Jumat, 09 Oktober 2026
06:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Keabsahan anak

merupakan status anak yang lahir

Bagikan:

Keabsahan anak merupakan status dari seorang anak yang ditentukan berdasarkan status hubungan kedua orang tuanya menurut undang-undang setempat. Status keabsahan anak tersebut dapat dibedakan menjadi status anak sah dan status anak luar nikah atau anak luar kawin.

Anak sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah.[1] Seorang anak memperoleh status sebagai anak sah jika ia lahir dari orang tua yang menikah secara sah dan setidaknya dikandung sebelum orang tuanya melakukan perceraian, atau pun ditentukan lain menurut undang-undang setempat.

Sebaliknya, anak luar nikah atau anak luar kawin, atau secara kasar disebut juga "anak haram" atau "anak jadah", merupakan status anak yang lahir di luar pernikahan atau ditentukan lain menurut undang-undang setempat.[1] Seorang anak di luar nikah dapat disahkan menjadi seorang anak sah jika kedua orang tuanya melakukan perkawinan yang sah.

Di Indonesia, status keabsahan anak sangat memengaruhi status nasab (pertalian keluarga) dengan keluarga ayahnya. Anak di luar nikah umumnya hanya memiliki hubungan pertalian dengan keluarga ibu tetapi tidak dengan keluarga ayah,[1] meskipun masih dapat memiliki hubungan perdata dengan ayahnya sepanjang hubungannya sebagai ayah dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum.[2] Dalam agama Islam dan tradisi Hindu Bali, anak di luar nikah (disebut sebagai yang kehilangan status nasab keluarga ayahnya tidak dapat menjadi ahli waris dari keluarga ayah dan tidak dapat memperoleh hak-hak keagamaan yang berkaitan dengan keluarga ayah, misalnya sang ayah menjadi wali nikah bagi anak perempuan di luar nikah dalam agama Islam,[3] atau anak di luar nikah (disebut "anak astra" dalam agama Hindu Bali) yang tidak berhak mendapat gelar kasta ayahnya dan tidak berhak mengurus upacara keagamaan di tempat pemujaan keluarga ayahnya.[4][5] Walaupun demikian, seorang anak di luar nikah tetap dijamin seluruh hak-hak asasinya oleh hukum.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 M.H, Nafiatul Munawaroh, S. H. (2024-05-31). "Pengertian Anak Sah dan Anak Luar Kawin | Klinik Hukumonline". www.hukumonline.com. Diakses tanggal 2025-10-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Wahyuni, Willa. "Anak di Luar Kawin, Bagaimana Status Hukumnya?". hukumonline.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-10-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ "Anak Lahir Luar Nikah, Hukum Negara dan Hukum Islam". https://sulbar.kemenag.go.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-30.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  4. ↑ NusaBali. "Menurut Hukum Hindu, Anak di Luar Perkawinan Tak Sah bagi Sang Ayah". www.nusabali.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-30.
  5. ↑ Manuaba, Ida Bagus Gede Krismantara (2023). "Kedudukan Anak Astra (Anak Luar Kawin) dalam Hukum Waris Adat Bali". Jurnal Education and Development. 11 (1): 280–289. doi:10.37081/ed.v11i1.4500. ISSN 2527-4295.

Daftar pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan