Sabtu, 03 Oktober 2026
23:34 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Arnold Meri

Arnold Meri

Bagikan:
Arnold Meri
250px-Arnold_Meri_22_September_2008.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arnold Meri dalam Tentara Merah
Lahir(1919-07-01)1 Juli 1919
Tallinn, Estonia
Meninggal27 Maret 2009(2009-03-27) (umur 89)
Tallinn, Estonia
Pengabdian USSR
Dinas/cabangTentara Merah
Lama dinas1940–1945
PangkatKolonel
Perang/pertempuranPerang Dunia II

Arnold Meri (1 Juli 1919 – 27 Maret 2009) adalah seorang veteran Tentara Merah Uni Soviet dari Perang Dunia II dan Pahlawan Uni Soviet[1] yang didakwa melakukan genoside karena perannya dalam deportasi orang-orang Estonia ke wilayah-wilayah terpencil di USSR.[2] Ia adalah sepupu dari mantan Presiden Estonia, Lennart Meri. Pada masa kematiannya, Meri menjadi ketua kehormatan Komite Anti-Fasis Estonia.[3][4]

Referensi

  1. ↑ Связисты Герои Советского Союза Diarsipkan 27 September 2007 di Wayback Machine. (Rusia)
  2. ↑ Estonian accused of genocide
  3. ↑ "Estonian Red Army veteran dies amidst genocide trial". Russia Today. 28 Maret 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Maret 2009. Diakses tanggal 5 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Dmitry Medvedev sent a telegram of condolences at the passing of veteran of the Estonian Red Army Rifle Corps Arnold Meri to Mr Meri's widow, Yekaterina". Presiden Rusia. 29 Maret 2009. Diakses tanggal 4 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Arnold Meri.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Arnold Meri.


Flag of Uni SovietBiography icon

Artikel bertopik biografi Uni Soviet ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan