Rabu, 23 September 2026
13:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat

Om

suku kata suci

Artikel ini bukan mengenai Paman.

Om (atau aum) adalah suku kata suci dan keramat dalam agama-agama dari India, yaitu agama Hindu, Buddha, dan Jaina. Om juga dieja Oṃ, ditulis dalam aksara Dewanagari sebagai dan औम्, dalam bahasa Sanskerta dikenal sebagai praṇava प्रणव (Suara Kosmis) atau auṃkāra (juga dieja Omkāra) ओंकार (secara harfiah berarti "suku kata auṃ").

Om biasanya dilafalkan sebagai vokal bulat hampir tertutup panjang atau lantang yang disengaukan (IPA: [õːː]). Penyengauan ini dalam perkembangannya di kalangan spiritual Jawa dibunyikan menjadi oṅ (dibaca "ong") atau hoṅ (dibaca "hong"), yang biasa digunakan dalam pembacaan mantera atau suluk para dalang cerita wayang purwa.[1]

Kata tersebut terkandung pada bagian awal mantra-mantra Hindu sebagai kata yang paling suci yang dilantunkan pada pendahuluan dan akhir pembacaan Weda atau sebelum memulai doa atau mantra. Kitab Māndukya Upanishad secara garis besar mengandung penjelasan tentang suku kata tersebut. Kata tersebut terdiri dari tiga fonem, [a], [u] dan [m], melambangkan Trimurti atau tiga jenjang kehidupan (kelahiran, kehidupan, dan kematian).

Tulisan

Bentuk suku kata suci Om berbeda-beda, tergantung aksara masyarakat setempat. Agama Jaina juga menuliskan suku kata Om dengan bentuk yang khas. Berikut ini ditampilkan beberapa penulisan pada aksara-aksara turunan Brahmi maupun piktograf Tiongkok.

Rujukan

  1. Hermawan, Deny (4 Oktober 2020). "Melacak Mantra dan Kidung Dari Masa Jawa Klasik". buddhazine. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Om (symbol).


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan