Minggu, 04 Oktober 2026
11:58 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Atmosfer Bulan

Bagikan:

Atmosfer Bulan adalah atmosfer yang berada di bulan yang berbentuk sangat tipis dan berupa kumpulan molekul-molekul yang sangat renggang, tidak mencukupi untuk bernapasnya makhluk hidup.

Keberadaan atmosfer luar angkasa dilaporkan tahun 1933, berdasarkan pengamatan bulan dengan menggunakan semacam topeng yang dapat menyaring cahaya bulan dengan tujuan untuk mempelajari cahaya yang dipancarkan sodium. Meskipun sodium dipercaya hanya merupakan trace elemen di dalam atmosfer bulan, sodium dipelajari karena relatif mudah dideteksi dan digunakan sebagai pembuat komponen lainnya, seperti potasium, neon, argon, dan helium.

Studi luar angkasa tahun 1933 yang dilakukan Universitas Boston, menggunakan instrumen yang telah ditingkatkan, mendeteksi bahwa permukaan bulan memiliki atmosfer setebal 5000 mil. Namun, molekul-molekulnya sedikit dan berjauhan, diperkirakan hanya sekitar sepuluh juta per meter kubik di permukaan dekat bulan; sedangkan kepadatan atmosfer bumi adalah sekitar satu miliar kali kepadatan atmosfer bulan.

Sumber-sumber atmosfer diyakini berasal dari pelepasan gas-gas dari dalam bulan akibat gempa bulan (fenomena yang disebut pengeluaran gas) dan terurainya molekul-molekul dari permukaan bulan akibat tabrakan molekul-molekul luar angkasa dari matahari atau akibat tabrakan meteorit.

Beberapa bulan dari planet lainnya memiliki atmosfer yang jauh lebih menakjubkan, seperti Titan, atmosfernya berupa lapisan tebal nitrogen dan metan, dan pada atmosfer Eropa berupa lapisan tipis oksigen.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan