Selasa, 29 September 2026
18:39 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Kaidah Bergmann

Kaidah Bergmann

Bagikan:
500px-Bergmann%27s_Rule.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data yang menunjukkan aplikasi kaidah Bergmann dalam spesies rusa besar Swedia (Alces alces).[1]

Kaidah Bergmann adalah kaidah ekogeografis yang menyatakan bahwa di dalam klad yang tersebar secara luas, populasi dan spesies yang lebih besar cenderung berada di lingkungan yang lebih dingin, sementara spesies yang lebih kecil berada di wilayah yang hangat. Walaupun awalnya dirumuskan dalam konteks spesies di dalam suatu genus, kaidah ini sering kali diubah konteksnya menjadi populasi di dalam spesies. Kaidah ini juga sering didefinisikan dalam konteks garis lintang. Terdapat kemungkinan bahwa kaidah ini juga berlaku untuk beberapa tumbuhan, seperti Rapicactus.

Kaidah ini dinamai dari ahli biologi Jerman dari abad ke-19, Carl Bergmann, yang mendeskripsikan pola ini pada tahun 1847, walaupun ia bukan orang pertama yang menyadarinya. Kaidah Bergmann sering kali diaplikasikan pada mamalia dan burung yang merupakan hewan endoterm, tetapi beberapa peneliti juga menemukan bukti bahwa kaidah ini juga berlaku pada spesies ektoterm,[2][3] seperti semut Leptothorax acervorum. Walaupun kaidah Bergmann tampaknya berlaku untuk banyak mamalia dan burung, terdapat beberapa pengecualian.[4][5][6]

Hewan yang bertubuh besar cenderung lebih "patuh" kepada kaidah Bergmann daripada hewan yang kecil, paling tidak hingga garis lintang tertentu. Hal ini mungkin disebabkan oleh berkurangnya kemampuan untuk menghindari lingkungan yang penuh dengan tekanan (seperti dengan menggali lubang dan bersembunyi).[7] Selain menjadi pola yang umum, kaidah Bergmann juga dilaporkan telah ditemui dalam populasi yang terpapar dengan berbagai macam suhu dalam sejarah evolusi.[8][9][10] Pengecilan tubuh hewan terjadi khususnya pada periode panas maksimal Paleosen-Eosen[11] dan Panas Maksimal Eosen 2.[12]

Catatan kaki

  1. ↑ Sand, Håkan K.; Cederlund, Göran R.; Danell, Kjell (Juni 1995). "Geographical and latitudinal variation in growth patterns and adult body size of Swedish moose (Alces alces)". Oecologia. 102 (4): 433–442. Bibcode:1995Oecol.102..433S. doi:10.1007/BF00341355.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Olalla-Tárraga, Miguel Á.; Rodríguez, Miguel Á.; Hawkins, Bradford A. (2006). "Broad-scale patterns of body size in squamate reptiles of Europe and North America". Journal of Biogeography. 33 (5): 781–793. doi:10.1111/j.1365-2699.2006.01435.x.
  3. ↑ Timofeev, S. F. (2001). "Bergmann's Principle and Deep-Water Gigantism in Marine Crustaceans". Biology Bulletin (Russian version, Izvestiya Akademii Nauk, Seriya Biologicheskaya). 28 (6): 646–650 (Russian version, 764–768). doi:10.1023/A:1012336823275.[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Meiri, S.; Dayan, T. (2003-03-20). "On the validity of Bergmann's rule". Journal of Biogeography. 30 (3): 331–351. doi:10.1046/j.1365-2699.2003.00837.x.
  5. ↑ Ashton, Kyle G.; Tracy, Mark C.; Queiroz, Alan de (Oktober 2000). "Is Bergmann's Rule Valid for Mammals?". The American Naturalist. 156 (4): 390–415. doi:10.1086/303400. JSTOR 10.1086/303400.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Millien, Virginie; Lyons, S. Kathleen; Olson, Link; et al. (Mei 23, 2006). "Ecotypic variation in the context of global climate change: Revisiting the rules". Ecology Letters. 9 (7): 853–869. doi:10.1111/j.1461-0248.2006.00928.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Freckleton, Robert P.; Harvey, Paul H.; Pagel, Mark (2003). "Bergmann's rule and body size in mammals". The American Naturalist. 161 (5): 821–825. doi:10.1086/374346. JSTOR 10.1086/374346. PMID 12858287.
  8. ↑ Smith, Felia A.; Betancourt, Julio L.; Brown, James H. (Desember 22, 1995). "Evolution of Body Size in the Woodrat over the Past 25,000 Years of Climate Change". Science. 270 (5244): 2012–2014. Bibcode:1995Sci...270.2012S. doi:10.1126/science.270.5244.2012.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Huey, Raymond B.; Gilchrist, George W.; Carlson, Margen L.; Berrigan, David; Serra, Luı́s (Januari 14, 2000). "Rapid Evolution of a Geographic Cline in Size in an Introduced Fly". Science. 287 (5451): 308–309. Bibcode:2000Sci...287..308H. doi:10.1126/science.287.5451.308. PMID 10634786.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Hunt, Gene; Roy, Kaustuv (Januari 31, 2006). "Climate change, body size evolution, and Cope's rule in deep-sea ostracodes" (PDF). Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 103 (5): 1347–1352. Bibcode:2006PNAS..103.1347H. doi:10.1073/pnas.0510550103. PMC 1360587. PMID 16432187.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Secord, Ross; Bloch, Jonathan I.; Chester, Stephen G. B.; et al. (Februari 24, 2012). "Evolution of the Earliest Horses Driven by Climate Change in the Paleocene-Eocene Thermal Maximum". Science. 335 (6071): 959–962. Bibcode:2012Sci...335..959S. doi:10.1126/science.1213859. PMID 22363006.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Erickson, Jim (November 1, 2013). "Global warming led to dwarfism in mammals—twice". University of Michigan. Diakses tanggal 2013-11-12.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan