Sabtu, 03 Oktober 2026
12:07 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Aksel Sandemose

Aksel Sandemose

Bagikan:
Aksel Sandemose
250px-58371_Aksel_Sandemose.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Axel Nielsen

(1899-03-19)19 Maret 1899
Meninggal6 Agustus 1965(1965-08-06) (umur 66)
Kopenhagen, Denmark
PekerjaanPenulis

Aksel Sandemose (né Axel Nielsen; 19 Maret 1899 – 6 Agustus 1965) adalah seorang penulis berkebangsaan Denmark-Norwegia.[1]

Sandemose menerbitkan buku pertamanya di Denmark pada tahun 1923. Karyanya yang paling terkenal adalah En flyktning krysser sitt spor (1933). Novel tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dengan judul A Fugitive Crosses His Tracks pada tahun 1936 oleh Alfred A. Knopf. Dalam novel ini, Sandemose memperkenalkan konsep Hukum Jante, daftar sepuluh aturan budaya yang menggambarkan pola perilaku kelompok terhadap individu yang umum di negara-negara Nordik.[2] [3] [4]

Dia juga seorang penulis esai dan jurnalis. Selama beberapa tahun ia memiliki kolom reguler di majalah mingguan Aktuell. Sandemose dianugerahi Hadiah Doblogging selama tahun 1959 dan merupakan salah satu dari enam finalis untuk Hadiah Nobel dalam Sastra pada tahun 1963.

Referensi

  1. ↑ "Aksel Sandemose". H. Aschehoug & Co. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Februari 2019. Diakses tanggal 1 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Lila MacLellan. "The happiness of the Danes can easily be explained by 10 cultural rules". Quartz at Work. Diakses tanggal 1 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "A Fugitive Crosses his Tracks (Knopf. 1936)". Hathi Library Trust. Diakses tanggal 1 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ A Fugitive Crosses his Tracks by Aksel Sandemose | Kirkus Reviews.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan