Rabu, 07 Oktober 2026
19:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Asam keto

Asam keto

Bagikan:
250px-Ketocarboxylic_Acids_General_Formulae_V.1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asam piruvat (atas), asam asetoasetat, dan asam levulinat (bawah)

Dalam kimia organik, asam keto atau ketoasid atau asam okso adalah senyawa organik yang mengandung gugus asam karboksilat (−COOH) dan gugus keton (>C=O).[1]. Asam alfaketo sangat penting dalam biologi karena terlibat dalam siklus asam sitrat serta glikolisis.[2]

Jenis asam keto yang umum meliputi:

  • Asam alfaketo atau asam 2-okso memiliki gugus keto yang berdekatan dengan gugus asam karboksilat. Asam-asam jenis ini sering terbentuk melalui deaminasi oksidatif asam amino, dan sebaliknya, juga sering bertindak sebagai prekursor dalam sintesis asam amino. Asam alfaketo memiliki sifat kimia yang luas sebagai agen asilasi.[3] Contoh:
  • Asam beta-keto atau asam 3-okso, seperti asam asetoasetat, memiliki gugus keton pada karbon kedua dari gugus karboksilat. Umumnya terbentuk melalui kondensasi Claisen. Kehadiran gugus keto pada posisi beta memungkinkan terjadinya dekarboksilasi termal.[6]
  • Asam gamma-keto atau asam 4-okso memiliki gugus keton pada karbon ketiga dari gugus karboksilat. Asam levulinat adalah contohnya.

Asam keto muncul dalam berbagai jalur anabolik dalam metabolisme. Misalnya, pada tumbuhan (khususnya, pada hemlock, tumbuhan pemakan serangga, dan hemlock kecil), asam 5-okso-oktanoat diubah secara enzimatik dan nonenzimatik menjadi senyawa siklik alkaloid koniina yang beracun.[7]

Ketika kadar gula dan karbohidrat dalam tubuh rendah, lemak dan protein yang disimpan sebagai cadangan makanan adalah sumber utama energi. Asam amino glukogenik dari protein dan/atau gliserol dari trigliserida diubah menjadi glukosa. Asam amino ketogenik dapat dideaminasi untuk menghasilkan asam alfa keto dan badan keton.

Asam alfaketo juga dapat digunakan terutama sebagai sumber energi untuk sel hati dan sintesis asam lemak yang juga terjadi di hati.

Referensi

  1. ↑ Franz Dietrich Klingler, Wolfgang Ebertz "Oxocarboxylic Acids" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH, Weinheim. DOI:10.1002/14356007.a18_313
  2. ↑ Nelson, D. L.; Cox, M. M. "Lehninger, Principles of Biochemistry" 3rd Ed. Worth Publishing: New York, 2000. ISBN1-57259-153-6.
  3. ↑ Penteado, Filipe; Lopes, Eric F.; Alves, Diego; Perin, Gelson; Jacob, Raquel G.; Lenardão, Eder J. (16 April 2019). "α-Keto Acids: Acylating Agents in Organic Synthesis". Chemical Reviews. 119 (12): 7113–7278. doi:10.1021/acs.chemrev.8b00782. PMID 30990680. S2CID 119535331.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Kerber, Robert C.; Fernando, Marian S. (Oktober 2010). "α-Oxocarboxylic Acids". Journal of Chemical Education. 87 (10): 1079–1084. doi:10.1021/ed1003096.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Hewitson, K.S.; McNeill, L.A.; Elkins, J.M.; Schofield, C.J. (1 Juni 2003). "The role of iron and 2-oxoglutarate oxygenases in signalling". Biochemical Society Transactions. 31 (3): 510–515. doi:10.1042/bst0310510. PMID 12773146.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Smith, Michael B. (2017), "Functional Group Exchange Reactions", Organic Synthesis (dalam bahasa Inggris), Elsevier, hlm. 137, doi:10.1016/b978-0-12-800720-4.00003-9, ISBN 978-0-12-800720-4, diakses tanggal 2022-06-01{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Parameter work dengan ISBN (link)
  7. ↑ Leete, E.; Olson, J. O. (1970). "5-Oxo-octanoic acid and 5-oxo-octanal, precursors of coniine". Journal of the Chemical Society D: Chemical Communications (dalam bahasa Inggris) (23): 1651–1652. doi:10.1039/C29700001651. ISSN 0577-6171.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan