari institut penelitian tersebut, yang kemudian akan digantikan oleh Honneth. Honneth diangkat sebagai Guru Besar Filsafat di Universitas Frankfurt pada tahun 1996. Lima tahun kemudian, dia menggantikan Habermas sebagai Direktur di Max Planck Institute for the Study of Scientific Technical World.[4]

Karya

  • Redistribution or Recognition? : A Political-Philosophical Exchange
  • The Stuggle for Recognition : The Moral Grammar in a Critical Social Theory
  • The Idea of Socialism : Towards a Renewal
  • Social Action and Human Nature

Referensi

  1. ↑ "Authors - PublicSpace".
  2. ↑ "Journalism, human rights and moral rectitude: Letters from a war zone". 14 Agustus 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Einstein Forum – Wissen essen oder die Weisheit eines guten Geschmacks".
  4. 1 2 Seran, Alexander (2013). "Emansipasi Sebagai Tata Bahasa Telaah Filsafat Moral Axel Honneth tentang Multikulturalisme". Jurnal Filsafat Arete. 02 (02): 121.
  5. ↑ Prabowo, Rian Adhivira (2019). "Politik Rekognisi Axel Honneth: Relevansinya terhadap Jaminan Kesetaraan dalam Hukum di Indonesia". Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintah. 4 (2): 75. doi:https://doi.org/10.14710/jiip.v4i2.5379.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  6. ↑ Marta, Rustono Farady (2018). "PERJUANGAN MULTIKULTURALISME PERHIMPUNAN INDONESIA TIONGHOA DALAM PERSPEKTIF REKOGNISI AXEL HONNETH". Bricolage. 4 (01): 23. doi:http://dx.doi.org/10.30813/bricolage.v4i01.1649.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan