Kamis, 22 Oktober 2026
23:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Api Yunani

Api Yunani

senjata pembakar yang lumrah digunakan oleh tentara Romawi Timur

Bagikan:
330px-Greekfire-madridskylitzes1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah kapal Bizantium menggunakan Api Yunani terhadap kapal pemberontak, Thomas si Slav, 821. Ini merupakan ilustrasi abad ke-12 dari Madrid Skylitzes
Angkatan Bersenjata
Kekaisaran Romawi Timur
250px-Greekfire-madridskylitzes1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daftar artikel di bawah ini adalah bagian dari seri tentang angkatan bersenjata (militer dan paramiliter) Kekaisaran Romawi Timur, 330–1453 M
Sejarah organisasi
Sejarah operasi militer
Daftar-daftar perang, pemberontakan dan perang saudara, dan pertempuran
Strategi dan taktik

Api Yunani (juga disebut api Bizantium, api Romawi Timur, atau api cair) adalah senjata pembakar yang digunakan oleh Kekaisaran Romawi Timur mulai ca 672. Senjata ini digunakan untuk membakar kapal musuh dan dibuat dari senyawa mudah terbakar yang dipancarkan oleh pelontar api. Beberapa sejarawan berspekulasi bahwa api ini bisa dinyalakan saat kontak dengan air, dan mungkin berbahan dasar nafta serta kapur tohor. Bizantium biasanya menggunakannya dalam pertempuran laut untuk memberikan efek yang besar, karena konon bisa terus terbakar saat mengambang di atas air. Keuntungan teknologi yang diberikannya membawa banyak kemenangan yang diraih Bizantium, terutama keselamatan Konstantinopel dari pengepungan Arab pertama dan kedua, sehingga mengamankan kelangsungan hidup Kekaisaran.[1]

Api Yunani membuat terkesan para tentara Salib Eropa barat, sehingga nama itu kemudian dipakai untuk menyebut segala jenis senjata pembakar, termasuk yang digunakan oleh orang Arab, Tiongkok, dan Mongol. Namun, campuran ini menggunakan formula yang berbeda dari api Yunani Bizantium, yang merupakan rahasia negara yang dijaga ketat. Bizantium juga menggunakan nozel bertekanan untuk memproyeksikan cairan ke musuh, dengan cara yang menyerupai penyembur api modern.[2]

Proses pembuatan cairan ini sangat dirahasiakan militer; begitu rahasia, sampai sekarang pun cara pembuatannya masih belum diketahui. Sumber yang bervariasi berspekulasi bahwa api ini terdiri dari belerang, kapur tohor, dan minyak bumi. Kemungkinan bahan pembuatnya terdiri dari kalsium fosfida, dibuat dengan memanaskan tohor, tulang, dan batu bara. Begitu terkena air kalsium fosfida melepaskan fosfin, yang menyala seketika.

Referensi

Kutipan

  1. ↑ Pryor & Jeffreys 2006, hlm. 608–609.
  2. ↑ Forbes 1959, hlm. 83.

Sumber

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Greek fire.
Wikisource logo
Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Greek Fire.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan