Sabtu, 31 Oktober 2026
18:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Sabra (orang)

Sabra (orang)

Bagikan:
250px-Saber.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaktus Opuntia, dikenal di Israel sebagai "tsabar"

Sabra (Ibrani: צבר, tzabar) adalah orang Yahudi yang lahir di Israel. Istilah tersebut pertama kali muncul pada 1930-an untuk merujuk kepada orang Yahudi yang lahir di tanah Israel (meliputi Palestina Mandat Inggris dan Palestina Utsmaniyah; lihat Yishuv Baru & Yishuv Lama). Sejak pendirian Negara Israel pada 1948, bangsa Israel memakai kata tersebut untuk merujuk kepada orang Yahudi yang lahir di belahan manapun di negara tersebut.[1][2]

Referensi

  1. ↑ Apel, Dora (2012). War Culture and the Contest of Images. New Brunswick, New Jersey: Rutgers University Press. hlm. 196. ISBN 9780813553962. Israelis, however, also appropriate the cactus as a symbol of their connection to the land and the word sabra, meaning a Jewish person born in Israeli territory, comes from the Arabic sabr.
  2. ↑ Kaschl, Elke (2003). Dance and Authenticity in Israel and Palestine: Performing the Nation. Leiden, Netherlands and Boston, Massachusetts: Brill Publishers. hlm. 60. ISBN 9789004132382. Sabra refers to all Jews who are not immigrants, but who are born in historic Palestine/Israel.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan