Rabu, 04 November 2026
19:37 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Awan sirokumulus

Awan sirokumulus

genus awan, awan berketinggian tinggi

Bagikan:
250px-Cirrocumulus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Awan sirokumulus (Bahasa Inggris: Cirrocumulus cloud) adalah salah satu dari tiga genus utama awan tinggi.[1] Awan sirokumulus adalah awan berlapis[2] yang ditemukan tinggi di troposfer (5–15 km) dan merupakan satu-satunya awan yang ditemukan di sini. Karena awan sirokumulus ditemukan di tempat yang sangat tinggi, tumpukan awan tersebut mengambil apa yang dapat digambarkan sebagai 'butiran beras'.[3]

Awan sirokumulus adalah yang paling sedikit terlihat di antara sepuluh jenis utama awan. Tidak seperti awan sirus dan sirostratus, awan sirokumulus biasanya tidak menghasilkan lingkaran cahaya matahari, meskipun mampu menghasilkan warna dan korona pada kesempatan langka. Selain itu, ini adalah satu-satunya awan di tingkat tinggi yang tidak dapat ditemukan dalam bentuk berserat.[3]

Sifat dan karakteristik

250px-Cirrocumulus_and_Altocumulus_over_Warsaw%2C_June_26%2C_2005.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sirokumulus dan Altokumulus di atas Warsawa, Polandia.

Awan sirokumulus (Ci Cu) adalah kepulan bulat kecil yang biasanya muncul dalam barisan panjang tinggi di langit. Sirokumulus paling sering terjadi di atas 3 km (10.000 kaki) di atas daerah kutub, 5 km (16.500 kaki) di daerah beriklim sedang dan 6 km (20.000 kaki) di daerah tropis.[4] Sirokumulus adalah awan tingkat tinggi yang muncul sebagai formasi massa kecil berwarna putih atau biru pucat, awan berwarna halus dalam pola bulat, seperti gelombang, bergelombang, biasanya dalam kelompok yang secara teratur.[5] Lubang atau keretakan sering terjadi pada lembaran sirokumulus.[6] Awan sirokumulus sering tidak terlihat dan diabaikan, baik karena tipis, maupun karema masing-masing elemen awannya kecil. Unsur-unsur sirokumulus biasanya tidak menunjukkan naungan, sebaliknya melakukan naungan yang lebih gelap lebih tebal.

Sirokumulus dapat terdiri dari tetesan air yang sangat dingin, serta kristal es kecil, atau campuran keduanya.[6] Sirokumulus biasanya berwarna putih, tetapi terkadang terlihat abu-abu. Sirokumulus biasanya menandakan kemungkinan besar ada awan sirus dan/atau sirostratus di dekatnya atau bahkan berdekatan. Bentuk sirokumulus oleh konveksi dangkal dalam tipis udara labil, atau dengan pengangkatan efek lee. Saat awan ini menutupi sebagian besar langit, mereka dapat terlihat seperti sisik ikan, yang disebut "langit makarel". Sirokumulus biasa terjadi di musim dingin dan menunjukkan cuaca yang cerah, tapi dingin.[3][7][8]

Masa perkiraan daya awan sirokumulus ini hanya sebentar. Kemudian langsung berubah lagi menjadi sirostratus. Meski merupakan awan yang memiliki volume cukup dan ditopang dengan ukuran kecil, awan ini tetap berpotensi mendatangkan hujan, tetapi hujan tersebut tidak akan sampai ke permukaan bumi. Awan-awan yang jatuh ini nantinya akan bercampur dengan salju.[8] Prediksi hujan atau salju akan tiba dalam 24 jam.[9]

Pembentukkan

Awan sirokumulus biasanya terdiri dari es dan air 'superdingin', ini berarti air tetap berbentuk cair, bahkan pada suhu dibawah 0 °C. Mereka terbentuk ketika arus vertikal turbulen bertemu dengan lapisan sirus, menciptakan bentuk kumulus yang menggelembung. Awan sirokumulus juga dapat terbentuk melalui contrails, jejak uap yang ditinggalkan oleh pesawat saat terbang melalui troposfer atas yang kering. Goresan ini bisa menyebar dan sirus, sirostratus dan sirokumulus. Penebalan sirus terkadang membentuk sirokumulus. Lebih sering mereka muncul dari lapisan sirostratus, atau altokumulus yang membusuk.[5][10]

Klasifikasi

Awan sirokumulus memiliki empat spesies awan terkait: sirokumulus castellanus, floccus, lenticularis, dan stratiformis.[3]

sirokumulus castellanus - lebih tinggi dari lebarnya, sirokumulus castellanus menyerupai menara kecil yang berdiri tinggi di langit. Sirokumulus floccus - jambul halus dari sirokumulus, dengan penampilan yang lebih compang-camping dibanding spesies lain. Sirokumulus lenticularis - lensa es tingkat tinggi, mirip dengan awan Lenticular tetapi lebih jarang. Ini sering kali lebih besar dari awan altokumulus biasa, dengan bentuk bulat. Sirokumulus stratiformis - Lembaran datar atau bercak sirokumulus dengan pemisahan halus mengarah ke penampilan seperti sisik ikan.[10]

Referensi

  1. ↑ "Jenis - Jenis Awan : Pengertian, Proses, Penyebab, Faktor". www.gurupendidikan.co.id. 2020-12-11. Diakses tanggal 2020-12-22.
  2. ↑ US Department of Commerce, NOAA. "Cloud Classification". www.weather.gov (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-12-22.
  3. 1 2 3 4 "Learn About Cirrocumulus Clouds: High-altitude Cloudlets". whatsthiscloud (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-12-22.
  4. ↑ WMO. "Cirrocumulus". International Cloud Atlas (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-22.
  5. 1 2 "Weather Facts: Cirrocumulus | weatheronline.co.uk". www.weatheronline.co.uk (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-12-22.
  6. 1 2 American Meteorological Society. "Cirrocumulus". glossary.ametsoc.org. Diakses tanggal 22-12-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  7. ↑ "Cirrocumulus clouds | UCAR Center for Science Education". scied.ucar.edu. Diakses tanggal 2020-12-22.
  8. 1 2 Redaksi Ilmugeografi. "20 Jenis Jenis Awan – Proses dan Foto Super Menakjubkan". www.ilmugeografi.com. Diakses tanggal 2020-12-22.[pranala nonaktif permanen]
  9. ↑ "Types of Clouds | NOAA SciJinks – All About Weather". scijinks.gov. Diakses tanggal 2020-12-22.
  10. 1 2 "Cirrocumulus". www.kernowweatherteam.co.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-22.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan