Senin, 21 September 2026
19:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Arnold Meri

Arnold Meri

Arnold Meri
250px-Arnold_Meri_22_September_2008.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arnold Meri dalam Tentara Merah
Lahir(1919-07-01)1 Juli 1919
Tallinn, Estonia
Meninggal27 Maret 2009(2009-03-27) (umur 89)
Tallinn, Estonia
Pengabdian USSR
Dinas/cabangTentara Merah
Lama dinas1940–1945
PangkatKolonel
Perang/pertempuranPerang Dunia II

Arnold Meri (1 Juli 1919  27 Maret 2009) adalah seorang veteran Tentara Merah Uni Soviet dari Perang Dunia II dan Pahlawan Uni Soviet[1] yang didakwa melakukan genoside karena perannya dalam deportasi orang-orang Estonia ke wilayah-wilayah terpencil di USSR.[2] Ia adalah sepupu dari mantan Presiden Estonia, Lennart Meri. Pada masa kematiannya, Meri menjadi ketua kehormatan Komite Anti-Fasis Estonia.[3][4]

Referensi

  1. Связисты Герои Советского Союза Diarsipkan 27 September 2007 di Wayback Machine. (Rusia)
  2. Estonian accused of genocide
  3. "Estonian Red Army veteran dies amidst genocide trial". Russia Today. 28 Maret 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Maret 2009. Diakses tanggal 5 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Dmitry Medvedev sent a telegram of condolences at the passing of veteran of the Estonian Red Army Rifle Corps Arnold Meri to Mr Meri's widow, Yekaterina". Presiden Rusia. 29 Maret 2009. Diakses tanggal 4 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Arnold Meri.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Arnold Meri.


Flag of Uni SovietBiography icon

Artikel bertopik biografi Uni Soviet ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan