Sabtu, 26 September 2026
07:21 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Kaidah Bergmann

Kaidah Bergmann

500px-Bergmann%27s_Rule.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data yang menunjukkan aplikasi kaidah Bergmann dalam spesies rusa besar Swedia (Alces alces).[1]

Kaidah Bergmann adalah kaidah ekogeografis yang menyatakan bahwa di dalam klad yang tersebar secara luas, populasi dan spesies yang lebih besar cenderung berada di lingkungan yang lebih dingin, sementara spesies yang lebih kecil berada di wilayah yang hangat. Walaupun awalnya dirumuskan dalam konteks spesies di dalam suatu genus, kaidah ini sering kali diubah konteksnya menjadi populasi di dalam spesies. Kaidah ini juga sering didefinisikan dalam konteks garis lintang. Terdapat kemungkinan bahwa kaidah ini juga berlaku untuk beberapa tumbuhan, seperti Rapicactus.

Kaidah ini dinamai dari ahli biologi Jerman dari abad ke-19, Carl Bergmann, yang mendeskripsikan pola ini pada tahun 1847, walaupun ia bukan orang pertama yang menyadarinya. Kaidah Bergmann sering kali diaplikasikan pada mamalia dan burung yang merupakan hewan endoterm, tetapi beberapa peneliti juga menemukan bukti bahwa kaidah ini juga berlaku pada spesies ektoterm,[2][3] seperti semut Leptothorax acervorum. Walaupun kaidah Bergmann tampaknya berlaku untuk banyak mamalia dan burung, terdapat beberapa pengecualian.[4][5][6]

Hewan yang bertubuh besar cenderung lebih "patuh" kepada kaidah Bergmann daripada hewan yang kecil, paling tidak hingga garis lintang tertentu. Hal ini mungkin disebabkan oleh berkurangnya kemampuan untuk menghindari lingkungan yang penuh dengan tekanan (seperti dengan menggali lubang dan bersembunyi).[7] Selain menjadi pola yang umum, kaidah Bergmann juga dilaporkan telah ditemui dalam populasi yang terpapar dengan berbagai macam suhu dalam sejarah evolusi.[8][9][10] Pengecilan tubuh hewan terjadi khususnya pada periode panas maksimal Paleosen-Eosen[11] dan Panas Maksimal Eosen 2.[12]

Catatan kaki

  1. ↑ Sand, Håkan K.; Cederlund, Göran R.; Danell, Kjell (Juni 1995). "Geographical and latitudinal variation in growth patterns and adult body size of Swedish moose (Alces alces)". Oecologia. 102 (4): 433–442. Bibcode:1995Oecol.102..433S. doi:10.1007/BF00341355.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Olalla-Tárraga, Miguel Á.; Rodríguez, Miguel Á.; Hawkins, Bradford A. (2006). "Broad-scale patterns of body size in squamate reptiles of Europe and North America". Journal of Biogeography. 33 (5): 781–793. doi:10.1111/j.1365-2699.2006.01435.x.
  3. ↑ Timofeev, S. F. (2001). "Bergmann's Principle and Deep-Water Gigantism in Marine Crustaceans". Biology Bulletin (Russian version, Izvestiya Akademii Nauk, Seriya Biologicheskaya). 28 (6): 646–650 (Russian version, 764–768). doi:10.1023/A:1012336823275.[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Meiri, S.; Dayan, T. (2003-03-20). "On the validity of Bergmann's rule". Journal of Biogeography. 30 (3): 331–351. doi:10.1046/j.1365-2699.2003.00837.x.
  5. ↑ Ashton, Kyle G.; Tracy, Mark C.; Queiroz, Alan de (Oktober 2000). "Is Bergmann's Rule Valid for Mammals?". The American Naturalist. 156 (4): 390–415. doi:10.1086/303400. JSTOR 10.1086/303400.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Millien, Virginie; Lyons, S. Kathleen; Olson, Link; et al. (Mei 23, 2006). "Ecotypic variation in the context of global climate change: Revisiting the rules". Ecology Letters. 9 (7): 853–869. doi:10.1111/j.1461-0248.2006.00928.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Freckleton, Robert P.; Harvey, Paul H.; Pagel, Mark (2003). "Bergmann's rule and body size in mammals". The American Naturalist. 161 (5): 821–825. doi:10.1086/374346. JSTOR 10.1086/374346. PMID 12858287.
  8. ↑ Smith, Felia A.; Betancourt, Julio L.; Brown, James H. (Desember 22, 1995). "Evolution of Body Size in the Woodrat over the Past 25,000 Years of Climate Change". Science. 270 (5244): 2012–2014. Bibcode:1995Sci...270.2012S. doi:10.1126/science.270.5244.2012.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Huey, Raymond B.; Gilchrist, George W.; Carlson, Margen L.; Berrigan, David; Serra, Luı́s (Januari 14, 2000). "Rapid Evolution of a Geographic Cline in Size in an Introduced Fly". Science. 287 (5451): 308–309. Bibcode:2000Sci...287..308H. doi:10.1126/science.287.5451.308. PMID 10634786.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Hunt, Gene; Roy, Kaustuv (Januari 31, 2006). "Climate change, body size evolution, and Cope's rule in deep-sea ostracodes" (PDF). Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 103 (5): 1347–1352. Bibcode:2006PNAS..103.1347H. doi:10.1073/pnas.0510550103. PMC 1360587. PMID 16432187.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Secord, Ross; Bloch, Jonathan I.; Chester, Stephen G. B.; et al. (Februari 24, 2012). "Evolution of the Earliest Horses Driven by Climate Change in the Paleocene-Eocene Thermal Maximum". Science. 335 (6071): 959–962. Bibcode:2012Sci...335..959S. doi:10.1126/science.1213859. PMID 22363006.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Erickson, Jim (November 1, 2013). "Global warming led to dwarfism in mammals—twice". University of Michigan. Diakses tanggal 2013-11-12.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan