Kamis, 24 September 2026
10:09 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Altokumulus

Altokumulus

Awan altokumulus
Awan altokumulus
Awan altokumulus
SingkatanAc
SimbolCM_3.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ketinggian2.000–7.000 m
( ft)

Altokumulus (Ac) merupakan awan yang berbentuk pipih seperti gumpalan kapas.[1] Altokumulus berasal dari bahasa Latin yaitu altus yang berarti tinggi, dan cumulus yang berarti kumpulan.[2] Awan ini termasuk dalam kelompok umum dari sepuluh jenih awan umum.[2] Altokumulus dapat membentuk lapisan yang seragam serta jangkauan yang luas. Awan altokumulus berada pada ketinggian 2 km sampai 7 km.[2][3] Altokumulus terbentuk karena naiknya air bermassa besar pada ketinggian sedang yang diikuti oleh kondensasi yang tidak stabil.[3] Awan yang terbentuk biasanya tersusun lapisan maupun tersebar, dengan warna putih maupun abu-abu.[2] Formasi altokumulus akan terlihat lebih jelas ketika matahari terbit atau terbenam.[3] Awan altokumulus terdiri dari butiran-butiran air dengan suhu berkisar 10 °C berbentuk kristal es.[2] Altokumulus terbentuk dari butiran-butiran kristal es, awan ini umumnya tidak menimbulkan hujan, tetapi dapat mengindikasikan perubahan cuaca.[2] Jika awan ini terisolasi dari awan awan lainnya, altokumulus tidak berpengaruh signifikan terhadap cuaca.[3] Beberapa jenis awan altokumulus antara lain castellanus, floccus, dan lenticularis.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. Samadi (2006). Geografi. Yudhistira.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) "Altocumulus". Weatheronline Ltd. Diakses tanggal 25 Mei 2014.
  3. 1 2 3 4 (Inggris) "Altocumulus". Theairlinepilots.com. Diakses tanggal 25 Mei 2014.


Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan