Sabtu, 03 Oktober 2026
15:00 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Atriplex canescens

Atriplex canescens

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (Desember 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Atriplex canescens
250px-Atriplex_canescens_habit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Status tidak sah  (NatureServe)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Genus: Atriplex
Spesies:
A. canescens
Nama binomial
Atriplex canescens

Atriplex canescens (atau chamiso, chamiza, four-wing saltbush) adalah spesies semak hijau abadi dalam famili Amaranthaceae (subfamili Chenopodioideae) yang berasal dari wilayah barat dan barat tengah Amerika Serikat.

Deskripsi

Atriplex canescens memiliki bentuk yang sangat bervariasi dan mudah melakukan hibridisasi dengan beberapa spesies lain dalam genus Atriplex. Tingkat poliploidi juga menyebabkan variasi dalam bentuknya. Tingginya dapat bervariasi dari 1 kaki hingga 10 kaki (sekitar 0,3 hingga 3 meter), tetapi ukuran 2 hingga 4 kaki (0,6 hingga 1,2 meter) adalah yang paling umum. Daunnya tipis dan berukuran 0,5 hingga 2 inci (1,3 hingga 5 cm).

Tumbuhan ini paling mudah diidentifikasi dari buahnya, yang memiliki empat sayap pada sudut kurang lebih 90 derajat dan tersusun rapat pada batang yang panjang.

Spesies ini mekar dari bulan April hingga Oktober.

250px-Atriplex_canescens_var_canescens_6.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah kering pada batang, di gurun sebelah barat Las Vegas, Nevada

Habitat

Four-wing saltbush paling umum ditemukan di area suksesi awal seperti lokasi yang terganggu dan bukit pasir aktif. Tumbuhan ini juga ditemukan di suksesi yang lebih matang yang didominasi oleh semak sage—Artemisia tridentata dan shadscale.

Kegunaan

Di antara suku Zuni, seduhan akar dan bunga kering[1] atau tapal dari bunga digunakan untuk mengobati gigitan semut.[2] Rantingnya juga ditempelkan pada bulu doa dan dikorbankan untuk kelinci ekor kapas guna memastikan perburuan yang sukses.[3] Penduduk asli Amerika suku Hopi lebih memilih abu dari four-wing saltbush untuk proses nikstamalisasi jagung (langkah pertama dalam proses pembuatan tortilla dan pinole, di mana perikarp jagung dibuang sebelum dipanggang dan digiling). Seringkali, four-wing saltbush digunakan sebagai pengganti kapur sirih (hidrat kapur/bubuk kapur mati).[4] Four-wing saltbush juga merupakan penanda umum yang dapat digunakan arkeolog untuk menemukan reruntuhan Pueblo kuno, yang mungkin mengindikasikan bahwa cabang-cabang kecil semak ini dibakar untuk diambil abu alkalinya guna menikstamalasi jagung oleh penduduk asli di seluruh wilayah Barat Daya Amerika Serikat.

Referensi

  1. ↑ Stevenson, Matilda Coxe 1915 Ethnobotany of the Zuni Indians. SI-BAE Annual Report #30 (p.44)
  2. ↑ Camazine, Scott and Robert A. Bye 1980 A Study Of The Medical Ethnobotany Of The Zuni Indians of New Mexico. Journal of Ethnopharmacology 2:365–388 p.384
  3. ↑ Stevenson, p.88
  4. ↑ Hopi Cookery, by Juanita Tiger Kavena, 1980

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Atriplex canescens.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Amaranthaceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Templat:Medicinal-plant-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan