Rabu, 07 Oktober 2026
17:46 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara

Otonomisme

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Marxisme
Karl Marx and Friedrich Engels

Otonomisme atau Marxisme Otonomis adalah sebuah gerakan dan teori politik sayap kiri yang berawal dari kelompok-kelompok Marxis Italia pada tahun 1960-an yang mengidentikkan gerakan mereka sebagai “operaismo” atau “buruh-isme”, di mana kekuatan revolusioner bertumpu pada beragam inisiatif buruh untuk melakukan swa-aktivitas yang bebas dari intervensi serikat buruh atau pihak luar lainnya — mulai dari pencurian, perlambatan kerja, sabotase, mogok kerja liar (wildcat strike), hingga pendudukan.

Inisiatif yang awalnya muncul di pabrik-pabrik di Italia Utara pada dasawarsa 1950-1960-an, memunculkan beragam respon dari para militan, di mana kemudian terjadi perkembangan-perkembangan teoretis pada analisis tentang dinamika konflik dalam sistem kapitalis, komposisi kelas pekerja, fungsi kerja dalam sistem kapitalis, hingga perluasan-perluasan konseptual tentang kemungkinan-kemungkinan realisasi-realisasi alternatif dari masyarakat kapitalis.

Berlawanan dengan bentuk-bentuk Marxisme lainnya, teori Otonomis menekankan kemampuan kelas pekerja untuk memaksakan perubahan terhadap organisasi sistem kapitalis yang bebas dari negara, serikat buruh atau partai politik. Marxisme Otonom adalah sebuah teori "bottom up" (dari bawah ke atas): mengarahkan perhatian kepada aktivitas-aktivitas yang dilihat oleh para otonomis sebagai perlawanan sehari-hari kelas buruh terhadap kapitalisme.

Seperti para Marxis lainnya, mereka menganggap perjuangan kelas sangat penting, tetapi berbeda dari kebanyakan Marxis, mereka mempunyai definisi yang luas tentang kelas buruh yang mencakup mereka yang digaji (kerah putih dan kerah biru) dan mereka yang tidak digaji (penerima tunjangan, ibu rumah tangga, dll.) Para Otonomis tidak begitu peduli dengan organisasi politik partai dibandingkan dengan pikiran Marxis jenis lainnya. Sebaliknya mereka memusatkan perhatian pada aksi kelas pekerja yang mengorganisasi diri dan pengembangan perangkat-perangkat teoretisnya sesuai dengan perjuangan-perjuangan kelas buruh yang sesungguhnya. Para teoretikus awalnya termasuk Mario Tronti, Antonio Negri, Sergio Bologna dan lain-lainnya di Italia pada tahun 1970-an. Gerakan ini telah memengaruhi kaum akademikus Marxis termasuk Harry Cleaver, John Holloway, Steve Wright, dan Nick Dyer-Witheford.

Otonomisme dapat pula merujuk kepada gerakan anarkis Belanda sejak tahun 1960-an yang memusatkan perhatian pada protes jongkok, atau protes jongkok di Jerman Autonomen pada tahun 1980-an.

Karena ilham yang diberikan oleh gerakan Marxis Otonom dan Autonomen bagi sejumlah kelmpok kiri revolusioner, sejumlah kelompok kiri berbahasa Inggris yang pada dasarnya cenderung anarkis menyebut dirinya sebagai Otonomis.

Lihat pula

Pranala luar

Artikel

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan