Selasa, 13 Oktober 2026
17:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Amfiaraos

Amfiaraos

Bagikan:
250px-Amfiaros%2C_Nordisk_familjebok.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amfiaraus.

Dalam mitologi Yunani, Amfiaraos adalah anak dari Oekles dan Hipermnestra, dan suami dari Erifile. Amfiaraos adalah raja Argos bersama dengan Adrastus— iparnya dan Ifis. Amfiaraos adalah seorang peramal yang dihormati pada masanya. Baik oleh Zeus dan Apollo, bahkan Zeus memberikan bakat kemampuan ramalannya kepada Amfiaraos. Dalam generasi sebelum terjadinya Perang Troya, Amfiaraos adalah salah satu pahlawan dalam Perburuan Babi liar Kalidon.[1]

Dalam mitologi

Dalam kisah tragis Bertujuh melawan Thebes yang diambil dari tiga penyair utama Yunani, Erifile membujuk Amfiaraos untuk turut serta dalam suatu penyerangan, yang Amfiaraos tahu, jika dia ikut maka dia akan mati di dalamnya.[2] Erifile telah dibujuk sebelumnya oleh Polinikes, yang menawarinya kalung milik Harmonia, anak dari Afrodit sebagai imbalannya. Dengan berat hati, Amfiaraos pergi, tetapi dia tahu tentang maksud dan tujuan Erifile. Dia meminta kedua anaknya Alkmaeon dan Amfilokhus untuk membalaskan kematiannya yang tak terelakkan dengan membunuh Erifile, jika nanti dia tidak kembali dari perang.

Dalam perjalanan menuju ke peperangan, Amfiaraos berulang kali memperingatkan pasukannya bahwa ekspedisi mereka akan gagal,[3] dan menyalahkan Tideus karena memulainya bahkan dia mencoba mencegah Tideus mendapatkan keabadian dari dewi Athena. Di luar hal itu, dia tetaplah seorang petarung hebat dalam perang tersebut, dia berhasil membunuh Melanippus, dan kabur dari Periklimenus, anak Poseidon yang "terkenal", yang ingin membunuhnya,[4] tetapi Zeus melemparkan petirnya dan bumi uyang kemudian terbelah menelan Amfiaraos beserta keretanya. Di situlah Amfiaraos menemui ajalnya.[5]

250px-Relief_from_Oropos_Antikensammlung_Berlin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Relief marmer menganai balapan kereta perang, dari Oropos pada awal abad ke-4 SM (Pergamonmuseum, Berlin).

Alkmaeon membunuh ibunya ketika Amfiaraos mati. Dia kemudian dikejar oleh para Erinya saat dia melarikan diri melewati Yunani, dan akhirnya sampai di hadapan raja Fegeus, yang mengawinkannya dengan anaknya, Alfesiboea. Dalam kelelahannya, dia bertanya pada orakel bagaimana menghindari para Erinya. Dia diberitahu bahwa ia harus berhenti di tempai matahari tidak bersinar saat ia membunuh ibunya. Tempat itu adalah mulut sungai Akelous. Akelous, yang merupakan dewa sungai, menjanjikan anaknya, Kallirhoe untuk dinikahkan dengannya jika Alkmaeon mau mengambilkan kalung dan baju yang dipakai Erifile saat dia membujuk Amfiaraos untuk bergabung dalam peperangan. Alkmaeon telah memberikan perhiasan ini pada Fegeus yang kemudian menyuruh anaknya membunuh Alkmaeon begitu dia tahu rencana Alkmaeon.

Putra Amfiaraos yang bernama Katillus melarikan diri dari pembunuhan di Thebes dan memimpin ekspedisi ke Italia tempat dia nantinya mendirikan kota Tibur (sekarang Tivoli), dinamai sesuai anaknya (Tiburtus).

Dalam tradisi tertentu, Amfiaraos disebut memiliki anak perempuan bernama Alexida.

Pemujaan terhadap Amfiaraos

Di barat laut Attika, Amfiaraos dipuja layaknya para pahlawan. Dia dianggap sebagai dewa penyembuhan dan peramalan, dan kadang-kadang dihubungkan dengan Asklepius. Aspek penyembuhan dan peramalan datang dari leluhurnya; dia masih terkait dengat peramal hebat Melampus. Setelah mengorbankan beberapa koin, atau kadang-kadang kambing jantan, seorang penanya akan tidur di dalam kuil dan akan mendapatkan mimpi yang menjadi solusi dari permasalahannya.

Referensi

  1. ↑ Pseudo-Apollodorus, Bibliotheke, 1.8.2
  2. ↑ Bibliotheke, 3.8.2.
  3. ↑ Apollodorus. Bibliotheke, 3.6.2.
  4. ↑ Karl Kerenyi (The Heroes of the Greeks, 1959, hal. 300
  5. ↑ Pindar, Ode Nemeos Kesembilan.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Amphiaraus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan