Selasa, 06 Oktober 2026
19:13 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Angon putu

Bagikan:

Angon putu (aksara Jawa ꦲꦔꦺꦴꦤ꧀ꦥꦸꦠꦸ; bahasa Indonesia "menggembalakan cucu") adalah salah satu tradisi Jawa yang berasal dari daerah Yogyakarta. Upacara yang merupakan bagian dari tumbuk ageng ini diselenggarakan dengan cara mengumpulkan anak/cucu/cicit dari seseorang, kemudian mereka diajak berjalan-jalan ke pasar dan diberi kesempatan untuk membeli jajanan dengan sangu yang telah diberikan sebelumnya. Setelah puas membeli jajanan, mereka kemudian digiring pulang ke rumah. Penggiringan pulang ini adakalanya dilakukan dengan mengayunkan cemeti secara simbolis kepada mereka. Beberapa angon putu tidak dilaksanakan di pasar sungguhan, melainkan diganti dengan membuat pasar-pasaran di halaman rumah. Angon putu biasanya dilakukan di pagi hari pada masa liburan panjang seperti akhir tahun. Angon putu umumnya dilakukan ketika cucu telah mencapai 25 orang.[1][2][3]

Makna

Angon putu merupakan perwujudan rasa syukur sebuah keluarga atas keberkahan yang telah tercurah pada diri mereka beserta cucunya. Angon putu juga bermanfaat untuk merekatkan keluarga yang telah merantau ke berbagai kota.[3]

Catatan kaki

  1. ↑ "Tradisi Angon Putu, dari Yogyakarta". Informasi Budaya Jawa. 2018-07-12. Diakses tanggal 2019-12-04.[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Liputan6.com (2017-12-25). "Angon Putu, Tradisi Unik Seorang Kakek Mencambuki Cucu". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-12-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. 1 2 Readhouse, Tumpi (2016-01-08). "Angon Putu, Tradisi Jawa yang Hampir Terlupakan". Tumpi.id. Diakses tanggal 2019-12-04.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan