Selasa, 29 September 2026
01:33 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Asimtot

Asimtot

garis yang jaraknya dengan kurva mendekati nol seiring x atau y mendekati takhingga

250px-Asymptotic_curve_hvo1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Grafik fungsi dengan asimtot horizontal (y = 0), vertikal (x = 0), dan miring (garis ungu, diberikan oleh y = 2x)
250px-Asymptote02_vectorial.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kurva yang memotong suatu asimtot berkali-kali sebanyak takhingga

Dalam geometri analitis, asimtot dari sebuah kurva adalah sebuah garis yang sedemikian rupa sehingga jarak antara kurva dan garis tersebut mendekati nol seiring x atau y (salah satu atau keduanya) mendekati takhingga. Beberapa sumber menyertakan persyaratan bahwa kurva mungkin tidak melewati garis tanpa batas, tetapi ini tidak biasa bagi penulis modern. Dalam geometri projektif dan konteks terkait, asimtot dari sebuah kurva adalah garis yang bersinggungan dengan kurva pada titik di takhingga.[1][2][3]

Kata asimtot berasal dari bahasa Yunani ἀσύμπτωτος (asumptōtos) yang berarti 'tidak jatuh bersama' dari ἀ 'tidak' + σύν 'bersama' + πτωτ-ός 'jatuh'. Istilah ini diperkenalkan oleh Apollonius dari Perga dalam karyanya tentang irisan kerucut. Dengan makna yang berbeda dengan makna modern, ia menggunakannya untuk mengartikan setiap garis yang tidak memotong kurva yang diberikan.[4]

Ada tiga jenis asimtot: asimtot horizontal, vertikal, dan miring. Untuk kurva yang diberikan oleh grafik fungsi y = ƒ(x), asimtot horizontal adalah garis horizontal yang mendekati kurva seiring x mendekati +∞ atau −∞. Asimtot vertikal adalah garis-garis vertikal di dekat fungsi yang tumbuh tanpa terikat. Asimtot miring memiliki kemiringan yang tidak nol, tetapi terbatas, sehingga mendekati kurva seiring x mendekati +∞ atau −∞.

Lebih umumnya, suatu kurva adalah asimtot lengkung dari yang lain (sebagai lawan dari asimtot linear) jika jarak antara dua kurva cenderung nol seiring mendekati takhingga, meskipun istilah asimtot dengan sendirinya biasanya diartikan sebagai asimtot linear.

Asimtot menyampaikan informasi tentang perilaku kurva dalam ukuran besar dan penentuan asimtot suatu fungsi merupakan langkah penting dalam membuat sketsa grafiknya.[5] Studi tentang asimtot fungsi, ditafsirkan dalam arti luas, membentuk bagian dari subjek analisis asimtotik.

Asimtot fungsi

Asimtot yang sering ditemui dalam kalkulus adalah asimtot dari kurva yang berbentuk y = ƒ(x). Asimtot tersebut dapat dicari dengan limit.

Asimtot vertikal

Garis x = a adalah asimtot vertikal dari fungsi y = ƒ(x) jika setidaknya salah satu pernyataan berikut terpenuhi:

  1. lim x → a − f ( x ) = ± ∞ {\displaystyle \lim _{x\to a^{-}}f(x)=\pm \infty } {\displaystyle \lim _{x\to a^{-}}f(x)=\pm \infty }
  2. lim x → a + f ( x ) = ± ∞ {\displaystyle \lim _{x\to a^{+}}f(x)=\pm \infty } {\displaystyle \lim _{x\to a^{+}}f(x)=\pm \infty }

dengan lim x → a − {\displaystyle \lim _{x\to a^{-}}} {\displaystyle \lim _{x\to a^{-}}} adalah limit x mendekati a dari kiri (dari nilai yang lebih kecil) dan lim x → a + {\displaystyle \lim _{x\to a^{+}}} {\displaystyle \lim _{x\to a^{+}}} adalah limit x mendekati a dari kanan.

Asimtot horizontal

330px-Asymptote03.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suatu fungsi dapat memiliki dua asimtot horizontal. Contohnya adalah kurva y = arctan ⁡ ( x ) . {\displaystyle y=\arctan(x).} {\displaystyle y=\arctan(x).}

Asimtot horizontal adalah garis mendatar yang didekati kurva seiring x → ±∞. Garis horizontal y = c adalah asimtot horizontal dari fungsi y = ƒ(x) jika

lim x → − ∞ f ( x ) = c {\displaystyle \lim _{x\rightarrow -\infty }f(x)=c} {\displaystyle \lim _{x\rightarrow -\infty }f(x)=c} atau lim x → + ∞ f ( x ) = c {\displaystyle \lim _{x\rightarrow +\infty }f(x)=c} {\displaystyle \lim _{x\rightarrow +\infty }f(x)=c}.

Asimtot miring

250px-1-over-x-plus-x.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pada grafik f ( x ) = x + 1 x {\displaystyle f(x)=x+{\tfrac {1}{x}}} {\displaystyle f(x)=x+{\tfrac {1}{x}}}, sumbu y (x = 0) dan garis y = x adalah asimtotnya.

Ketika asimtot linear tidak paralel dengan sumbu x atau y, ia disebut dengan asimtot miring. Suatu fungsi f(x) memiliki asimtot y = mx + c (m ≠ 0) jika

lim x → + ∞ [ f ( x ) − ( m x + c ) ] = 0 {\displaystyle \lim _{x\to +\infty }\left[f(x)-(mx+c)\right]=0} {\displaystyle \lim _{x\to +\infty }\left[f(x)-(mx+c)\right]=0} atau lim x → − ∞ [ f ( x ) − ( m x + c ) ] = 0. {\displaystyle \lim _{x\to -\infty }\left[f(x)-(mx+c)\right]=0.} {\displaystyle \lim _{x\to -\infty }\left[f(x)-(mx+c)\right]=0.}

Referensi

  1. ↑ Williamson, Benjamin (1899), "Asymptotes", An elementary treatise on the differential calculus
  2. ↑ Nunemacher, Jeffrey (1999), "Asymptotes, Cubic Curves, and the Projective Plane", Mathematics Magazine, 72 (3): 183–192, CiteSeerX 10.1.1.502.72, doi:10.2307/2690881, JSTOR 2690881{{citation}}: Kutipan menggunakan parameter usang |citeseerx=
  3. ↑ Louis A. Talman. ""Asymptotes"" (PDF).
  4. ↑ D.E. Smith (1958). History of Mathematics. Vol. 2. hlm. 318.
  5. ↑ Apostol, Tom M. (1967), Calculus, Vol. 1: One-Variable Calculus with an Introduction to Linear Algebra (Edisi 2nd), New York: John Wiley & Sons, ISBN 978-0-471-00005-1, §4.18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan