Senin, 28 September 2026
16:08 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

Anton Lucas

Anton E. Lucas atau juga dikenal dengan nama Anton Lucas adalah indonesianis berkebangsaan Australia. Namanya dikenal sebagai penulis dan peneliti, utamanya sejarah dan hubungan internasional di wilayah Asia dengan Australia. Salah satu karyanya, Peristiwa Tiga Daerah: Revolusi dalam Revolusi merupakan kajian historis pergolakan masyarakat di daerah Tegal, Brebes, dan Pemalang yang terjadi setelah masa revolusi, dengan tokoh utamanya Kutil.[1]

Latar belakang

Anton Lukas lahir di Australia. Dia merupakan dosen senior (senior lecturer) di Departemen Kajian Asia dan Bahasa, di Flinder University of South Australia, Adelaide, Australia Selatan. Anton meraih gelar Ph.D dari Universitas Nasional Australia (ANU) pada tahun 1981. Bukuya yang telah terbit antara lain Peristiwa Tiga Daerah: Revolusi dalam Revolusi (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1989) yang kemudian diterjemahkan menjadi One Soule On Struggle: Region and Revolution in Indonesia (Sidney: Allen & Unwin, 1991) dan When the Dog Dies Ghrow it in the River: Environmental Politics and Water Pollution in Indonesia (Monash Asia Institute, 2000). Buku yang terakhir dia tulis bersama Arief W. Djati. Dia juga menyunting buku Local Opposition and Underground Resistance to the Japanese in Java 1942-1945 (Monas University, 1986), dan Half a Century of Indonesia Australia Ineraction (Flinders University of South Australia, 1996). Anton juga pernah menjadi tenaga ahli di Pusat Latihan dan Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial (PLPIIS) Universitas Hasanuddin (1985-1986) dan Senior Research Associate di Pusat Antar Universitas (PAU) Studi Sosial Universitas Gajah Mada (1990-1991)

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Google Book: Merampas tanah rakyat: kasus Tapos dan Cimacan, diakses 13 Maret 2017


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan