Sabtu, 10 Oktober 2026
15:37 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Amorphophallus henryi

Amorphophallus henryi

Bagikan:
Amorphophallus henryi
250px-Amorphophallus_henryi_%22long_penduncled%22_JLBG.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bentuk "tangkai panjang" dari A. henryi, Juniper Level Botanic Garden
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Genus: Amorphophallus
Spesies:
A. henryi
Nama binomial
Amorphophallus henryi
N.E.Br.
Sinonim
  • Amorphophallus niimurai Yamam.
  • Hydrosme niimurai (Yamam.) S.S.Ying

Amorphophallus henryi adalah spesies bunga bangkai yang endemik di Taiwan.[1]

Deskripsi

250px-Amorphophallus_henryi_plants.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanaman muda

Amorphophallus henryi dapat berbunga atau menumbuhkan daun dalam setahun. Semua daunnya merupakan satu helai daun tunggal, dan setiap umbi hanya dapat menumbuhkan satu daun. Daunnya menyerupai daun sebagian besar spesies lain dalam genus Amorphophallus, dengan batang yang besar dan beberapa cabang daun. [2] Amorphophallus henryi memiliki bunga yang dikenal berbau busuk. Tanaman ini memiliki perbungaan berwarna kuning dan tingginya sekitar 1 kaki (sekitar 30 cm).[2]

Bunga

Bunganya mirip dengan sebagian besar Amorphophallus, yaitu berbau busuk untuk menarik penyerbuk utamanya, yaitu lalat. Memiliki spadiks besar berwarna cokelat/keunguan/merah dengan panjang sekitar 1 kaki. Terdapat braktea berwarna merah darah yang lebih besar di satu sisi dan hampir tidak ada di sisi lainnya.[3]

Referensi

  1. ↑ "Amorphophallus henryi N.E.Br. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-14.
  2. 1 2 "Amorphophallus henryi | Pacific Bulb Society". www.pacificbulbsociety.org. Diakses tanggal 2023-12-13.
  3. ↑ "Corpse Flower | The Huntington". huntington.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-10-15.


Ikon rintisan

Artikel bertopik yang berkaitan dengan Araceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan