Selasa, 13 Oktober 2026
01:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Rumpun bahasa Austroasia

Rumpun bahasa Austroasia

rumpun bahasa di Asia Tenggara Daratan

Bagikan:
Austroasia
Austroasiatik
WilayahAsia Selatan dan Tenggara
Penutur
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Bentuk awal
Kode bahasa
ISO 639-3–
Glottologaust1305
IETFaav
Lokasi penuturan
500px-Austroasiatic-id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyebaran rumpun bahasa Austroasia
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

01.15, Senin, 12 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Rumpun bahasa Austroasia yang secara harfiah berarti “Asia Selatan”, adalah sebuah rumpun bahasa-bahasa yang dipertuturkan di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di antara bahasa-bahasa yang termasuk rumpun bahasa ini, hanya bahasa Vietnam, bahasa Khmer, dan bahasa Mon yang mempunyai catatan sejarah yang panjang, dan bahasa Vietnam dan bahasa Khmer berstatus bahasa resmi (masing-masing di Vietnam dan Kamboja), sementara bahasa Santali dan bahasa Khasi masing-masing berstatus bahasa resmi di tingkat negara bagian di India. Bahasa lain dari rumpun ini dituturkan oleh sekelompok kecil masyarakat.

Rumpun bahasa Austroasia menyebar terpisah-pisah di India, Bangladesh, dan Asia Tenggara, dipisahkan oleh daerah di mana bahasa-bahasa lain dituturkan. Secara luas dipercaya bahwa rumpun bahasa Austroasia merupakan bahasa asli daerah di Asia Tenggara dan bagian timur anak benua India, dan bahwa rumpun bahasa lain di daerah itu termasuk Indo-Eropa, Tai-Kadai, Dravida, dan Sino-Tibet, adalah hasil dari migrasi manusia yang terjadi belakangan. (Sebagai contoh, ada kata-kata bahasa Austroasia pada rumpun bahasa Tibeto-Burma di Nepal timur.) Beberapa ahli bahasa telah mencoba membuktikan bahwa rumpun bahasa Austroasia berkerabat dengan rumpun bahasa Austronesia, sehingga membentuk rumpun besar Austrik.

Cabang utama

Rumpun bahasa ini biasa dibagi menjadi dua cabang yaitu: cabang Mon-Khmer dan Munda di India. Dari cabang Mon-Khmer ada dua bahasa yang penting yaitu bahasa Khmer yang dipertuturkan oleh kurang lebih 10 juta jiwa di Kamboja dan bahasa Vietnam yang dipertuturkan oleh kurang lebih 80 juta jiwa di Vietnam. Selain itu bahasa Mon dipertuturkan oleh sekelompk kecil sukubangsa Mon di Myanmar dekat perbatasan Thailand dan bahasa Khmu dipertuturkan di sebelah utara Laos dekat perbatasan Myanmar. Kemudian rumpun bahasa Asli yang dipertuturkan oleh orang Negrito di Semenanjung Malaka juga anggota cabang bahasa Mon-Khmer. Diperkirakan bahasa-bahasa Asli sukubangsa Asli ini sebenarnya bukan bahasa mereka, tetapi bahasa ini mereka ambil dari tetangga mereka.

Di India bahasa Mundari dan bahasa Santali adalah bahasa Austroasia yang sudah dipengaruhi oleh bahasa Indo-Eropa cabang Indo-Arya dan bahasa-bahasa Dravida. Penutur asli bahasa Munda adalah orang dari kelompok yang diperkirakan dahulu kala tersebar luas pula di India utara.

Di kepulauan Nicobar dipertuturkan pula bahasa-bahasa Austroasia. Sedangkan penduduk asli kepulauan Nicobar dan Andaman adalah sukubangsa negrito yang masih berkerabat dengan ‘orang asli’ di Malaysia dan sukubangsa Papua. Ada yang berpendapat bahasa mereka juga merupakan kerabat yang sangat jauh dari bahasa Papua.

Bahasa Austroasia secara skematis

Rumpun bahasa Austroasia secara skematis adalah sebagai berikut:

Austroasia

Kosakata

Bahasa Mundari Khasi Wa Bahasa Vietnam Semai Khmer Bahnar Bahasa Indonesia
majam snaam nham máu bhiipm chhym phaam darah
sim sim sim chim ceepm chhab sem burung
med khjmat — mắt mat pihneyll mat mata
ti kti tai' tay tekng dday tii tangan
siku ksi si' chấy cee' chhay sii kutu
red tjnrai riah rễ r'ees reuhk reeh akar
mũ khmut miih mũi muh chhamoh hidung
960px-AustroAsiatic_tree_Peiros2004.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Silsilah rumpun bahasa Austroasia menurut I. Peiros

Penyebaran bahasa Austroasia

Jika ditilik di peta, rumpun bahasa Austroasia penyebaran tidak berkesinambungan namun terputus-putus. Selain di Kamboja dan Vietnam, rumpun bahasa ini hanya dipertuturkan di kantong-kantong yang terisolir, dari India sampai di Semenanjung Malaka. Ada kemungkinan besar zaman dahulu kala bahasa-bahasa ini berkesinambungan. Namun, pada suatu saat dalam sejarah terjadi kedatangan para penutur bahasa Indo-Eropa di India, bahasa Tai-Kadai di Thailand dan bahasa Austronesia di Semenanjung Malaka, yang bahasanya akhirnya menjadi dominan.

Keseragaman bahasa Austronesia di Semenanjung Malaka juga menunjang hipotesis ini. Bahasa Austronesia yang dipertuturkan di sini hanya dari kelompok bahasa Melayu saja. Keseragaman bahasa ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Melayu masih bisa dikatakan belum begitu lama di sini. Di Semenanjung Malaka, penduduk ‘asli’ atau aborigin, yaitu suku Negrito, adalah penutur bahasa Austroasia.

Ada pula yang berpendapat bahwa bahasa-bahasa Austroasia pernah dipertuturkan di pulau Sumatra. Menurut para pakar ini, sisa-sisa bahasa Austroasia ini masih meninggalkan jejaknya, atau disebut substratum, di bahasa-bahasa Sumatra modern.

Kekerabatan dengan rumpun bahasa lain

Ada beberapa pakar yang menggolongkan rumpun bahasa Austroasia dengan rumpun bahasa Austronesia dan menamakannya rumpun bahasa besar atau superfamili Austrik. Mereka berpendapat bahwa semua bahasa di China bagian selatan sebenarnya berkerabat yaitu rumpun bahasa Austroasia, bahasa Austronesia, bahasa Tai-Kadai dan bahasa Hmong-Mien (juga disebut Miao-Yao). Secara skematis rumpun bahasa Austrik secara hipotetis adalah sebagai berikut:

  • Austrik
    • Austronesia
    • Tai-Kadai
    • Hmong-Mien
    • Austroasia

Para penutur keempat rumpun bahasa yang diduga berkerabat ini bermukim di daerah yang sekarang termasuk Tiongkok bagian selatan sampai kurang lebih pada antara tahun 2000 SM – 1000 SM. Kala itu kaum Han, yang merupakan penutur bahasa Sino-Tiber, dari Tiongkok utara menyerbu ke selatan dan para penutur bahasa Austrik tercerai-berai. Hal ini yang diduga sebagai alasan mengapa kaum Tai-Kadai lalu bermigrasi ke selatan dan para penutur bahasa Austroasia tercerai berai.

Kemudian para ahli linguistik memiliki argumen lain yaitu keberadaan kata-kata dasar dwisilabik yang mirip di mana bahasa Austronesia menyimpan kedua sukukata sedangkan bahasa Austroasia menyimpan sukukata pertama dan bahasa Tai-Kadai menyimpan suku kata kedua.

Contoh: Proto-Austronesia / Proto-Mon-Kmer (Austroasia) / Proto Thai (Tai-Kadai)

  • mata ‘mata’ / *măt ‘mata / *taa ‘mata’

Rujukan

(rekonstruksi
induk
)
Bahnarik
Utara
Barat
Tengah
Selatan
Timur
Katuik
Barat
Katu
Vietik
Viet-Muong
Chut
Kri
Phong–Liha
Khmuik
Phay-Pram
Pearik
Chong
(Pearik
Barat)
Chong Tengah
Chong Selatan
Chong Utara
Khasik–
Palaungik
Khasik
Khasi-Pnar-Lyngngam
Palaungik
Barat
Timur
Angkuik
Waik
Bit-Khang
Lamet
Munda
Utara
Kherwarian
Mundarik
Santalik
Selatan
Sora-Gorum
Gutob-Remo
Nikobar
Chaura-Teresa
Tengah
Selatan
Asli
Jahaik (Utara)
Senoik (Tengah)
Semelaik (Selatan)
Khmerik
Monik
Mang–
Pakanik
Pakanik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan