Minggu, 11 Oktober 2026
07:05 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Alternanthera helleri

Alternanthera helleri

Bagikan:
Alternanthera helleri
250px-Alternanthera_helleri_as_Telanthera_helleri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Genus: Alternanthera
Spesies:
A. helleri
Nama binomial
Alternanthera helleri
(B.L. Rob.) J.T. Howell

Alternanthera helleri adalah spesies tumbuhan dalam keluarga Amaranthaceae. Tumbuhan ini endemik di Kepulauan Galápagos, Ekuador. Tumbuhan ini diyakini berwarna hijau selama 90 hingga 100% dalam setahun, tergantung pada ketinggian tempat tumbuhnya. Daunnya dianggap sangat beracun bagi manusia dan tidak boleh dikonsumsi dalam keadaan apa pun.

Alternanthera helleri adalah spesies yang mekar di musim gugur, dan dapat ditanam kapan saja sepanjang tahun, namun waktu terbaik adalah awal hingga pertengahan musim gugur karena memberikan waktu mekar yang optimal saat musimnya tiba. Tumbuhan ini sangat jarang ditemukan tumbuh di alam liar, dan upaya taman nasional serta hutan baru-baru ini untuk menyingkirkan tumbuhan berbahaya seperti ini telah mengurangi jumlahnya secara drastis di alam liar. Namun, tumbuhan ini masih dibudidayakan di laboratorium, di mana para ilmuwan mencoba menganalisis apa yang membuatnya begitu beracun bagi manusia. Terdapat teori bahwa tanaman ini menghasilkan hemotoksin yang kuat, yang mungkin memiliki sifat serupa dengan oleander.

Referensi

  1. ↑ Tye, A. (2000). "Alternanthera helleri". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2000 e.T39081A10161656. doi:10.2305/IUCN.UK.2000.RLTS.T39081A10161656.en. Diakses tanggal 16 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik Amaranthaceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan