Minggu, 25 Oktober 2026
10:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Alternaria brassicicola

Alternaria brassicicola

Bagikan:
Alternaria brassicicola
250px-Alternaria_brassicicola_conidia2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Fungi
Divisi: Ascomycota
Kelas: Dothideomycetes
Ordo: Pleosporales
Famili: Pleosporaceae
Genus: Alternaria
Spesies:
A. brassicicola
Nama binomial
Alternaria brassicicola
(Schwein.) Wiltshire, (1947)
Sinonim

Alternaria brassicae f. microspora
Alternaria brassicae var. minor
Alternaria circinans Berk. & M.A. Curtis, (1924)
Alternaria oleracea Milbraith, (1922)
Helminthosporium brassicae Henn, (1902)
Helminthosporium brassicicola Schwein, (1832)
Macrosporium cheiranthi var. circinans Berk. & M.A. Curtis, (1875)
Macrosporium circinans
Macrosporium commune var. circinans
Polydesmus exitiosus f. alternarioides J.G. Kühn, (1855)
Polydesmus exitiosus f. luxuriosum
Sporidesmium exitiosum f. alternarioides
Sporidesmium exitiosum f. luxuriosum
Sporidesmium septorioides

Alternaria brassicicola adalah sebuah patogen tumbuhan nekrotropis fungal yang menyebabkan penyakit bercak hitam pada sebagian besar inang, terutama dalam genus Brassica, termasuk sejumlah tanaman penting secara ekonomi seperti kubis, kubis cina, kembang kol, minyak sayur, brokoli dan kanola.[1][2][3] Meskipun utamanya dikenal sebagai patogen tumbuhan signifikan, patogen tersebut juga berkontribusi pada berbagai kondisi alergi pernapasan seperti asma dan rinokonjungtivitis.[4] Meskipun ada gen pembuahan, tak ada tahap reproduksi seksual yang dilaporkan untuk fungus tersebut.[5][1][3] Dalam hal geografi, patogen tersebut lebih sering ditemukan di wilayah tropis dan sub-tropis, selain juga di wilayah dengan hujan dan kelembaban tinggi seperti Polandia.[3] Patogen tersebut juga ditemukan di Taiwan dan Israel.[6][7] Metode perambatan utamanya merupakan vegetatif. Konidia resultannya tinggal di tanah, udara, beserta air.[3] Spora yang dihasilkan oleh Alternaria brassicicola sangatlah tabah dan dapat menahan musim dingin diatas sisa tanaman.[3]

Morfologi dan pertumbuhan

Konidia dari Alternaria brassicicola sangat banyak di luar ruangan pada bulan mei hingga oktober akhir di belahan bumi utara, memuncak pada bulan juli dan sekali lagi di bulan oktober.[4] Konidianya berwarna coklat gelap[8] dan berdinding mulus, hingga 60 x 14 μm.[2][9] Konidia berbentuk silindris hingga lonjong, memiliki sekat melintang dan membujur (muriform), serta diproduksi dalam rantai yang terdiri dari 8-10 spora.[9] Konidia ini melekat kuat pada konidionfor[4] yang berwarna cokelat-zaitun, berpekat, dan tumbuh hingga mencapai kisaran panjang atas 100-200 μm, meskipun panjang keseluruhan ini dapat bervariasi.[8] Konidia tumbuh dalam struktur seperti rantai yang berkesinambungan, namun percabangan pada bagian pangkal (basis) juga pernah diamati.[2] Meskipun konidia dapat disebarkan oleh hujan, cara penyebaran yang paling umum adalah melalui udara.[4] Jamur ini tumbuh pada lapisan lilin epidermis daun tanaman, terutama tanaman dalam suku Brassicaceae (suku sawi-sawian), dan menyukai lingkungan dengan kelembapan tinggi serta kisaran suhu 20-30 °C (68-86 °F).[3] Secara makroskopis, miselium menunjukkan berbagai warna: tidak berwarna saat masih muda, hingga abu-abu zaitun dan hitam-abu-abu saat matang.[2][9] Koloni A. brassicicola cenderung berwarna cokelat tua atau hitam.[2]

Referensi

  1. 1 2 Cho, Yangrae (April 2015). "How the Necrotrophic Fungus Alternaria brassicicola Kills Plant Cells Remains an Enigma". Eukaryotic Cell. 14 (4): 335–344. doi:10.1128/EC.00226-14. PMC 4385798. PMID 25681268.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 Ellis, M.B (1968). "Alternaria brassicicola". CMI Descriptions of Pathogenic Fungi and Bacteria. 163.
  3. 1 2 3 4 5 6 Nowicki, Marcin; et al. (30 Agustus 2012), "Alternaria black bot of crucifers: Symptoms, importance of disease, and perspectives of resistance breeding", Vegetable Crops Research Bulletin, 76, doi:10.2478/v10032-012-0001-6, diakses tanggal 2012-09-01{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 Fernández-Rodríguez, Santiago (15 Nov 2015). "Potential sources of airborne Alternaria spp. spores in South-west Spain". Science of the Total Environment. 533: 165–176. Bibcode:2015ScTEn.533..165F. doi:10.1016/j.scitotenv.2015.06.031. PMID 26156135.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Macioszek, V. K.; Lawrence, C. B.; Kononowicz, A. K. (Juni 2018). "Infection cycle of Alternaria brassicicola on Brassica oleracea leaves under growth room conditions". Plant Pathology. 67 (5): 1088–1096. doi:10.1111/ppa.12828. S2CID 90987400.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Huang, Ruguo (1995). "Characterization of Iprodione-resistant isolates of Alternaria brassicicola". Plant Dis. 79 (8): 828–833. doi:10.1094/pd-79-0828.
  7. ↑ Muto, Machiko (2005). "Control of Black Leaf Spot (Alternaria brassicicola) of Crucifers by Extracts of Black Nightshade (Solanum nigrum)". Plant Pathology Bulletin. 14: 25–34.
  8. 1 2 Kameniecki, Maria (1 Juni 2013). Identification of Alternaria spp. as Pathogenic on the Native Species Terminalia australis and Salvia guaranitica.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. 1 2 3 Meena, P. D. (2010). Alternaria blight: A chronic disease in rapeseed-mustard.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan