Sabtu, 24 Oktober 2026
21:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Anamorfisme

Anamorfisme

Bagikan:
250px-Sant%27Ignazio_-_affresco_soffitto_-antmoose.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Andrea Pozzo di langit-langit gereja St. Ignazio.

Anamorfisme berarti penyajian perspektif atau proyeksi yang terdistorsi. Lebih khusus istilah ini mengacu kepada imaji yang terdistorsi sedemikian rupa hingga hanya akan terlihat normal jika dilihat dari sudut tertentu. [1]

Leonardo's Eye (Leonardo da Vinci, sekitar 1485) adalah salah satu contoh karya anamorfosis tertua yang pernah ditemukan.

Selama abad 17th, Mural trompe l'oeil pada masa Barok sering menggunakan teknik ini untuk mendapatkan kombinasi arsitektural yang sempurna dengan ilusi visual. Saat pengunjung melihat bangunan dari sudut yang tepat, maka bangunan tersebut akan menyatu dengan lukisan dekoratif yang ada. Hans Holbein the Younger adalah salah satu contoh pengguna trik anamorfisme dalam karyanya.[2]

Kubah dan rangka langit-langit dari Gereja St. Ignazio di Roma Rome, yang dilukis oleh Andrea Pozzo, memperlihatkan contoh ilusi ini. Diawali oleh kekhawatiran kubah yang terlalu tinggi akan mengganggu pencahayaan untuk bangunan di sekitar, maka Pozzo ditugaskan untuk membuat ilusi kubah tersebut daripada harus membangun kubah yang sebenarnya. Bagaimanapun, karena karya ini tetap bersifat dimatra, hanya pada titik tertentu saja pengunjung bisa merasakan kubah ini benar-benar nyata.

Contoh lain adalah lukisan kapur di trotoar oleh Kurt Wenner dan Julian Beever di mana lukisan kapur, ubin, dan bangunan di sekitar menyatu menjadi sebuah ilusi.

IMAX, Cinemascope dan format layar lebar lain bisa menggunakan teknik anamorfisme untuk menciptakan ilusi pemandangan trimatra dari slide dimatra.

Sejarah singkat

Anaformisme mengalami perkembangan signifikan pada abad ke-16, yang dipicu oleh intensifitas studi mengenai perspektif linear oleh para seniman era Renaisans. Teknik ini melibatkan proyeksi visual yang terdistorsi, di mana objek hanya dapat direkontruksi menjadi bentuk yang proporsional apabila diamati dari titik pandang atau sudut kemiringan yang spesifik. [3]

Salah satu representasi kanonik dari aplikasi teknik ini terdapat dalam karya Hans Holbein the Younger yang berjudul The Ambassadors (1533). Dalam lukisan tersebut, terdapat sebuah objek di bagian bawah yang secara visual tampak tidak beraturan jika dilihat secara frontal, namun secara optis akan teridentifikasi sebagai citra tengkorak manusia saat dilihat dari sudut pandang lateral yang tajam.[4]

Secara fungsional, anamorfisme pada awalnya berfungsi sebagai medium eksperimentasi optik sekaligus instrumen untuk menyisipkan pesan simbolis yang bersifat terselubung. Seiring dengan perkembangan estetika dan teknologi visual, aplikasi anomorfisme telah meluas melampaui medium kanvas, mencakup berbagai disiplin ilmu terapan seperti arsitektur, desain grafis, hingga intervensi artistik kontemporer di ruang publik. [5]

Galeri

  • Hurwitz Singularity, patung anamorik menggunakan perspektif.
    Hurwitz Singularity, patung anamorik menggunakan perspektif.
  • Patung katak anamorfik karya Jonty Hurwitz
    Patung katak anamorfik karya Jonty Hurwitz
  • Tiga pandangan anamorphosis kerucut karya Dimitri
    Tiga pandangan anamorphosis kerucut karya Dimitri
  • Foto hadiah untuk pameran d'une à la préfecture de Toulouse pada bulan September 2010.
    Anamorfosis piramidal
  • Foto hadiah untuk pameran lors d'une à la préfecture de Toulouse pada bulan September 2010.
    Anamorfosis silindris
  • Patung di perunggu Parc de la Villete Paris
    Jean-Max Albert, Reflet anamorphose, Perunggu, Parc de la Villette (1985)

Lihat pula

  • Sotto in su
  • Arthur Mole
  • Distorsi gambar
  • Lipatan Gila
  • Kontrol perspektif
  • Panomorf

Seniman

  • Jonty Hurwitz
  • Jean-Max Albert
  • Hans Holbein Muda
  • Patrick Hughes
  • William Kentridge
  • István Orosz
  • Andrea Pozzo
  • Georges Rousse
  • Edward Ruscha
  • Thomas Medicus

Seniman jalanan

  • Julia Beever
  • Leon Keer
  • Tracy Lee Stum
  • Kurt Wenner

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri anamorphism di kamus bebas Wikikamus.

Referensi

  1. ↑ designboom, nina azzarello I. (2016-05-28). "JR completes monumental anamorphic artwork on the louvre's glass pyramid". designboom | architecture & design magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-29.
  2. ↑ Dalí, Salvador; Atheneum, Wadsworth; Garden, Hirshhorn Museum and Sculpture; Pinchot, Antonio; Sutton, Peter C.; Art, Scottish National Gallery of Modern; Zafran, Eric (2000-01-01). Dalí's Optical Illusions (dalam bahasa Inggris). Yale University Press. ISBN 978-0-300-08177-0.
  3. ↑ Editors, Britannica. "anamorphosis". Britannica. Diakses tanggal 2026-03-29.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  4. ↑ "Iklan 3D: Anamorfis Iklan Luar Ruang - Otego Media" (dalam bahasa American English). 2022-08-23. Diakses tanggal 2026-03-29.
  5. ↑ Smith, Jessica (2023-11-01). "What is Anamorphic Art? Unveiling Hidden Dimensions in Reality". Invaluable (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-29.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan