Jumat, 23 Oktober 2026
19:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Aktivisme tagar

penggunaan tagar untuk aktivisme Internet

Bagikan:

Aktivisme tagar adalah istilah yang diciptakan oleh media massa yang mengacu pada penggunaan tagar X untuk aktivisme Internet.[1][2][3][4] Istilah ini juga dapat digunakan untuk merujuk pada tindakan menunjukkan dukungan untuk suatu kepentingan melalui suka, bagikan, dll. pada platform media sosial manapun, seperti Facebook atau X. Inti dari aktivisme tagar adalah untuk berbagi isu tertentu dengan teman dan pengikut seseorang dengan harapan bahwa mereka juga akan berbagi informasi yang sama.[5] Ini mengarah ke diskusi yang luas dan memungkinkan terjadinya perubahan. Namun, tagar juga telah digunakan untuk berdebat dan membuat orang sadar akan masalah sosial dan politik.[6] Aktivisme tagar dapat dilihat sebagai cara untuk membantu atau memulai revolusi dengan meningkatkan jumlah pendukung dari seluruh dunia yang belum mengetahui suatu masalah.[7] Ini memungkinkan orang untuk berdiskusi dan berkomentar pada satu tagar. Aktivisme tagar adalah cara untuk memperluas penggunaan komunikasi dan menjadikannya demokratis, menyatakan bahwa setiap orang punya caranya masing-masing untuk mengekspresikan pendapat mereka.[7]

Konsep aktivisme tagar telah menerima kritik dari para kritikus dan pendukung. Beberapa pendukung berpendapat bahwa menggunakan media sosial untuk aktivisme adalah ide yang baik karena memungkinkan seseorang untuk terhubung dengan orang-orang dari seluruh dunia dalam waktu singkat.[8] Kritik, di sisi lain, mempertanyakan apakah aktivisme tagar mengarah ke perubahan nyata karena pengguna hanya menunjukkan bahwa mereka peduli tetapi tidak mengambil tindakan spesifik untuk membuat perbedaan yang nyata.[9]

Sejarah

Tagar dibuat oleh Chris Messina, mantan pengembang Google, pada 2007.[10] Dia ingin membuat platform di mana orang bisa mengadakan percakapan. Platform ini akan mudah diakses di ponsel dan mudah digunakan. Tujuannya adalah untuk memiliki sumber terbuka di mana orang akan didorong untuk mengekspresikan pendapat mereka secara bebas tentang apa yang mereka pikirkan tentang topik tersebut.[10] Visinya sekarang dapat dilihat melalui aktivisme tagar.

Penyebutan istilah tagar tertua yang diketahui adalah dari The Guardian pada tahun 2011, di mana istilah tagar disebutkan dalam konteks untuk menggambarkan protes Occupy Wall Street.[11] Tagar digunakan sebagai alat untuk mengoordinasikan percakapan online, menemukan pendukung, dan mengatur protes spontan.[12] Sejak itu, istilah ini digunakan untuk merujuk pada penggunaan tagar pada berbagai platform media sosial, seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan Tumblr. Ada pergeseran di kalangan aktivis untuk lebih berpartisipasi dalam komunikasi interaktif di Internet.[6]

Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Sosial

Tagar sebagai sebuah gerakan maya yang pada asalnya hanya berbasis online ternyata juga dapat memberikan pengaruh yang begitu signifikan. Di era lampau mungkin hal ini tidak terduga dari sekadar ketikan dan kegiatan di depan komputer bisa menjadi aktivisme rill.

Contohnya pada kasus George Floyd seorang warga Amerika Serikat kulit hitam yang didiskriminasi hingga meninggal oleh bebeorang polisi kulit putih di kota Minneapolis, Amerika Serikat.[13]

Hingga muncul gerakan tagar aktivisme #BlackLivesMatter yang membangun resistensi gerakan protes di Amerika Serikat untuk menuntut rasisme yang berjalan di kepolisian, dan menuntut pula untuk diberi hukuman yang sepadan kepada pelaku[14]

Referensi

  1. ↑ "George Will: Hashtag Activism "Not Intended To Have Any Effect On The Real World"". Real Clear Politics. Diakses tanggal 12 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Carr, David (2012-03-25). "Hashtag Activism, and Its Limits". The New York Times. NYtimes. Diakses tanggal 12 Mei 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "#BringBackOurGirls: Why hashtag activism has its critics". Mediaite. Diakses tanggal 12 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Taibi, Catherine (2014-05-11). "Fox News Panel Slams #BringBackOurGirls Hashtag Activism". Huffington Post. Diakses tanggal 12 Mei 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Why Social Media Activism Is Not A Cop-Out". The Odyssey Online (dalam bahasa American English). Februari 17, 2016. Diakses tanggal November 28, 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Hahn, Allison. "Hashtag Activism". Salem Press Encyclopedia.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  7. 1 2 Moscato, Derek. "Media portrayals of hashtag activism: a framing analysis of Canada's #Idlenomore movement". Media and Communication.
  8. ↑ Khan-Ibarra, Sabina (2014-11-13). "The Case For Social Media and Hashtag Activism". Huffington Post (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2017-11-09.
  9. ↑ Dewey, Caitlin (Mei 8, 2014). "#Bringbackourgirls, #Kony2012, and the complete, divisive history of 'hashtag activism'". The Washington Post. Diakses tanggal November 9, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 Couts, Andrew (18 Januari 2015). "The new era of hashtag activism - The Kernel". The Kernel. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-25. Diakses tanggal 2019-12-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Augenbraun, Eric (29 September 2011). "Occupy Wall Street and the limits of spontaneous street protest". theguardian. Diakses tanggal 12 Mei 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Yaverbaum, Eric (2015-12-09). "#HashtagActivism -- Turning Whispers Into Shouts and Fighting Stigma With Story". Huffington Post (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2017-11-28.
  13. ↑ Times, The New York (2022-07-29). "How George Floyd Died, and What Happened Next". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2025-02-21.
  14. ↑ "BLACK LIVES MATTER AND THE MOVEMENT FOR BLACK LIVES". Bing. Diakses tanggal 2025-02-21.


Ikon rintisan

Artikel bertopik internet ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan