Jumat, 06 November 2026
03:23 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Aspergillus

Aspergillus

genus fungi

Bagikan:
Aspergillus
250px-Aspergillus_niger_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konidium Aspergillus niger
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Aspergillus

Micheli (1729)
Spesies

Lihat Daftar spesies Aspergillus

Artikel takson sembarang

Aspergillus (/ˌæspərˈdʒɪləs/) adalah genus yang terdiri dari beberapa ratus spesies kapang dan beberapa patogen pada manusia dan tumbuhan [1] yang ditemukan di berbagai iklim di seluruh dunia.

Aspergillus pertama kali dikatalogkan pada tahun 1729 oleh pastor dan ahli biologi Italia Pier Antonio Micheli. Melihat fungi di bawah mikroskop, Micheli teringat akan bentuk aspergilum (alat untuk memercikkan air suci), dari bahasa Latin spargere (memercikkan).[2] Aspergillum adalah struktur pembentuk spora aseksual yang dimiliki semua spesies Aspergillus; sekitar sepertiga spesies juga diketahui memiliki tahapan seksual.[3]

Taksonomi

Spesies

Aspergillus terdiri dari beberapa ratus spesies.[3]

Pertumbuhan dan distribusi

250px-Aspergillus_on_tomato.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aspergillus pada tomat secara detail

Aspergillus didefinisikan sebagai sekelompok jamur konidial—yaitu jamur dalam keadaan aseksual. Beberapa dari mereka, diketahui memiliki teleomorf (keadaan seksual) dalam Ascomycota, jadi dengan bukti DNA yang akan datang, anggota genus Aspergillus dapat dianggap sebagai anggota Ascomycota.

Aspergillus ditemukan dalam jumlah jutaan di bantal.[4]

Kegunaan komersial

250px-Ascomycetes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berbagai Penicillium, Aspergillus spp. dan jamur lainnya tumbuh dalam kultur aksenik
250px-Modell_von_Aspergillus_%28Gie%C3%9Fkannenschimmel%29_-Osterloh-_-Brendel_10f-.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Model historis Aspergillus, Museum Botani Greifswald

Spesies-spesies Aspergillus penting secara medis dan komersial. Beberapa spesies dapat menyebabkan infeksi pada manusia dan hewan lainnya. Beberapa infeksi yang ditemukan pada hewan telah dipelajari selama bertahun-tahun, sementara spesies lain yang ditemukan pada hewan telah dideskripsikan sebagai baru dan spesifik untuk penyakit yang diteliti, dan yang lainnya dikenal dengan nama yang sudah digunakan untuk organisme seperti saprofit. Lebih dari 60 spesies Aspergillus adalah patogen yang relevan secara medis.[5] Pada manusia, terdapat berbagai penyakit seperti infeksi di telinga luar, luka kulit, dan borok yang digolongkan sebagai misetoma.

Spesies lain penting dalam fermentasi mikrob komersial. Misalnya, minuman beralkohol seperti sake Jepang sering dibuat dari beras atau bahan berpati lainnya (seperti manioc), bukan dari buah anggur atau jelai malt. Mikroorganisme khas yang digunakan untuk membuat alkohol, seperti khamir dari genus Saccharomyces, tidak dapat memfermentasi pati ini. Oleh karena itu, kapang koji seperti Aspergillus oryzae digunakan untuk memecah pati menjadi gula sederhana.[6]

Anggota genus ini juga merupakan sumber produk alami yang bisa digunakan dalam pengembangan obat untuk mengobati penyakit manusia.[7]

Mungkin aplikasi terbesar Aspergillus niger adalah sebagai sumber utama asam sitrat; organisme ini menyumbang lebih dari 99% produksi asam sitrat global, atau lebih dari 1,4 juta ton per tahun.[butuh rujukan] A. niger juga umum digunakan untuk produksi enzim asli dan asing, termasuk glukosa oksidase, lisozim, dan laktase.[8] Dalam kasus ini, kultur jarang ditumbuhkan pada substrat padat, meskipun ini masih umum dilakukan di Jepang, tetapi lebih sering ditumbuhkan sebagai kultur terendam dalam bioreaktor. Dengan cara ini, parameter yang paling penting dapat dikontrol secara ketat, dan produktivitas maksimal dapat dicapai. Proses ini juga membuat lebih mudah memisahkan bahan kimia atau enzim yang penting dari medium, dan karena itu jauh lebih menghemat biaya.

Penelitian

250px-Four_3-day_old_Aspergillus_colonies_on_a_Petri_dish.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Empat koloni Aspergillus berumur tiga hari. Searah jarum jam dari kiri atas: strain laboratorium A. nidulans; strain yang mirip dengan mutasi pada gen penanda yA yang terlibat dalam pigmentasi hijau; strain A. oryzae yang digunakan dalam fermentasi kedelai; A. oryzae RIB40
250px-Aspergillus_235_mags_3X3_copy.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemindaian Aspergillus diambil pada 235 perbesaran di bawah mikroskop elektron pemindaian

A. nidulans (Emericella nidulans) telah digunakan sebagai organisme penelitian selama bertahun-tahun dan digunakan oleh Guido Pontecorvo untuk menunjukkan paraseksualitas pada jamur. Baru-baru ini, A. nidulans adalah salah satu organisme perintis yang memiliki genom yang diurutkan oleh para peneliti di Broad Institute. Pada tahun 2008, tujuh jenis Aspergillus lainnya memiliki genom yang diurutkan: A. niger (dua strain), A. oryzae, dan A. terreus yang berguna dalam industri, dan patogen A. clavatus, A. fischerianus (Neosartorya fischeri), A. flavus, dan A. fumigatus (dua strain).[9] A. fischerianus hampir tidak pernah bersifat patogen, tetapi sangat erat kaitannya dengan patogen umum A. fumigatus; salah satu alasan genom A. fischerianus diurutkan adalah untuk lebih memahami patogenisitas A. fumigatus.[10]

Reproduksi Seksual

Dari 250 spesies aspergillus, 64% diantaranya tidak memiliki fasa seksual. Walau demikian, masih ada kemungkinan beberapa diantaranya memeiliki fasa seksual yang belum dapat diteliti dengan baik. Pada fungi, reproduksi seksual dapat terjadi melalui 2 cara. Pertama, dengan persilangan (pada fungi heterothalus) di mana dua individu berbeda menyumbangkan nucleusnya, atau yang kedua adalah reproduksi secara selfing (pada fungi homotalus) di mana dua nukleus yang berasal dari satu individu akan fertilisasi.

A. fumigatus adalah spesies yang paling sering menyebabkan sakit pada penderita immunodeficient. Pada tahun 2009, A. fumigatus diketahui merupakan heterotalus yang memiliki siklus seksual yang utuh. Pada A. fumigatus reproduksi seksual terjadi antara dua jenis mating type yang berlawanan.

A. flavus adalah produsen utama alfatoksin yang bersifat kasrinogenik pada tanaman. Fungi ini juga bersifat opotunistik terhadap manusia dan patogen dari hewan, menyebabkan aspergillosis pada pasien immunocompromised.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Bennett JW (2010). "An Overview of the Genus Aspergillus" (PDF). Aspergillus: Molecular Biology and Genomics. Caister Academic Press. ISBN 978-1-904455-53-0.
  3. 1 2 Geiser, D. (2009). "Sexual structures in Aspergillus: morphology, importance and genomics". Medical mycology : official publication of the International Society for Human and Animal Mycology. 47. Suppl 1 (s1): S21–S26. doi:10.1080/13693780802139859. PMID 18608901.
  4. ↑ "Pillows: A Hot Bed Of Fungal Spores". Science Daily.
  5. ↑ Thom, C; Church, M (1926). The Aspergilli. Baltimore: The Williams & Wilkins Company.
  6. ↑ Spiegel, Alison (April 8, 2014). "Are You Using The Right Soy Sauce? Here's How To Find Out". The Huffington Post. ...to make soy sauce, first you add aspergillus mold to the soy beans and grains to produce a mixture called koji.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ US 6069146 
  8. ↑ "GRAS Notification for Acid Lactase from Aspergillus oryzae Expressed in Aspergillus niger". Section 2.
  9. ↑ Wortman; Gilsenan, J.; Joardar, V.; Deegan, J.; Clutterbuck, J.; Andersen, M.; Archer, D.; Bencina, M.; Braus, G.; Coutinho, P.; Von Döhren; Doonan, J.; Driessen, A. J.; Durek, P.; Espeso, E.; Fekete, E.; Flipphi, M.; Estrada, C. G.; Geysens, S.; Goldman, G.; De Groot; Hansen, K.; Harris, S. D.; Heinekamp, T.; Helmstaedt, K.; Henrissat, B.; Hofmann, G.; Homan, T.; Horio, T.; Horiuchi, H. (2009). "The 2008 update of the Aspergillus nidulans genome annotation: a community effort". Fungal Genetics and Biology. 46. Suppl 1 (1): S2–S13. doi:10.1016/j.fgb.2008.12.003. PMC 2826280. PMID 19146970.
  10. ↑ "Descriptions–Aspergillus Comparative". Broad Institute. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 November 2009. Diakses tanggal 2009-10-15.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Aspergillus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan