Minggu, 08 November 2026
13:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Om

suku kata suci

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Paman.

Om (atau aum) adalah suku kata suci dan keramat dalam agama-agama dari India, yaitu agama Hindu, Buddha, dan Jaina. Om juga dieja Oṃ, ditulis dalam aksara Dewanagari sebagai ॐ dan औम्, dalam bahasa Sanskerta dikenal sebagai praṇava प्रणव (Suara Kosmis) atau auṃkāra (juga dieja Omkāra) ओंकार (secara harfiah berarti "suku kata auṃ").

Om biasanya dilafalkan sebagai vokal bulat hampir tertutup panjang atau lantang yang disengaukan (IPA: [õːː]). Penyengauan ini dalam perkembangannya di kalangan spiritual Jawa dibunyikan menjadi oṅ (dibaca "ong") atau hoṅ (dibaca "hong"), yang biasa digunakan dalam pembacaan mantera atau suluk para dalang cerita wayang purwa.[1]

Kata tersebut terkandung pada bagian awal mantra-mantra Hindu sebagai kata yang paling suci yang dilantunkan pada pendahuluan dan akhir pembacaan Weda atau sebelum memulai doa atau mantra. Kitab Māndukya Upanishad secara garis besar mengandung penjelasan tentang suku kata tersebut. Kata tersebut terdiri dari tiga fonem, [a], [u] dan [m], melambangkan Trimurti atau tiga jenjang kehidupan (kelahiran, kehidupan, dan kematian).

Tulisan

Bentuk suku kata suci Om berbeda-beda, tergantung aksara masyarakat setempat. Agama Jaina juga menuliskan suku kata Om dengan bentuk yang khas. Berikut ini ditampilkan beberapa penulisan pada aksara-aksara turunan Brahmi maupun piktograf Tiongkok.

Rujukan

  1. ↑ Hermawan, Deny (4 Oktober 2020). "Melacak Mantra dan Kidung Dari Masa Jawa Klasik". buddhazine. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Om (symbol).


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan