Jumat, 23 Oktober 2026
21:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Aliyah Pertama

Aliyah Pertama

Bagikan:
Bagian dari sebuah serial tentang
Aliyah
250px-PikiWiki_Israel_20841_The_Palmach.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Imigrasi Yahudi ke Tanah Israel
Konsep
Aliyah Pra-Modern
Aliyah pada zaman modern
Absorpsi
Organisasi
Topik terkait

Aliyah Pertama (juga Aliyah Agribudaya) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan arus besar imigrasi Zionis ke kawasan yang sekarang menjadi wilayah Israel (aliyah) antara 1882 dan 1903.[1][2] Yahudi yang berimigrasi ke Palestina Utsmaniyah dalam arus ini sebagian besar datang dari Eropa Timur dan dari Yaman. Sekitar 25,000[3]–35,000[4] Yahudi berimigrasi ke Palestina Utsmasniyah pada Aliyah Pertama. Diperkirakan antara 40% sampai 90% imigran tersebut meninggalkan Palestina kembali, sebagian besar beberapa tahun setelah kedatangan mereka. Karena terdapat juga imigrasi ke Palestina pada tahun-tahun sebelumnya, istilah Aliyah Pertama sanagt dikritik oleh beberapa sarjana.

Catatan

  1. ↑ Bernstein, Deborah S. Pioneers and Homemakers: Jewish Women in Pre-State IsraelState University of New York Press, Albany. (1992) p.4
  2. ↑ Scharfstein, Sol, Chronicle of Jewish History: From the Patriarchs to the 21st Century, p.231, KTAV Publishing House (1997), ISBN 0-88125-545-9
  3. ↑ "New Aliyah - Modern Zionist Aliyot (1882 - 1948)". Jewish Agency for Israel. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-17. Diakses tanggal 2008-10-26.
  4. ↑ The First Aliyah

Daftar pustaka

Bacaan tambahan

  • Ben-Gurion, David (1976), From Class to Nation: Reflections on the Vocation and Mission of the Labor Movement, Am Oved (Ibrani)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan