Jumat, 09 Oktober 2026
01:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Alan Hogeland

Bagikan:
Ini adalah nama Batak Mandailing, marganya adalah Rangkuti.
Alan Hogeland
PekerjaanPenulis

Alan Hogeland, nama aslinya Kamaludin Rangkuti (lahir 19 Oktober 1931), adalah seorang penulis Indonesia,[1]. Ia termasuk salah seorang penulis sastra eksil Indonesia.[2]

Biografi

Ia menyelesaikan sarjana muda dalam bidang Bahasa Indonesia dan sempat mengikuti studi di Fakultas Hukum Universitas Sumatra Utara (USU).[2] Sewaktu menjadi mahasiswa di USU, ia pernah menjabat sebagai ketua senat di Fakultas Hukum dan wakil ketua dewan mahasiswa.[2] Alan juga menjadi pendiri Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia di universitas yang sama. Dan menjadi salah seorang pimpinan Lekra di Sumatra Utara.[2] Pada tahun 1964 atas undangan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok ia berangkat ke Beijing menjadi tenaga pengajar bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Beijing.[2] Dan menjadi konsultan bahasa Indonesia yang menghasilkan kamus Indonesia-Tionghoa.[2]

Tahun 1985, Alan pindah ke Belanda.[2] Karier kepenulisannya baru dimulai ketika ia tinggal di Belanda, berkat adanya kegiatan penerbitan yang disebut-sebut sebagai pers alternatif bagi mereka yang hidup sebagai orang eksil.[2] Dari tahun 1989 sampai dengan wafatnya pada tahun 1994, Alan Hogeland telah menghasilkan berpuluh-puluh karangan yang berupa sajak, cerpen, kritik dan esai serta naskah drama.[2] Kumpulan tulisannya yang selama ini sudah terbit adalah Musibah, sebuah kumpulan cerpen; Angin Menderu di Pucuk Bambu, sebuah kumpulan puisi; Sekadar Menjalankan Kewajiban dan Esai Sastra.[2]

Rujukan

  1. ↑ (Indonesia) McGlynn, John dan Ibrahim, A. Kohar(ed). Menagerie 6, Lontar, 2004, ISBN 979-8083-52-0
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Indonesia) Alham, Asahan (ed). Di Negeri Orang: Puisi Penyair Indonesia Eksil, Lontar, 2002, ISBN 979-8083-42-3

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi penulis, penyair, pengarang, atau sastrawan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan