Jumat, 09 Oktober 2026
17:26 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Arte povera

Arte povera

Bagikan:
250px-Brajo_Fuso_-_Le_sette_note-_con_serbatoi_di_motociclette.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arte Povera adalah sebuah gerakan seni yang berkembang di Italia pada akhir 1960 hingga awal 1970. Gerakan ini muncul di sejumlah kota besar, terutama di Turin dan beberapa kota lain seperti Milan, Roma, Genoa, Vanesia, Napoli, dan Bologna. Istilah Arte Povera diperkenalkan oleh kritikus seni Germano Celant pada tahun 1967.

Arte Povera (istilah dalam bahasa Italia yang berarti seni miskin) adalah sebuah gerakan seni yang berkembang di Italia pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. [1]Gerakan ini muncul di sejumlah kota besar, terutama di Turin dan beberapa kota lain seperti Milan, Roma, Genoa, Venesia, Napoli, dan Bologna. Istilah Arte Povera diperkenalkan oleh kritikus seni Germano Celant pada tahun 1967 dalam konteks perubahan sosial dan politik di Italia pada masa tersebut.[2] Pada periode itu, sejumlah seniman mulai menyoroti struktur dan nilai yang terkait dengan institusi pemerintah, industri, dan kebudayaan melalui pendekatan artistik yang menggunakan bahan-bahan nontradisional.[3]

Beberapa pameran awal yang menampilkan karya seniman yang kemudian dikategorikan sebagai bagian dari Arte Povera diselenggarakan di Christian Stein Gallery di Turin, yang dikelola oleh Margherita Stein.[4] Pameran “IM Spazio”, yang dikurasi oleh Celant dan berlangsung di Galleria La Bertesca, Genoa dari September hingga Oktober 1967 dan dianggap sebagai awal resmi gerakan ini. Celant kemudian mengoordinasikan beberapa pameran pada tahun 1967 dan 1968, serta menerbitkan buku Arte Povera Storie e protagonisti (dalam bahasa Inggris: Arte Povera. Histories and Protagonists) melalui Electa pada tahun 1985. Publikasi tersebut memuat penjelasan mengenai sejarah, praktik, dan tokoh-tokoh yang terkait dengan Arte Povera.[5]

Arte Povera merujuk pada kelompok seniman Italia yang menggunakan material nontradisional serta metode kerja yang berbeda dari praktik akademik umum pada periode tersebut. Seniman yang sering dikaitkan dengan gerakan ini meliputi Giovanni Anselmo, Alighiero Boetti, Enrico Castellani, Pier Paolo Calzolari, Luciano Fabro, Jannis Kounellis, Mario Merz, Marisa Merz, Giulio Paolini, Pino Pascali, Giuseppe Penone, Michelangelo Pistoletto, Emilio Prini, dan Gilberto Zorio.[6] Karya mereka menggunakan objek temuan sebagai bagian dari penyusunan elemen visual atau struktural. Selain kelompok inti tersebut, terdapat pula seniman dan gerakan sebelumnya yang menunjukkan pendekatan artistik dengan karakteristik serupa, termasuk Antoni Tàpies dan kelompok Dau al Set, Alberto Burri, Piero Manzoni, serta Lucio Fontana melalui gagasan Spasialisme. Dalam konteks perdagangan seni, sejumlah pedagang seni, termasuk Ileana Sonnabend, berperan dalam mempresentasikan karya dan memperluas jangkauan internasional gerakan Arte Povera.[1]

Referensi

  1. 1 2 Meyer, Isabella (2021-12-07). "Arte Povera - What Was the Arte Povera Movement?". Art in Context (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-21.
  2. ↑ "Arte Povera's radical simplicity". The Economist. ISSN 0013-0613. Diakses tanggal 2025-11-21.
  3. ↑ "Arte Povera | MoMA". The Museum of Modern Art (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-21.
  4. ↑ "Storia". www.galleriachristianstein.com (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 2025-11-21.
  5. ↑ Celant, Germano (1985). Arte povera: = Art povera. Milan: Electa. ISBN 978-88-435-1043-6.
  6. ↑ Christov-Bakargiev, Carolyn (2005). Arte povera. London: Phaidon. ISBN 978-0-7148-4556-2.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan