Minggu, 27 September 2026
02:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

August Mohri

guru dan misionaris Jerman di Sipoholon, Tanah Batak

August Friedrich Mohri
GerejaHuria Kristen Batak Protestan
Informasi pribadi
Lahir(1835-08-25)25 Agustus 1835
Meninggal13 Juni 1907(1907-06-13) (umur 71)
Orang tua
  • Johannes Mohri (ayah)
  • Susanna Elisabeth Schmidt (ibu)
Pasangan hidup
  • Anna Maria Louise Barschig (????—1893)
  • Elisabeth Shumacher (????–1907)

August Friedrich Mohri adalah seorang misionaris Jerman yang merintis misi Kristen Protestan di Silindung bersama dengan Peter Hinrich Johannsen dan Ingwer Ludwig Nommensen. Mohri bertugas menjadi misionaris di Sipoholon, Pearaja, dan Huta Barat berturut-turut. Buah pekerjaannya selama 36 tahun sebagai misionaris di Tanah Batak adalah pargodungan (stasi-stasi zending) yang kelak bergabung sebagai satu gereja mandiri, yakni Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Karya di Silindung

Pada tahun 1874, August Mohri, Ingwer Ludwig Nommensen, dan Peter Hinrich Nommensen mendirikan sebuah sekolah yang dinamai Sikkola Mordalan-dalan (bahasa Indonesia:sekolah keliling). Sekolah (sebagai lembaga pendidikan, bukan bangunan) ini dididik oleh tiga guru di tempat yang berbeda-beda di kawasan Silindung sehingga selalu berpindah-pindah setiap hari. Sekolah ini terdiri dari 20 murid terbaik dari setiap sekolah dasar seantero Silindung.[1]

Nommensen mengajar di setiap hari Senin dan Selasa tentang latar belakang Alkitab, kotbah, sejarah, ilmu alam, dasar pengobatan, dan bahasa Jerman. Nommensen mengajar para murid di Sait Ni Huta.

Johannsen mengajar di setiap hari Rabu tentang studi Alkitab, geografi, sejarah dunia, sejarah gereja, aritmetika, dan katekismus. Johannsen mengajar para murid di Pansur Napitu.

Mohri mengajar di setiap hari Jumat tentang sejarah Islam, dogmatika, bahasa Melayu, dan musik. Mohri mengajar para murid di Sipoholon.

Pada tahun 1877, karena hasil yang memuaskan, Sikkola Mardalan-dalan akhirnya diputuskan untuk menjadi sebuah sekolah yang permanen di satu tempat, yaitu di Pansur Napitu. Sekolah ini menjadi Seminarium Pansur Napitu dengan Peter Hinrich Johannsen sebagai pengajar utamanya. Seminarium Pansur Napitu, di kemudian hari, dipindahkan oleh Johannes Warneck ke sebuah lokasi yang lebih luas di Sipoholon. Seminarium baru inilah yang dikenal sebagai Seminarium Sipoholon.

Referensi

  1. ↑ A., Aritonang, Jan S. Steenbrink, Karel. A history of Christianity in Indonesia. hlm. 544. ISBN 978-90-474-4183-0. OCLC 1162616170.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan