Senin, 26 Oktober 2026
16:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Lukisan lelangit ilusionis

Lukisan lelangit ilusionis

Bagikan:
250px-Sant%27Ignazio_-_affresco_soffitto_-antmoose.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Andrea Pozzo di langit-langit gereja St. Ignazio.

Sotto in su, berarti terlihat dari bawah (atau populer pula dengan sebutan di sotto in su), adalah teknik lukisan ilusionistis yang biasanya digunakan untuk lukisan langit-langit untuk memberikan persepsi perspektif. Setiap elemen yang dilihat oleh pemirsa disusun agar memberikan ilusi yang tepat.

Sejarah

Lukisan lelangit ilusionis berkembang pada masa Renaisans Italia seiring dengan kemajuan penggunaan perspektif linear dalam seni rupa. Teknik ini memanfaatkan perspektif, pemendekan bentuk (foreshortening), dan ilusi optik untuk menciptakan kesan ruang tiga dimensi pada permukaan langit-langit yang datar maupun berkubah. Perkembangan tersebut kemudian menjadi dasar lahirnya teknik "quadratura", yaitu penggambaran arsitektur semu yang menyatu dengan arsitektur bangunan sehingga menciptakan ilusi ruang yang lebih luas. [1]

Diperkirakan teknik ini pertama kali digunakan oleh Andrea Mantegna dalam dekorasi "Camera degli Sposi" di Mantua yang dikerjakan antara tahun 1465 hingga 1474. Pada langit-langit ruangan tersebut, Mantegna melukiskan sebuah "oculus" yang menampilkan langit terbuka dan figur-figur yang tampak mengintip dari atas sehingga menghasilkan ilusi ruang bagi pengamat. Karya tersebut dipandang sebagai salah satu contoh awal penggunaan perspektif ilusionis pada lukisan langit-langit. [2]

Pada abad ke-16, Antonio da Correggio mengembangkan teknik tersebut melalui lukisan fresko pada kubah Katedral Parma dengan menciptakan ilusi langit terbuka yang dipenuhi figur-figur seolah melayang. Teknik ini kemudian banyak digunakan pada masa Barok untuk lukisan fresko. Seniman seperti Pietro da Cortona melalui "Allegory of Divine Providence and Barberini Power" di Palazzo Barberini serta Andrea Pozzo melalui "Apotheosis of St. Ignatius" semakin mengembangkan penggunaan perspektif dan ilusi arsitektur sehingga menghasilkan kesan bahwa ruang bangunan berlanjut ke langit. Pada masa tersebut, lukisan lelangit ilusionis menjadi salah satu ciri khas dekorasi gereja dan istana di Italia sebelum menyebar ke berbagai wilayah Eropa. [1]

Referensi

  1. 1 2 "Quadraturismo - Enciclopedia". Treccani (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 2026-07-01.
  2. ↑ Cartwright, Mark (2020-09-11). "Andrea Mantegna". World History Encyclopedia (dalam bahasa Inggris).

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan