Kamis, 29 Oktober 2026
00:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Arjasa, Jember

Arjasa, Jember

kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur

Bagikan:
Untuk kegunaan lain terkait tempat dengan nama sama, lihat Arjasa.
Arjasa
330px-02_Tampak_depan_Terminal_Arjasa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-03_Gerbang_masuk_Terminal_Arjasa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terminal Arjasa
Koordinat: 8°07′01″S 113°44′57″E / 8.11707252°S 113.74904044°E / -8.11707252; 113.74904044
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenJember
Pemerintahan
 • CamatAndri Purnomo, ST., M.Si.
Populasi
 (2024)
 • Total43.286 jiwa
Kode pos
68191
Kode Kemendagri35.09.22 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3509220 Suntingan nilai di Wikidata
Luas35,88 km²
Desa/kelurahan6
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Arjasa%2C_Jember&revid=29185350&groups=_beaa81c38e1f78b5bd4a0e8a9210a6fa406597af&parser=parsoid

Arjasa adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang terletak di timur. Arjasa berada tepat di utara pusat kota Jember, dan dilintasi jalur strategis menuju Bondowoso dan Situbondo. Kecamatan ini juga terdapat Terminal Arjasa yang merupakan salah satu terminal bus dan angkot terbesar di Jember, dan melayani berbagai moda transportasi antar kota dan dalam kota.[1] Wilayah Arjasa memanjang hingga lereng Gunung Argopuro di barat. Di ujung barat kecamatan terdapat kawasan perkebunan sekaligus ikon wisata populer, seperti Rembangan dan Wisata Agro Rayap. Rembangan sendiri terdapat hotel, kolam renang, camping ground, kebun buah naga, dan lainnya.[2][3][4]

Kecamatan Arjasa memiliki beranekaragam kekayaan budaya. Salah satu desa, yaitu Desa Arjasa mendeklarasikan daerahnya sebagai Desa Wisata Adat dengan situs cagar budaya seperti Situs Calok dan Sendang Tirta Amertha Rajasa, serta event tahunan yaitu Festival Hyang Argopuro.[5] Sedangkan Desa Kamal dikenal dengan Situs Duplang yang terdapat peninggalan zaman megalitikum seperti dolmen dan menhir.[6] Kamal juga memiliki tarian tradisional khas yaitu Ta'Butaan yang mirip ondel-ondel.[7]

Pada tahun 1992, terjadi perubahan wilayah di Kecamatan Arjasa dengan dimekarkannya kecamatan baru bernama Jelbuk di sebelah utara. Kecamatan Jelbuk mengambil 6 desa, sehingga sekarang tersisa 6 desa yang masih ada di Arjasa.[8] Akibat pemekaran tersebut, Arjasa sekarang menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit ketiga di Kabupaten Jember setelah Kecamatan Jelbuk dan Sukorambi yaitu sekitar 43 ribu jiwa pada tahun 2024.[9]

Geografi

250px-Peta_Arjasa%2C_Jember.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta administrasi Kecamatan Arjasa

Arjasa adalah kecamatan yang terletak di utara Kota Jember. Arjasa terletak di kaki dan lereng bagian timur dari Gunung Argopuro. Ujung barat dari Arjasa (Desa Kemuning Lor) berada di lereng Argopuro dan banyak terdapat kawasan perkebunan dan agrowisata, seperti Perkebunan Rayap milik PTPN XII dan wisata Rembangan milik Pemkab Jember. Arjasa dilintasi jalur-jalur strategis, ke utara terdapat jalan provinsi tingkat I menuju Bondowoso, sedangkan ke timur terdapat jalur menuju Kalisat.

Batas wilayah Kecamatan Arjasa adalah sebagai berikut:[9]

Utara Kecamatan Jelbuk
Timur Kecamatan Kalisat
Selatan Kecamatan Pakusari dan Kecamatan Patrang
Barat Lereng Gunung Argopuro

Daftar desa dan dusun

Kecamatan Arjasa terdiri dari 6 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Arjasa Krajan, Bendelan, Calok, Gumitir, Kangkong, Salak, Tegalbago [9][10]
2 Biting Krajan, Biting Gumuk, Biting Pinggir, Gembelwaru, Mojo, Tegallo [9][11]
3 Candijati Krajan Barat, Krajan Timur, Bataan, Sumberjati [9]
4 Darsono Gading, Kopang Krajan, Padasan, Teratai [9]
5 Kamal Krajan, Bunjurang, Duplang, Kendal, Klanceng, Kopang, Gumitir [9]
6 Kemuning Lor Krajan, Darungan, Kopang Kebun, Rayap, Rembangan [9]

Riwayat pemekaran

Pada tahun 1976, Kecamatan Arjasa kehilangan 3 desa di sebelah selatan yaitu Desa Patemon, Baratan, dan Bintoro. Desa Baratan dan Bintoro bergabung dengan Kecamatan Patrang. Sedangkan Patemon bergabung dengan Kecamatan Pakusari. Baik Patrang maupun Pakusari baru terbentuk pada 1976 dengan adanya penataan ulang wilayah kecamatan akibat dibentuknya Kota Administratif Jember. Keluarnya Desa Patemon menyebabkan Stasiun Arjasa berada di luar Kecamatan Arjasa.[12] Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 59 tahun 1992, Kecamatan Arjasa yang saat itu dianggap terlalu luas kemudian dimekarkan menjadi Kecamatan Jelbuk. Jelbuk mengambil 6 desa di utara Arjasa dan beribukota di Desa Jelbuk sehingga saat ini Arjasa tersisa 6 desa.[8]

Tempat terkenal

250px-Rembangan_Jember.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kolam renang di Rembangan
250px-Situs_Calok_Arjasa_Jember.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Situs Calok di Desa Arjasa
  • Terminal Arjasa
  • Wisata Puncak Rembangan - obyek wisata yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda sekitar tahun 1930-an, dan sekarang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Lokasi ini mencakup:[2]
    • Hotel Rembangan
    • Kebun Pengembangan Hortikultura (kebun bunga)
    • Kebun Agrowisata (kebun buah naga)
    • Rembangan Dairy Farm, dll.
  • Wisata Agro Rayap dan Villa Koffie - agrowisata di kawasan perkebunan kopi PTPN XII[4]
  • RTH Arjasa
  • Desa Adat Wisata Arjasa - branding wisata Desa Arjasa yang mencakup obyek wisata seperti:[5]
    • Wisata Citra Mandiri - kolam renang yang dikelola oleh BUMDes Arjasa
    • Situs Calok
    • Galeri Seni Lukis Bakar
    • Sendang Tirta Amerta Rajasa, dll.
  • 250px-Dolmen_situs_duplang_Jember.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
    Dolmen di Situs Duplang
    Situs Duplang - situs arkeologi era megalitikum di Desa Kamal, terdapat batuan menhir, dolmen, dan kenong.[6]
  • PTPN X Unit Industri Bobbin - pabrik rokok cerutu
  • Bakso Kabut Bu Juhairiyah
  • Puskesmas Arjasa

Kebudayaan

250px-Ta%27Butaan_Jember.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kesenian Ta'Butaan

Ta'Butaan

Ta'Butaan adalah kesenian khas Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Kesenian ini adalah bentuk akulturasi budaya Pendalungan yaitu percampuran Suku Jawa, Madura, dan lainnya. Menurut tradisi lisan keturunan Buyut Nyami (pendiri Desa Kamal), tarian tersebut lahir pada masa paceklik yang pernah terjadi dahulu kala. Alkisah, bencana tersebut diakibatkan oleh "buta" atau raksasa penunggu gunung yang murka. Kemudian tari Ta'Butaan tercipta sebagai tolak bala berupa boneka besar yang terbuat dari kayu dan berisi penari. Boneka tersebut diarak dengan diiringi musik tiap tahunnya dalam acara "Kadisah" atau bersih desa. Ta'Butaan disebut-sebut sebagai ondel-ondel versi Pendalungan.[13][7]

Festival Hyang Argopuro

Festival Hyang Argopuro adalah event tahunan yang diadakan di Desa Arjasa. Desa tersebut menggunakan branding Desa Wisata Adat karena kekayaan budaya dan wisata di daerahnya. Festival ini bertujuan untuk mempromosikan wisata serta melestarikan budaya dan kearifan lokal masyarakat di lereng Gunung Argopuro. Festival ini terdiri dari banyak rangkaian acara seperti lomba tari dan permainan tradisional, festival kuliner, dan puncak acaranya adalah Mendhak Tirta Manggala Hyang yaitu pengambilan air suci dari sumber mata air di lereng Pegunungan Argopuro yang dipercaya membawa berkah, diiringi oleh pertunjukan seni, doa bersama, serta pagelaran budaya.[14]

Referensi

  1. ↑ "Terminal Arjasa Jember". STANPLAT. 2025-08-07.
  2. 1 2 Fathur Rozi (2025-10-16). "Hotel Rembangan, Vila Belanda 1937 yang Disulap Jadi Ikon Wisata Modern Jember". SUARA INDONESIA JEMBER.
  3. ↑ Dewi Permatasari Wiyono, Rr Haru Agus Razziati, Triandi Laksmiwati (2015). "REDESAIN OBJEK WISATA REMBANGAN DI JEMBER". Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur. 3 (1). Malang: Universitas Brawijaya.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. 1 2 Luh De Suriyani (2019-02-17). "Menikmati Misteri dan Magisnya Kopi Rayap, Apa yang Menarik?". MONGABAY.
  5. 1 2 Dwi Siswanto (2025-11-04). "Liburan Sekaligus Belajar? Coba Wisata Edukasi di Arjasa Jember, Ada Calok hingga Sendang Tirta Amertha Rajasa". HALO JEMBER.
  6. 1 2 Nurillah Achmad (2021=08=05). "Situs Duplang, Peninggalan Nenek Moyang Zaman Megalitikum". TELUSURI.id.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. 1 2 M Ilham Zoebazary. "Ta-buta'an, Ondel-Ondel Masyarakat Pendalungan". MEDIA INDONESIA.
  8. 1 2 "Peraturan Pemerintah (PP) No. 59 Tahun 1992 tentang Pembentukan 10 (Sepuluh) Kecamatan Di Wilayah Kabupaten-Kabupaten Daerah Tingkat II Blitar, Jember, Bondowoso, Pamekasan, Situbondo, Dan Di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Jawa Timur".
  9. 1 2 3 4 5 6 7 8 Kecamatan Arjasa Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Jember. 2024-09-26.
  10. ↑ Diah Ayu Retnani Wulandari; Qurrota A'yuni Ar Ruhimat (2023). "Pendampingan Otomasi Pengelolaan Alokasi Karyawan Pada UMKM Nanda Tailor Desa Arjasa Kabupaten Jember". Ilmu Komputer Untuk Masyarakat. 4 (1). Universitas Muslim Indonesia.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  11. ↑ "Profil dan Sejarah Desa Biting". ppid-desa.jemberkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Jember. Diakses tanggal 2025-12-29.
  12. ↑ "Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 1976 tentang Pembentukan Kota Administratif Jember".
  13. ↑ Agus Siswoyo (2025-12-08). "Kesenian Ta'butaan Jember: Raksasa Pendalungan yang Menggoyang Tradisi". THE JOMBANG TASTE - agussiswoyo.com.
  14. ↑ "Hyang Argopuro Festival IX: Merayakan Harmoni Budaya dan Mendorong Ekonomi Lokal Jember". jemberkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Jember. 2025-09-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan