Senin, 12 Oktober 2026
03:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Metro Amsterdam

Metro Amsterdam

sistem angkutan cepat di Belanda

Bagikan:
Metro Amsterdam
120px-Amsterdam_metro_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KRL Metropolis M5 di stasiun Kraaiennest
KRL Metropolis M5 di stasiun Kraaiennest
Ikhtisar
PemilikKota Amsterdam
LokasiAmsterdam, Amstelveen,
Diemen, Ouder-Amstel
Jenis transitAngkutan cepat
Kereta ringan
Jumlah jalur5
Jumlah stasiun39
Penumpang harian340.000 (2018)[1]
Penumpang tahunan110,9 juta (2025)
Situs webwww.gvb.nl
Operasi
Mulai beroperasiOktober 14, 1977;48 tahun lalu (1977-10-14)
OperatorGemeentelijk Vervoerbedrijf
Jumlah kendaraan90 kereta
Teknis
Panjang sistem42,7 km (26,53 mi)
Lebar sepur1.435 mm (4 ft 8+1⁄2 in)
(sepur standar)
Elektrifikasi750 V DC rel ketiga
Kecepatan tertinggi70 km/h (43 mph)
Peta sistem

250px-AmsterdamMetroWashingtonStyle_%28from_2018%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Metro Amsterdam (bahasa Belanda:Amsterdamse metro) adalah gabungan dari sistem angkutan cepat dan lintas rel terpadu (LRT) di Amsterdam, dan wilayah sekitarnya seperti Amstelveen, Diemen, dan Ouder-Amstel di Belanda. Jaringan ini dimiliki oleh pemerintah kota Amsterdam dan dioperasikan oleh Gemeentelijk Vervoerbedrijf (GVB), perusahaan yang juga mengoperasikan trem, feri, dan bus lokal.

Jaringan metro ini terdiri dari lima jalur dan melayani 39 stasiun, dengan total panjang jaringan 42,7 kilometer. Tiga jalur dimulai dari Amsterdam Centraal: Jalur 53 dan Jalur 54 menghubungkan pusat kota Amsterdam dengan kota pinggiran Diemen, Duivendrecht, dan Amsterdam-Zuidoost (wilayah tenggara kota), sedangkan Jalur 51 berjalan ke selatan, kemudian mengikuti jalur lingkar (Ringlijn) yang menghubungkan Amsterdam wilayah selatan dan barat. Jalur 50 menghubungkan Zuidoost ke wilayah Amsterdam-West menggunakan jalur lingkar, yang berbagi dengan Jalur 51. Jalur ini adalah satu-satunya rute yang tidak melintasi pusat kota. Jalur kelima, Jalur 52 mulai beroperasi pada 21 Juli 2018, dan membentang dari kawasan Amsterdam-Noord (utara) ke Amsterdam-Zuid (selatan) melalui Stasiun Amsterdam Centraal. Berbeda dengan jalur lainnya, Jalur 52 sebagian besar melewati terowongan bor dan tidak berbagi jalur dengan rute lain.

Konstruksi

Sejarah

250px-Nieuwmarkt_Metro_Station_Inside.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dekorasi dinding untuk mengenang penggusuran pemukiman Nieuwmarkt dan perlawanan warganya

Amsterdam memutuskan untuk membangun sebuah jaringan metro tahun 1968. Empat jalur dibangun, menghubungkan seluruh kota dan menggantikan banyak jalur trem yang sudah ada.

Tahun 1970, konstruksi jalur timur dimulai dan masuk dalam operasi tahun 1977. Jalur timur terdiri dari dua cabang, jalur 53 dan 54, untuk menghubungkan pusat kota dengan pengembangan perumahan di tenggara. Dalam pembangunan, rencana untuk menghancurkan seluruh pemukiman Yahudi di dekat Nieuwmarkt menimbulkan protes keras. Metro tetap dibangun (dekorasi dinding di Stasiun Nieuwmarkt dipasang untuk mengenang protes warganya), tetapi rencana untuk membangun jalan bebas hambatan melewati pemukiman di pusat kota dibatalkan. Jalur ini diselesaikan oleh pemerintah nasional.

Pada tahun 1990, jalur 51 dibuka, sebagian berbagi jalur dengan jalur metro sebelumnya, dengan jalur baru dan perpanjangan melalui jalur trem 5 menuju Amstelveen. Jalur ini disebut sneltram (trem cepat), dan dibangun dengan standar kereta ringan (light rail). Perubahan antara rel ketiga dan listrik aliran atas dilakukan di Zuid.

Pada tahun 1997, jalur lingkar (50) ditambahkan ke dalam jaringan, menyediakan koneksi cepat antara barat dan selatan, menghilangkan kebutuhan perjalanan melewati pusat kota.

Perencanaan

250px-NZlijn333.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konstruksi Jalur 52 (Utara-Selatan) di Amsterdam-Noord, 2000.

Tahun 2002, konstruksi jalur utara/selatan (jalur 52) dimulai, yang direncanakan selesai pada Juli 2012. Karena beberapa keterlambatan dan kesalahan dengan perusahaan konstruksi, konstruksi jalur menjadi terlambat dan diperkirakan selesai tahun 2017.

Tahun 2009, komite investigasi khusus dewan kota menyimpulkan bahwa pemerintah kota Amsterdam "seharusnya tidak pernah menyetujui" proyek ini. Penggalian dan pembangunan bagian bawah tanah menyebabkan kerusakan bangunan bersejarah dan meningkatkan defisit anggaran kota. Awalnya proyek ini dianggarkan €1,4 miliar dan harus selesai tahun 2009. Perkiraan baru menyebutkan biaya yang dibutuhkan €3 miliar dan jalur ini tidak akan dibuka hingga tahun 2017.[2]

Jalur metro baru ini direncanakan akan melewati daerah utara Amsterdam, melewati bawah tanah Teluk IJ. Dari sana kereta akan bergerak melewati Stasiun Centraal menuju Stasiun Zuid, yang direncanakan menggantikan Amsterdam Centraal sebagai pusat transportasi kota.[3] Proyek ini awalnya memakan biaya €1,46 miliar, tetapi setelah beberapa penyesuaian, anggaran membengkak menjadi €3,1 miliar (kurs harga 2009), yang akan membuat jalur ini menjadi jalur metro paling mahal di seluruh dunia. Program ini mengalami banyak kesulitan, terutama di Stasiun Centraal, menghasilkan pembengkakan anggaran hingga 40%. Rencana awal pembukaan pada tahun 2011 telah diubah beberapa kali, sehingga batas waktu yang terbaru saat ini menjadi kontrak bagi semua pihak, yang membuat perusahaan konstruksi akan menerima denda untuk setiap penguluran waktu berikutnya.[4][5]

250px-NoordZuidLijn_Metrostation_Vijzelgracht_hnapel_010.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Area concourse di Stasiun Vijzelgracht

Jalur trem menuju IJburg di bagian timur sebenarnya direncanakan sebagai jalur metro, dengan terowongan pendek dibangun di bagian barat dari Stasiun Centraal melewati bagian bawah rel untuk melewat jalur. Pada jalur ini sekarang dibangun dalam seluruh jalur trem, terowongan telah ditinggalkan dan direncanakan digunakan sebagai museum coklat. Rencana tetap berjalan untuk mengubah trem menuju IJburg untuk ditingkatkan menjadi metro dan menghubungkan kota tetangga Almere, dimana sebuah pemukiman besar sedang dibangun.[6]

Jalur 52 kemungkinan akan diperpanjang hingga Bandar Udara Amsterdam Schiphol di masa depan.[3]

Perubahan jaringan pada tahun 2027

250px-AmsterdamMetro_2028-01.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jaringan Metro Amsterdam setelah perubahan pada Desember 2027

Pada tanggal 24 November 2025, Otoritas Transportasi Amsterdam memutuskan untuk mengubah jaringan metro mulai bulan Desember 2027. Jalur 53 akan ditiadakan, sementara Jalur 50 (nama baru: M3) akan diubah. Alih-alih melayani rute Isolatorweg – Gein, rute baru yang akan dilayani adalah Isolatorweg – Gaasperplas. Di antara Stasiun Van der Madeweg dan Gaasperplas, Jalur 50 akan mengambil alih rute Jalur 53, sedangkan di antara Van der Madeweg dan Gein, Jalur 50 akan ditiadakan dan hanya Jalur 54 (nama baru: M4) yang akan tetap beroperasi. Akibatnya, Stasiun Van der Madeweg akan menjadi stasiun transit penting untuk perjalanan antara Amsterdam Zuidoost dan wilayah kota lainnya. Rencana ini menuai banyak penentangan, terutama dari warga di sepanjang Jalur 53 yang akan kehilangan akses langsung ke pusat kota dan nantinya harus berganti kereta ke Jalur 54.[7] Selain itu, Jalur 52 dan 51 masing-masing akan berganti nama menjadi M1 dan M2, sehingga menghasilkan susunan jaringan sebagai berikut:[8]

  • M1: Noord – Zuid
  • M2: Isolatorweg – Centraal Station
  • M3: Isolatorweg – Gaasperplas
  • M4: Centraal Station – Gein

Jaringan

Metro Amsterdam memiliki 33 stasiun,[9] sejak Jalur 52 (Jalur Utara-Selatan) terbaru telah dibuka, enam stasiun dan rute tambahan sepanjang 9,5 kilometer telah ditambahkan ke dalam jaringan metro,[10] menghasilkan jaringan gabungan baru sepanjang 52 kilometer.[11] Pada tahun 2019, trem cepat (sneltram) Jalur 51 tidak lagi beroperasi dalam jaringan metro. Bagian selatan sneltram ditutup untuk proses konversi, kemudian dimasukkan ke dalam jaringan trem.

Daftar jalur

330px-AmsterdamMetroWashingtonStyle_%28from_2018%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jaringan Amsterdam Metro saat ini
Warna Jalur Tanda Nomor jalur Nama jalur Terminus Dibuka Panjang Stasiun Penumpang

(2019)

Jenis
Hijau 40px-Amsterdam_unofficial_metro_icon_line_50.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Gvba50.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jalur 50 Ringlijn Isolatorweg – Gein 1997 20,1 km 20 100.200 Metro
Oranye 40px-Amsterdam_unofficial_metro_icon_line_51.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Gvba51.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jalur 51 Ringlijn Isolatorweg – Stasiun Centraal 1990 19,5 km 19 60.800
Biru 40px-Amsterdam_unofficial_metro_icon_line_52.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Gvba52.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jalur 52 Noord/Zuidlijn Noord – Zuid 2018 9,5 km 8 84.000[12]
Merah 40px-Amsterdam_unofficial_metro_icon_line_53.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Gvba53.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jalur 53 Gaasperplaslijn Gaasperplas – Stasiun Centraal 1977 11,3 km 14 60.600
Kuning 40px-Amsterdam_unofficial_metro_icon_line_54.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Gvba54.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jalur 54 Geinlijn Gein – Stasiun Centraal 12,1 km 15 73.500

Armada

Pada Januari 2016, terdapat 90 set kereta rel listrik (KRL) yang beroperasi dalam sistem Metro Amsterdam.[13] Semua menggunakan sepur standar dan beroperasi dengan sistem elektrifikasi rel ketiga 750 V DC.

Kereta Jenis Pabrikan Beroperasi Deskripsi[14]
250px-Amsterdamse_Metro_LHB_M2_stel_22.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Seri M1, M2, dan M3
Unit metro untuk Jalur 50, 53, dan 54
LHB 1977–2015 Panjang: 37,5 m
Lebar: 3,0 m
Berat (Penuh): 54,0 ton (75,0 ton)
Kecepatan maksimum: 70 km/jam
Tenaga: 4 x 195 kW
Tenaga listrik DC: 750 volt
250px-Amsterdam_Metro_S1%E2%80%93S2%2C_2022.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Seri S1 dan S2
Unit metro/trem hibrida untuk Jalur 51
BN 1990–2024 Panjang: 30,6 m
Lebar: 2,65 m
Berat (Penuh): 48,5 ton (72,0 ton)
Kecepatan maksimum: 70 km/jam
Tenaga: 6 x 77 kW
Tenaga listrik DC: 600/750 volt
250px-Amsterdam_Metro_S3%E2%80%93M4%2C_2022.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Seri S3 dan M4
Unit metro ringan untuk Jalur 50 dan 51, terkadang Jalur 53
CAF 1997–sekarang Panjang: 30,9 m
Lebar: 2,7 m
Berat (Penuh): 48,0 ton (72,0 ton)
Kecepatan maksimum: 70 km/jam
Tenaga: 6 x 70 kW
Tenaga listrik DC: 750 volt
250px-Amsterdam_Metro_M5%2C_2022.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Seri M5
Unit metro untuk Jalur 50, 52, 53, dan 54
Alstom Konstal 2013–sekarang Panjang: 116,2 m
Lebar: 3,0 m
Berat: 190 ton
Kecepatan maksimum: 90 km/jam
Tenaga: 16 x 300 kW
Tenaga listrik DC: 50 volt
250px-Amsterdam_Metro_M7_at_Heemstedestraat%2C_2024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Seri M7
Unit metro untuk Jalur 50, 53, dan 54
CAF 2023–sekarang Panjang: 59,6 m
Lebar: 3,0 m
Berat: 95 ton
Kecepatan maksimum: 80 km/jam
Tenaga listrik DC: 50 volt

Sistem tiket

Artikel utama: OV-chipkaart
250px-Metro_station_De_Pijp_Amsterdam_2018_6.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pintu masuk ke stasiun metro dengan pintu gerbang elektronik

Dahulu, semua jalur metro di Belanda menggunakan strippenkaart (kartu sistem tarif nasional) sebagai tiket. Strippenkaart akan distempel di mesin tiket dan juga berlaku untuk bentuk transportasi publik lain yang menggunakan strippenkaart seperti bus, trem, feri, dan beberapa kereta api.

Tahun 2006, jaringan metro mulai memperkenalkan pengganti strippenkaart; sebuah kartu pintar yang disebut OV-chipkaart. Gerbang tiket baru dipasang di semua pintu masuk stasiun, dan mesin check-in/check-out khusus jika stasiun berbagi dengan jalur kereta api dan trem.

OV-chipkaart menggantikan sistem strippenkaart pada 27 Agustus 2009, dan sekarang menjadi satu-satunya bentuk tiket yang berlaku dalam sistem metro.[15]

Desain grafis

Papan penanda Amsterdam Metro menggunakan rupa huruf M.O.L., yang didesain khusus oleh Gerard Unger tahun 1974. Spasi antar huruf lebih besar daripada normal, dalam usaha untuk meningkatkan kemampuan pengguna membaca huruf saat menyala. Nama M.O.L. diambil dari bahasa Belanda yang berarti "tikus tanah" dalam bahasa Indonesia. ada rencana untuk menggunakan tikus tanah sebagai maskot metro, tetapi hal ini ditolak otoritas kota.[16] Desain lainnya adalah versi 1991 yang dapat ditemukan di Jalur Amstelveen, versi 1995 ditemukan terutama pada Jalur Lingkar dan versi 2009 yang telah menggantikan versi sebelumnya di banyak stasiun. Pada tahun 2016, Amsterdam meluncurkan desain baru pada papan penanda dan logo dalam rangka untuk menyelaraskan semua elemen papan penanda dan papan wayfinding di semua jalur metro, pada waktunya untuk renovasi Jalur Timur dan pembukaan Jalur Utara-Selatan.[17]

  • Papan stasiun dengan rupa huruf M.O.L tahun 1974
    Papan stasiun dengan rupa huruf M.O.L tahun 1974
  • Papan stasiun dengan desain tahun 1995
    Papan stasiun dengan desain tahun 1995
  • Papan stasiun dengan desain tahun 2009
    Papan stasiun dengan desain tahun 2009
  • Papan stasiun dengan desain tahun 2016
    Papan stasiun dengan desain tahun 2016

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Meer mensen met metro dan met tram door Noord/Zuidlijn". www.nrc.nl. 26 september 2018. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ "Metro-committee slams Amsterdam city government"
  3. 1 2 "Zuidas Visie" (PDF).
  4. ↑ Press announcement Financiële prognose Noord/Zuidlijn Diarsipkan 2018-07-28 di Wayback Machine (in Dutch)
  5. ↑ "Amsterdam Government Website About the Noord/Zuid Lijn". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-02-02. Diakses tanggal 2010-10-28.
  6. ↑ "Elsevier".
  7. ↑ "Besluit definitief: metro 50 en 53 worden samengevoegd". www.at5.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2025-11-29.
  8. ↑ AT5 (2026-09-21). "Metro's krijgen nieuwe nummers (M1 t/m M4) en andere kleuren: "Makkelijker te onthouden"". www.at5.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2026-09-22.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  9. ↑ "archive.ph". archive.ph.{{cite web}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  10. ↑ "Wayback Machine" (PDF). web.archive.org. 2014-08-08. Diarsipkan dari versi asli pada 2014-08-08. Diakses tanggal 2022-10-12.{{cite web}}: Kutipan menggunakan judul generik
  11. ↑ "Wayback Machine" (PDF). web.archive.org. 2014-08-08. Diarsipkan dari versi asli pada 2014-08-08. Diakses tanggal 2022-10-12.{{cite web}}: Kutipan menggunakan judul generik
  12. ↑ "Meer mensen met metro dan met tram door Noord/Zuidlijn". NRC (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2022-10-19.
  13. ↑ "Salinan arsip". web.archive.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-09. Diakses tanggal 2022-10-12.
  14. ↑ "Rolling stock". Gemeentelijk Vervoerbedrijf. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-01. Diakses tanggal 2008-12-14.
  15. ↑ "GVB OV Chipkaart actiesite". Gemeentelijk Vervoerbedrijf. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-01-10. Diakses tanggal 31 Juli 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Unger, Gerard. "M.O.L. (1974)". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-10. Diakses tanggal 2008-12-14.
  17. ↑ "Deze domeinnaam is geregistreerd door een klant van Yourhosting.nl". web.archive.org. 2022-03-15. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-15. Diakses tanggal 2022-10-12.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Amsterdam Metro.
**
**
**
*
*
* Hanya jaringan angkutan cepat di sisi Eropa dari Rusia dan Turki yang ditampilkan. Untuk di sisi lainnya, lihat Angkutan cepat di Asia.

** Armenia, Azerbaijan, dan Georgia dianggap sebagai negara lintas benua, dan juga termasuk dalam Angkutan cepat di Asia.

*** Sedang dibangun.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan